Film Lebaran yang Bikin Keluarga Ingin
Pulang dan Saling Mendengar
Jakarta, 1 Maret 2026 – Jelang tayangnya film terbaru persembahan
Visinema Studios, Na Willa, pada
Lebaran tahun ini, langkah besar justru dimulai dari ruang-ruang kelas. Melalui
program Na Willa School to School, Visinema Studios membawa dunia Na Willa langsung ke sekolah-sekolah
di Jabodetabek, dari TK hingga SMP, menghadirkan literasi bukan sebagai
kewajiban, tetapi sebagai pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna.
Berbeda dari
sekadar promosi film, program ini dirancang sebagai gerakan kecil yang
berdampak besar, mengajak anak-anak kembali jatuh cinta
pada cerita, dan mengajak orang tua kembali mendengarkan.
Bagi Visinema Studios sendiri, Na Willa
adalah film keluarga yang bisa dinikmati oleh penonton dari berbagai usia. Ini adalah film yang ingin membuat keluarga duduk bersama dan
benar-benar berbicara setelah lampu bioskop menyala kembali.
Berbagai kegiatan
dalam Na Willa School to School pun dirancang interaktif dan menyentuh. Untuk
siswa TK dan SD, mereka mengikuti sesi bercerita bersama penulis novel Na
Willa, Reda Gaudiamo,
yang membacakan langsung petualangan Na Willa. Anak-anak diajak berinteraksi,
bertanya, hingga ikut lomba mewarnai dan bernyanyi bersama, menghidupkan dunia
cerita dengan cara yang dekat dan hangat.
Sementara untuk
siswa SMP, kegiatan berlanjut ke lokakarya Menulis Memori Masa
Kecil. Dalam sesi ini, siswa belajar bagaimana
kejadian sederhana sehari-hari bisa diubah menjadi cerita yang bermakna,
seperti yang dilakukan Reda dalam Na Willa. Mereka juga ditantang membuat video
pendek tentang pesan moral atau kesan setelah menyaksikan cuplikan film,
melatih keberanian berekspresi sekaligus empati.
Penulis dan
sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari
mimpinya untuk semakin meningkatkan literasi anak dan
keluarga Indonesia.
“Mimpi terbesar kami adalah ingin
semakin meningkatkan literasi anak dan keluarga Indonesia. Kami ingin anak-anak
bisa membaca sekaligus punya momen dibacakan cerita, karena dari situlah
kedekatan tumbuh.” ujar Ryan.
“Kalau setelah
nonton film ini ada yang langsung ingin memeluk anaknya, atau ingin menelepon
orang tuanya, buat saya itu sudah lebih dari cukup.”
Produser Na Willa
sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menambahkan bahwa Na Willa School to School adalah cara untuk
menyalakan kembali rasa ingin tahu anak-anak.
“Lewat Na Willa School to School,
kami ingin mengajak kembali anak-anak dan para guru untuk bermain, berdiskusi
sambil menikmati suasana belajar yang menyenangkan. Na Willa adalah sosok yang
jujur, berani bertanya, memberikan pendapat dan penuh imajinasi. Kami ingin
semangat itu hadir di sekolah-sekolah untuk menjadi teman anak-anak,
mendengarkan mereka bercerita, dan merawat cita-citanya.”
Sementara itu, bagi
Reda Gaudiamo sendiri, program ini bukan hanya tentang buku atau film, tetapi
tentang hubungan.
“Kadang yang anak-anak butuhkan bukan jawaban, tapi telinga yang mau
mendengar. Mari kembali menciptakan kebahagiaan yang
pernah kita rasakan ketika kecil, dan jadikan itu milik anak-anak kita.”
Na Willa diadaptasi dari novel karya Reda
Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema
Studios, rumah
produksi di balik kesuksesan film animasi JUMBO, film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa dan peraih Piala Citra
FFI untuk Animasi Panjang Terbaik.
Film ini dibintangi
oleh Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy, Junior Liem,
Irma Rihi (Mak), Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla
Artalidia, hingga Ratna Riantiarno.
Na Willa akan tayang di bioskop Indonesia
pada Lebaran 2026. Bukan sekadar film besar, tapi film yang
ingin membuat keluarga pulang dengan hati yang lebih lembut, dan mungkin,
memulai percakapan yang sudah lama tertunda.
***
Sinopsis
Film Na Willa adalah perayaan terbesar untuk keluarga saat Lebaran
Kisah tentang Na
Willa, gadis enam tahun penuh imajinasi, percaya gang kecil tempat tinggalnya
adalah dunia penuh keajaiban. Tapi ketika teman-temannya mulai bersekolah dan
dunianya berubah, Na Willa belajar bahwa bertumbuh berarti merelakan tanpa
kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
Na Willa mengajak kita melihat kembali dunia
dari sudut pandang anak-anak: penuh imajinasi, keajaiban, dan rasa ingin tahu.
Film ini membawa keajaiban dalam dunia
sederhana yang dibuat untuk semua, untuk anak-anak, orang tua, dan siapa pun
yang rindu akan hangatnya keluarga dan masa kecil.
Catatan Produksi:
|
Judul Film |
: Na Willa |
|
Genre |
: Drama, Keluarga |
|
Sutradara |
: Ryan Adriandhy |
|
Produser Eksekutif |
: Herry B. Salim, Angga Dwimas Sasongko, Antonny Liem |
|
Produser |
: Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari |
|
Ko-Produser |
: Mia A. Santosa |
|
Produser Lini |
: Tersi Eva Ranti |
|
Asisten Sutradara |
: Mizam Fadilah Ananda |
|
Unit Manajer Produksi |
: K. Dwi Prasetya |
|
Sinematografer |
: Yadi Sugandi |
|
Desainer Produksi |
: Sri Rini Handayani |
|
Penata Busana |
: Astrid Rosiana Ishak |
|
Penata Rias |
: Notje M. Tatipata |
|
Penata Suara |
: Siti Asifa Nasution |
|
Penyunting |
: Teguh Raharjo |
|
Komposer |
: Ofel Obaja |
|
Pemeran |
: Luisa
Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Arsenio Rafisqy,
Irma Rihi, Junior Liem, Ira Wibowo, Melissa Karim, Nayla Purnama, Agla
Artalidia, Putri Ayudya dan Ratna Riantiarno. |
TENTANG VISINEMA GROUP
Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas
Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema Group (Visinema) memiliki visi untuk
menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem storytelling yang komprehensif. Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan
dan melahirkan konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati
oleh para pecinta film dan publik di berbagai saluran dan platform.
Visinema memiliki Visinema Pictures yang
menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik
dan impactful serta
memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; Visinema
Studios yang fokus menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga,
serta animasi dan puppet show;
Visinema Content yang melahirkan konten berkualitas yang dapat dinikmati di
platform streaming; dan
Skriptura yang memberikan layanan script development dan scriptwriting.
Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio
IP (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik, diantaranya adalah Cahaya Dari
Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang
Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden
Saleh, 13 Bom di Jakarta, Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di
layar bioskop, Nussa Official Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal
YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga Cemara yang telah
mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya
dalam industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk
karya yang dihasilkan.

Komentar
Posting Komentar