Langsung ke konten utama

 Pertunjukan berlangsung di stadion kebanggaan Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis, 6 Juni 2024.


Jakarta, 7 Juni 2024 — Untuk pertama kalinya, pertandingan sepakbola yang melibatkan tim nasional Indonesia memiliki Half Time dan Full Time Show. Pendekatan sportainment yang dipraktikkan pertama kali di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak ini, jadi sebuah kemasan yang segar. Sal Priadi jadi bagian dari cerita itu.

Ia ditunjuk untuk tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) membawakan beberapa lagu di hadapan puluhan ribu penonton saat laga kandang timnas pada Kamis (6/6/2024).

Ia tampil dua kali, saat jeda laga dan di penghujung pertandingan. Di paruh penampilan pertama, Sal Priadi menyanyikan Indonesia Pusaka. Sementara di ujung hari, ia menyanyikan Tanah Air dan single Dari planet lain.

Sal yang mengenakan setelan monokrom atasan putih dan celana hitam dari jenama Kraton karya desainer Auguste Soesastro, yang dipadukan oleh Hagai Pakan sebagai penata busananya, pada malam itu juga mampu menghipnotis para suporter Timnas. Dari tribun, para suporter pun ikut bernyanyi bersama Sal.



“Deg-degan tentu saja, menyanyi di hadapan puluhan ribu orang. Ini adalah kesempatan yang langka dan suatu pencapaian terbaru bagi saya. Ini juga crowd terbesar yang pernah saya hadapi,” kata Sal Priadi tentang penampilan terbarunya di SUGBK.

Pertandingan melawan Irak menjadi salah satu babak penting kiprah Timnas Indonesia yang sedang mencoba mengukir pencapaian baru di lapangan hijau.



“Prosesnya menarik sekali. Ada di tengah-tengah penonton yang datang berbondong-bondong mendukung timnas itu pengalaman yang unik. Biasanya kan ikut nonton, ini harus siap-siap main bersama tim di belakang pertandingan. Sambil siap-siap sambil mantau pertandingan di layar ponsel,” ceritanya lagi.

Tiga lagu yang dinyanyikan jadi episode penting untuk karir Sal Priadi. Terlebih, di luar dua lagu nasional yang sudah mendarah daging, ia juga berkesempatan menyanyikan Dari planet lain, salah satu single dari album MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS.

Saat ini, Sal Priadi sedang mempersiapkan tur keliling ke beberapa kota untuk memperdengarkan langsung secara utuh materi-materi dari album tersebut. Informasi tentang tur akan dirilis via www.salpriadi.com dalam waktu dekat. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...