Langsung ke konten utama

Lagu “Keluarga” Karya Glenn Fredly yang Belum Pernah Dirilis Dinyanyikan Yura Yunita, Bicarakan Arti Menjadi Keluarga

 Lagu berjudul “Keluarga” ciptaan Glenn Fredly akan menjadi OST dari film “Glenn Fredly The Movie.”


Jakarta, 15 Maret 2024 — Glenn Fredly meninggalkan banyak kesan terhadap orang terkasih di sekitarnya. Termasuk untuk para pendengar karya-karyanya. Sebuah lagu yang belum sempat dirilis oleh Glenn Fredly dan masih tersimpan di handphone Glenn, akhirnya berhasil diselesaikan. Lagu berjudul “Keluarga” itu dinyanyikan oleh Yura Yunita.

Lagu “Keluarga” tersebut memiliki lirik yang membicarakan tentang arti menjadi keluarga. Bagaimana berkumpul dalam suasana yang menyenangkan merupakan momen yang tak ternilai harganya. Berbagi tawa dan cerita, serta menerima kurang dan lebih satu sama lain anggota keluarga. Dengan aransemen minimalis gitar dan piano yang manis, dibalut vokal Yura yang lembut, memberikan lagu ini nuansa yang mengajak pendengarnya untuk memaknai penerimaan satu sama lain sebagai sebuah keluarga.

Terasa spesial karena lagu yang diciptakan oleh Bung Glenn itu kini bisa didengarkan oleh publik, dan akan menjadi OST untuk film “Glenn Fredly The Movie” yang akan tayang tahun ini. Proses penemuan lagu ini terjadi ketika produser “Glenn Fredly The Movie” dan DAMN! I Love Indonesia Pictures sedang melakukan riset tentang keluarga Bung Glenn. Diharapkan, lagu “Keluarga” bisa menjadi OST “Glenn Fredly The Movie” yang mampu memberikan impak lebih dan mengetahui lebih mendalam tentang film dan visi yang dimiliki oleh Bung Glenn.

“Kami menemukan sebuah lagu yang sempat direkam oleh almarhum Glenn Fredly di handphone pribadinya. Ini direkam setelah putrinya lahir ke dunia. Seperti yang kita semua tahu, sebulan setelah putrinya lahir, Bung Glenn meninggal dunia. Judul lagu tersebut adalah “Keluarga.” Mengingat visi Bung Glenn bukan hanya memimpikan keluarga pribadi untuk dirinya tapi juga mengharapkan kita, satu Indonesia juga bisa menjadi sebuah keluarga besar, tanpa melihat lagi perbedaan. Sehingga, untuk original soundtrack “Glenn Fredly The Movie” kami memutuskan menyelesaikan lagu ini sebagai bentuk dedikasi ke Bung Glenn,” kata produser “Glenn Fredly The Movie” Daniel Mananta.


Yura, yang dipercaya menyanyikan lagu “Keluarga” tentu bukan sosok yang asing. Bung Glenn adalah sosok sahabat, mentor, sekaligus temannya baik dalam hidup dan karier bermusik Yura. Ia pun mengungkapkan rasa haru saat diminta untuk membawakan lagu ini.

“Membawakan lagu “Keluarga” yang diciptakan Kakak Glenn yang belum pernah dirilis dan kini setelah dia meninggalkan kita semua, rasanya seperti kembali berbicara dengannya. Lagu “Keluarga” memberikan makna tentang bagaimana kita bisa saling memahami kekurangan satu sama lain dan perbedaan yang ada sebagai anggota keluarga. Bukan hanya dalam lingkup keluarga pribadi, tetapi secara lebih jauh juga bisa dimaknai bagaimana kita sesama manusia bisa saling memahami. Semoga lagu “Keluarga” yang akan menjadi OST “Glenn Fredly The Movie” bisa memberikan kita ruang untuk lebih mengenali sosok Kak Glenn lebih dekat,” kata Yura.

Lagu “Keluarga” ciptaan Glenn Fredly yang dinyanyikan Yura Yunita akan tersedia di seluruh DSP dan akan menjadi OST “Glenn Fredly The Movie.” Film “Glenn Fredly The Movie” merupakan persembahan dari Time International Films yang diproduksi oleh DAMN! I Love Indonesia Pictures bekerja sama dengan Adhya Pictures. Ikuti terus perkembangan informasi mengenai film “Glenn Fredly The Movie” di media sosial resmi Instagram @glennfredlythemovie dan @adhyapictures.


Tentang Yura Yunita

Yura Yunita adalah penyanyi dan penulis lagu perempuan yang lagu-lagu hitsnya sudah tidak asing di Indonesia. Yura menjadi Artis Solo Wanita Pop Terbaik versi AMI Awards sebanyak 4 kali di 2017, 2018, 2022 dan 2023. Sementara karya seni yang membentuk lagu-lagunya pun meraih penghargaan, seperti Piala Maya 2022 untuk Video Klip Musik “Dunia Tipu-Tipu” dan Piala Citra Festival Film Indonesia 2023 untuk Pencipta Lagu Tema Terbaik lewat lagu “Jalan Pulang.”

Selain musik, masyarakat mengenalnya sebagai inspirasi dalam pemberdayaan perempuan dan sosok yang aktif dalam mendukung kawan-kawan di komunitas disabilitas. Tidak hanya di Indonesia, ia juga memiliki potensi pasar di Asia Tenggara. Yura terpilih ke dalam ‘99 Most Inspiring Women 2019’ oleh GlobeAsia Magazine. Yura mulai dikenal di Malaysia, Singapura, dan Filipina karena single kolaborasinya dengan 11 penyanyi wanita Asia Tenggara yang berjudul ‘Heal’. Yura pun menjadi perwakilan Indonesia untuk membawakan OST Mulan dari Walt Disney, ‘Reflection’, bersama tiga penyanyi perempuan Indonesia lainnya.


Tentang TIME International Films

Bermula dari sebuah misi untuk menyoroti industri perfilman Indonesia di kancah global, Time International Films kini menjelma sebagai salah satu rumah produksi prominen dengan ragam karya yang memikat perhatian audiens lintas generasi dan latar belakang. Dengan tim kreatif yang terdiri dari sineas lokal dan internasional, sejumlah film Indonesia peraih penghargaan dan nominasi bergengsi karya Time International Films pun telah dinikmati oleh jutaan penonton layar lebar.

Tak hanya sukses memproduksi film penuh aksi, seperti The Raid (2011), The Raid 2 (2014), dan Foxtrot Six (2019), Time International Films juga menghanyutkan para penikmat karya sinema ke dalam kisah inspiratif melalui Susi Susanti: Love All (2019). Di bawah pimpinan Irwan D. Mussry selaku President & Executive Director, Time International Films berfokus di bidang pendanaan, penempatan ekuitas, sponsorship oleh brand, pemuatan produk, dan distribusi film secara global.

Merupakan bagian dari Time International Group, pengembang merek dan perusahaan ritel terdepan di bidang produk jam tangan, mode, dan gaya hidup di Indonesia, Time International Films berkomitmen untuk mengapresiasi tinggi perfilman Indonesia dan membawanya ke level selanjutnya.


Tentang DAMN! I Love Indonesia Pictures

DAMN! I Love Indonesia Pictures adalah rumah produksi berbasis di Jakarta, Indonesia yang telah sukses memproduksi film biopik Susi Susanti: Love All yang mendapat 13 nominasi di Festival Film Indonesia 2020. Bermula dari brand fashion DAMN! I Love Indonesia yang dikenal dengan desain yang menampilkan budaya, tradisi, dan keindahan alam Indonesia, kini DAMN! I Love Indonesia mengembangkan bisnisnya ke sektor entertainment dengan menghadirkan rumah produksi DAMN! I Love Indonesia Pictures. Melalui film Glenn Fredly The Movie, DAMN! I Love Indonesia Pictures kembali menghadirkan film tentang sosok berpengaruh Indonesia yang memberi inspirasi.


Tentang Adhya Pictures

Adhya Pictures merupakan anak perusahaan multi-bisnis Adhya Group, yang secara khusus berkiprah di dalam hulu ke hilir industri film, mulai dari Film Financing, Distributor & Content Aggregator, Marketing & Promotion Service, hingga produksi Visual Effects & CGI. Adhya Pictures berkomitmen untuk mendukung dan memajukan industri film Indonesia di panggung lokal dan internasional melalui karya film berkualitas yang bisa dinikmati oleh audiens Indonesia.

Adhya Pictures melalui dua talenta di dalam proyeknya berhasil meraih Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2023: Reza Rahadian sebagai pemeran pria terbaik dalam Berbalas Kejam dan Kalvin Irawan (Lumine Studio) penata visual efek terbaik dalam Sri Asih. Afiliasi dari Adhya Pictures: Kathanika Films, Lumine Studio, DAMN! I Love Indonesia Pictures, Satria Dewa Studio, Peregrine Studios, Wong Vardha.

Hasil karya dari Adhya Pictures antara lain: Berbalas Kejam (2023, Prime Video), Mantra Surugana (2023), Gampang Cuan (2023), dan yang akan datang segera: Tulang Belulang Tulang, Romeo Ingkar Janji, Goodbye Farewell.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...