Langsung ke konten utama

Angka statistik baru, pencapaian baru untuk Sal Priadi

 Album MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS membawa rekor baru untuk Sal Priadi. Ia jadi penyanyi laki-laki Indonesia yang paling banyak didengarkan di Spotify.



Jakarta, 13 September 2024 - Di bulan September 2024 ini, album kedua Sal Priadi, MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS menginjak usia lima bulan. Secara utuh, ia dirilis pada penghujung April 2024, setelah bagian pertamanya dirilis lebih dulu pada 2022. Lima belas lagu di dalamnya, menjadi lagu tema untuk keseharian jutaan orang.

Di akhir Agustus 2024 lalu, ada rekor statistik baru yang dicatat oleh Sal Priadi. Di platform Spotify, pendengar bulanannya menyentuh angka 11 juta. Ini membuatnya menjadi penyanyi solo laki-laki asal Indonesia yang paling digemari di seluruh jagad Spotify berdasarkan statistik pendengar.

MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS berisi sejumlah hits penting bagi karir Sal Priadi, seperti Kita usahakan rumah itu, Mesra-mesraannya kecil-kecilan dulu, Dari planet lain, Semua lagu cinta dan lagu penting yang punya relasi banyak dengan para pendengarnya, Gala bunga matahari.

Fakta menarik yang mungkin belum diketahui publik: Gala bunga matahari sebenarnya tidak dirancang untuk menjadi single. Lagu itu, mencuri perhatian publik lewat relasi yang berhasil dibangun dalam kisah yang dikandungnya.

Selain itu, video klipnya yang digarap oleh kolaborator lama Sal Priadi, Aco Tenriyagelli, juga mencatat pencapaian baru untuk Sal Priadi di platform YouTube. Video tersebut berada di posisi nomor #1 selama 21 hari dalam YouTube Trending Music Video Indonesia.



Sejak akhir Agustus 2024 lalu, Sal Priadi sedang menjalankan Tur Zuzuzaza 2024, sebuah pertunjukan lengkap yang mampir ke sejumlah kota untuk memainkan album MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS secara utuh, lengkap dengan berbagai interpretasi di luar aspek audio yang biasanya didengarkan publik.

Tur ini diselenggarakan oleh (p) –dibaca Orang Pertunjukan– dan Seraya Live. Pertunjukanpertunjukan ini, membuatnya bisa menyampaikan ide-ide yang mampir ke dalam dirinya untuk kemudian jadi medium ekspresi bagi orang banyak.

Lima belas lagu dari MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS bisa didengarkan di Spotify dan sejumlah platform digital. Album ini dirilis oleh (p), label Sal Priadi. (*)

===

Album MARKERS AND SUCH PENS FLASHDISKS bisa didengarkan di berbagai link berikut:
https://salpriadi.bfan.link/MARKERSANDSUCHPENSFLASHDISK

Sementara beberapa video musik dari album ini juga bisa dicek di channel Youtube Sal Priadi, yang bisa dikunjungi di:
https://www.youtube.com/@SalPriadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...