Langsung ke konten utama

KawanKawan Media Rilis Official Trailer “Tale of the Land”, Film Indonesia yang Berkompetisi di Program New Currents Busan International Film Festival 2024

Diproduksi oleh KawanKawan Media, “Tale of the Land” dibintangi Shenina Cinnamon, Arswendy Bening Swara, Angga Yunanda, dan Yusuf Mahardika



Jakarta, 1 Oktober 2024 — Di pulau Kalimantan, di mana realitas dan fantasi berbaur menjadi satu, “Tale of the Land” muncul sebagai sebuah perjalanan yang terinspirasi dari masyarakat adat. Menyambut penayangan perdana (world premiere) film tersebut di Busan International Film Festival 2024, KawanKawan Media merilis official trailer film “Tale of the Land” yang berlatar belakang alam dan perairan terbuka, bisa disaksikan di sini: https://youtu.be/_mOEFlzmBpc?si=6lixPy3eCP9Ko7QS

“Tale of the Land” akan berkompetisi di program New Currents di Busan International Film Festival 2024. Film ini menandai debut Loeloe Hendra sebagai sutradara dan penulis. Produser Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma dari KawanKawan Media, yang terkenal dengan film-film mereka yang mendapat banyak penghargaan seperti “Autobiography” dan “Tiger Stripes”, mengorkestrasi sebuah produksi yang sangat intim dan inovatif dalam “Tale of the Land”. Dengan memahami ketidakpastian lingkungan alam Kalimantan, mereka merancang produksi dan pengaturan yang efektif untuk mengatasi tantangan yang ada. Dengan mengambil 90% film di atas air, film ini menciptakan pengalaman yang imersif, memperkuat elemen fantasinya.

“Tale of the Land” berpusat pada seorang gadis Dayak bernama May, yang diperankan oleh Shenina Cinnamon. May dihantui oleh trauma kematian orangtuanya dalam sebuah konflik tanah, yang membuatnya tidak dapat menginjakkan kaki di tanah. May tinggal bersama kakeknya, Tuha (diperankan oleh Arswendy Bening Swara), di sebuah rumah terapung yang terombang-ambing di atas danau yang jauh dari daratan. Bagi sutradara Loeloe Hendra, karakter May merupakan alegori yang merefleksikan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat adat di seluruh dunia yang tanah airnya terus berubah akibat tekanan dunia modern.

Sutradara Loeloe Hendra mengatakan, “Tale of the Land menyajikan sebuah kisah tentang tanah. Secara pribadi, film ini merupakan gabungan dari imajinasi masa kecil saya dan realitas sosial masyarakat di Kalimantan saat ini. Dari sini saya ingin menunjukkan bahwa ada sesuatu yang berubah dan bergeser. Kondisi yang terjadi pada karakter May adalah bentuk pertanyaan saya tentang situasi tersebut. Bagaimana jika manusia tidak bisa hidup di atas tanah? Bagaimana jika kita memiliki tanah yang luas, tapi kita tidak bisa menginjakkan kaki di atasnya lagi? Bagaimana dengan seseorang yang lahir di tanah leluhurnya, namun kemudian terpaksa pergi hingga ajal menjemput dan tidak bisa kembali lagi ke tanah
kelahirannya.”



KawanKawan Media sangat senang dapat menyatukan bakat luar biasa dari Shenina Cinnamon dan Arswendy Bening Swara dalam “Tale of the Land”. Shenina siap memukau penonton sekali lagi setelah penampilannya yang luar biasa dalam “24 Jam Bersama Gaspar” (Yosep Anggi Noen, 2023). Arswendy, yang dianugerahi Aktor Terbaik di Festival Film Internasional Marrakech 2022 untuk film “Autobiography” (Makbul Mubarak, 2022), bertemu kembali dengan Cinnamon setelah keduanya memainkan peran utama dalam “Badrun & Loundri” (Garin Nugroho, 2023). Bergabung dengan para pemeran utama adalah Angga Yunanda dan Yusuf Mahardika.

Produser Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma mengatakan, “Tale of the Land di-shoot di sebuah delta sungai pedalaman yang berubah secara dramatis selama musim hujan, saat air mencapai puncak debitnya. Tugas utama kami adalah menemukan momen terbaik untuk pengambilan gambar, yaitu ketika air berada pada debit tertinggi. Kemudian datanglah tantangan berikutnya: musim hujan selalu datang dengan angin dan badai. Proses produksi selalu tentang menemukan cara teraman untuk melakukan pengambilan gambar di musim hujan yang penuh dengan angin dan badai dan kami sangat senang film ini akhirnya akan tayang perdana di Busan International Film Festival.”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...