Langsung ke konten utama

Sejak "Pandangan Pertama", Sejak Saat Itu Kita Mencintai RAN

 Bersama Jakarta Movin dan Seraya Live, RAN Sukses Gelar Musikal "Pandangan Pertama" dan Ajak Penonton Merayakan Dua Dekade Berlari Bersama.





Jakarta, 21 April 2026 — Tahun 2026 adalah tahun yang istimewa bagi musik Indonesia. Grup musik RAN (Rayi, Asta, dan Nino), resmi memasuki usia dua puluh tahun. Dua dekade tanpa pergantian formasi, tanpa berhenti berkarya, dan tanpa pernah kehilangan tempat di hati pendengarnya. Sebuah pencapaian yang tidak banyak dimiliki oleh grup musik mana pun di negeri ini.

Dan mereka merayakannya dengan cara yang paling berani sekaligus paling personal, mengangkat lagu yang melahirkan mereka ke atas panggung teater.







Musikal “Pandangan Pertama” dari RAN sukses digelar pada 18 April 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bekerja sama dengan Jakarta Movin dan Seraya Live, pertunjukan ini bukan sekadar konser nostalgia, melainkan sebuah karya teater penuh yang menghidupkan kembali "Pandangan Pertama" dalam bentuk yang sama sekali baru, dengan seni peran, dramatisasi, dan musik yang mengalir menjadi satu cerita utuh. 








Penonton yang hadir tidak hanya bernyanyi bersama lagu yang sudah melekat bertahun-tahun, mereka dibawa masuk ke dalam sebuah cerita. Musikal ini mengikuti Asti dan Randi, dua orang yang setiap hari menyiarkan kisah-kisah cinta di radio, tapi justru gagal membaca perasaan mereka sendiri. Di tengah ambisi, kerumitan, dan munculnya sosok lain yang menawarkan kepastian, RAN hadir bukan sebagai pengisi latar, melainkan sebagai suara hati yang menemani setiap langkah keduanya. Persis seperti yang selama ini mereka lakukan untuk kita lewat karya-karyanya. 

 

Bagi RAN sendiri, musikal “Pandangan Pertama” itu bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah momen melingkari perjalanan, kembali ke titik nol, ke lagu yang menjadi segalanya. "Pandangan Pertama" bukan hanya lagu pertama mereka; ia adalah fondasi dari seluruh bangunan karir yang berdiri setelahnya.




"Kami tidak menyangka 'Pandangan Pertama' bisa sampai sejauh ini. Dari ajang lomba 20 tahun lalu dan sekarang bisa bertransformasi menjadi sebuah musikal. Rasanya seperti mimpi yang terus tumbuh," kata Rayi.  


“Ini bukan cuma soal lagu. Ini soal semua orang yang ikut perjalanan ini bersama kita.” tambah Nino.


Sementara itu, Asta yang selama ini selalu jadi suara yang paling tenang di antara ketiganya, mengakui bahwa malam itu berbeda dari pertunjukan mana pun yang pernah mereka lakukan, "Ada momen di tengah pertunjukan tadi di mana aku berdiri di sisi panggung dan nggak bisa ngomong apa-apa. Dua puluh tahun itu terasa nyata banget malam ini."

 

Sedikit tentang cerita mereka, RAN lahir dari persahabatan tiga teman SMA yang sama-sama percaya bahwa musik bisa jadi lebih dari sekadar hobi. Ketiganya menciptakan "Pandangan Pertama" dan membawanya ke Indonesian Song Festival di JakTV pada 2006. Mereka pulang dengan posisi kedua dan sebuah lagu yang ternyata membuka pintu segalanya termasuk menjadi cikal bakal lahirnya album debut RAN For Your Life yang membuat Indonesia pun jatuh hati. Sejak saat itu, lagu-lagu RAN hadir di hampir setiap momen penting dalam hidup kita dari perjalanan pagi hari sampai playlist iPod yang sudah lama tidak dibuka. RAN bukan hanya tumbuh sebagai grup musik, mereka tumbuh bersama kita, menjadi semacam teman hidup yang tidak pernah pergi.

Dan teman yang baik, tentu saja, selalu punya kejutan.

Setelah sukses dengan musikal, RAN secara resmi mengumumkan akan merilis ulang music video "Pandangan Pertama" sebuah penghormatan terhadap lagu yang dua puluh tahun lalu memulai semuanya, kini dihadirkan kembali dengan wajah baru. Ini adalah cara RAN mengajak kita semua untuk sekali lagi berdiri di titik yang sama, di awal, di momen pertama, di pandangan pertama yang mengubah segalanya.

Dan sebagai penutup tahun yang penuh tonggak sejarah ini, RAN juga tengah mempersiapkan Konser 20 Tahun RAN pada akhir 2026, sebuah perayaan yang menjanjikan lebih dari sekadar pertunjukan musik. Dua puluh tahun dan hari ini RAN bukan hanya tentang musik namun tentang persahabatan, mimpi, dan keputusan untuk memilih terus berlari bersama. 

"Dua puluh tahun itu bukan garis akhir. Buat kami, ini baru babak berikutnya dan kami mau terus berlari, bareng kalian semua." tutup Nino.



Tentang RAN 

RAN adalah grup musik asal Jakarta yang telah berkarya sejak 2006. Terdiri dari Rayi, Asta, dan Nino, mereka dikenal lewat musik pop, R&B, soul, dan funk yang ringan di telinga tapi dalam di rasa. Dengan formasi yang tidak pernah berubah sejak hari pertama, RAN telah menemani dua generasi pendengar Indonesia melewati momen-momen paling personal dalam hidup mereka dan di tahun 2026 ini, perjalanan itu memasuki babak yang kedua puluh.

 

 

Info Media Sosial resmi RAN: 

 

YouTube RAN 

: https://www.youtube.com/@RANforyourlife 

Instagram RAN

: https://www.instagram.com/ranforyourlife/ 

Instagram Rayi 

: https://www.instagram.com/rayiputra26/ 

Instagram Asta 

: https://www.instagram.com/astaandoko/ 

Instagram Nino 

: https://www.instagram.com/ninokayam/ 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...