Langsung ke konten utama

Film Misteri Horor Perdana Palari Films yang Disutradarai Anggi Noen “Tebusan Dosa” Merilis Teaser Poster dan Trailer yang Penuh Misteri

 Film “Tebusan Dosa” dibintangi oleh Happy Salma, Putri Marino, dan aktor Jepang Shogen.



Jakarta, 19 Agustus 2024 — Film Misteri horor pertama persembahan rumah produksi Palari Films, “Tebusan Dosa” yang disutradarai Yosep Anggi Noen, merilis official teaser poster dan trailer melalui kanal media sosial dan Youtube Palari Films. Dalam teaser poster, diperlihatkan sosok perempuan tua misterius dengan wajah tak dikenal. Tangan sosok tersebut memegang anak kecil perempuan yang mengenakan gaun merah. Keduanya seperti berada dalam dunia lain. Sementara Happy Salma dan Putri Marino, yang berada di samping keduanya, terlihat dengan begitu jelas. Di bagian tengah poster, terdapat tagline: “Saatnya Menebus Dosamu”. Teaser poster film misteri horor “Tebusan Dosa” memberikan petunjuk tentang sosok yang akan menghantui serta para karakter utama di film ini.

Sementara itu, dalam teaser trailer “Tebusan Dosa”, diperlihatkan Happy Salma yang memerankan sebagai Wening, tengah dalam proses pencarian anak perempuannya yang hilang, Nirmala. Dalam teaser trailer juga diperlihatkan Putri Marino (berperan sebagai Tirta), yang turut membantu Wening dalam mengungkap misteri hilangnya Nirmala. Tirta adalah kreator konten podcast horor. Namun, dalam potongan-potongan adegan yang ditunjukkan, ada rahasia yang belum terungkap. Scoring musik dan visual teaser trailer “Tebusan Dosa” membawa penonton pada sensasi penelusuran misteri dengan nuansa horor yang menyelimuti di baliknya.

“Tebusan Dosa” berkisah tentang Wening (Happy Salma), seorang ibu yang mengalami hari tragis ketika anak perempuannya yang berusia 11 tahun, Nirmala, hilang setelah mereka mengalami kecelakaan. Di kecelakaan tersebut, ibu Wening juga meninggal dunia.

Wening kemudian melakukan pencarian terhadap Nirmala, dibantu oleh Tetsuya (diperankan oleh aktor Jepang, Shogen), seorang peneliti Jepang yang tinggal di desa Wening. Ketika menghadapi rasa putus asa, Wening bertemu dengan kreator konten siniar (podcast) misteri horor bernama Tirta (Putri Marino) yang kemudian turut membantu. Semasa pencarian Nirmala, Wening terus dihantui kehadiran hantu ibunya yang telah meninggal. Sementara rahasia gelap dari suaminya perlahan terungkap.

“Tebusan Dosa” menjadi kolaborasi pertama kalinya untuk Happy Salma dan Putri Marino. Sementara ini menjadi kolaborasi ketiga Putri Marino bersama Palari Films setelah “Posesif” (2017) dan “Kabut Berduri” (2024). Sementara itu, Shogen merupakan aktor Jepang yang sebelumnya telah banyak membintangi film-film yang mendapat sorotan di festival film internasional seperti “Genshan Punch (2021, world premiere dan mendapat penghargaan Kim Jiseok Award di Busan International Film Festival), serta “December” (nominasi Kim Jiseok Award di Busan International Film Festival 2022).

Selain menyutradarai, Anggi Noen juga menulis skenario bersama Alim Sudio. Film “Tebusan Dosa” diproduseri Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia. Produser Muhammad Zaidy menjelaskan, film “Tebusan Dosa” menjadi kolaborasi perdana Palari Films bersama sutradara Anggi Noen, sekaligus menjadi film bergenre perdana mereka.

“Yosep Anggi Noen selalu mengeksplorasi sisi artistik di setiap film-film yang disutradarainya. Dalam kolaborasi perdana Palari Films bersamanya, kami percaya Anggi Noen dapat menciptakan film misteri horor yang autentik dan menawan. kata produser “Tebusan Dosa” Muhammad Zaidy.

Sementara itu, Anggi Noen yang selama ini dikenal melalui karya-karya film arthouse dan dramanya, belakang juga mulai mengeksplorasi film genre. Setelah menggarap film bergenre kriminal-distopia, kini Anggi merasa tertantang untuk menggarap film misteri horor melalui “Tebusan Dosa”.

“Saya merasa tertantang untuk membuat film misteri horor, sebuah genre yang disukai oleh banyak penonton di Indonesia dan di seluruh dunia. Fokus dari film ini adalah seorang ibu yang kehilangan anaknya,” kata sutradara “Tebusan Dosa” Anggi Noen.

“Tebusan Dosa” akan menjadi film misteri horor yang begitu dinantikan dari Palari Films dan Yosep Anggi Noen. Palari Films sejauh ini telah meraih berbagai penghargaan di dalam negeri juga internasional, diantaranya Golden Leopard di Locarno International Film Festival. Begitu juga Anggi Noen yang karya-karyanya selalu dinantikan penonton internasional. Film-filmnya juga telah menerima berbagai penghargaan dari berbagai festival film internasional seperti Locarno International Film Festival dan Busan International Film Festival.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film horor perdana persembahan Palari Films, “Tebusan Dosa” melalui akun Instagram resmi @palarifilms.




Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”. Film ini membawa pulang Golden Leopard, penghargaan utama dalam kategori kompetisi internasional (Concorso Internazionale).

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah“Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017), dan terbaru “Kabut Berduri” yang menjadi film Netflix Original Indonesia dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...