Langsung ke konten utama

RUMAH PRODUKSI FILM ASAL INDONESIA JADI SOROTAN MEDIA INTERNASIONAL

 


Jakarta, 6 Oktober 2024 – Media hiburan terkemuka, Variety, menyoroti rumah produksi asal Indonesia, Forka Films. Bertepatan dengan rampungnya proses syuting film Angkara Murka, Forka Films merilis deretan judul produksi terbarunya. Forka Films sebelumnya dikenal sebagai rumah produksi dengan nama Fourcolours Films dan banyak memproduksi film-film berkualitas dan berprestasi di festival-festival film nasional dan dunia, seperti Si, (2014), Turah (2016), Sekala Niskala (2017), Kucumbu Tubuh Indahku (2018), Yuni (2021), Nana (Before, Now & Then, 2022), dan serial Gadis Kretek (CigareCe Girl, 2023) yang baru saja mendapatkan penghargaan Best Miniseries di Seoul International Drama Awards 2024. 


Dilansir dari artikel Variety (3 Oktober 2024), Ifa Isfansyah, pendiri dan produser Forka Films, menyampaikan, “Saya tidak pernah segembira ini sebagai produser. Dengan film Angkara Murka dan proyek-proyek baru kami, kami menjelajahi wilayah-wilayah kreatif yang baru dan menantang diri kami sendiri, sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.” 


Angkara Murka (Mad of Madness) adalah debut film panjang sutradara muda Eden Junjung, yang sebelumnya dikenal lewat film-film pendeknya seper: Happy Family, Bura, Flower in the Wall, dan The Intrusion. Film yang dinan:kan ini membawa kisah penuh ketegangan tentang seorang istri yang berjuang di tengah misteri hilangnya suaminya. Film ini dipresentasikan di Project Market NAFF It Project di Bucheon Fantastic Film Festival 2024 dan baru saja menyelesaikan proses syutingnya. Film ini dijadwalkan rampung pada awal 2025.


Proyek film yang juga sangat dinan:kan adalah Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java), karya sutradara peraih penghargaan Kamila Andini. Setelah sukses dengan Yuni (2021), Before, Now & Then (2022), dan Gadis Kretek (CigareCes Girl, 2023), Kamila Andini kembali dengan eksplorasi mendalam tentang perjalanan seorang penyintas kekerasan seksual yang berusaha menemukan kembali makna rumah dan keluarga. Film ini diproduksi bersama Anthony Chen dari Giraffe Pictures, Singapura.


Lewat kolaborasinya dengan Miles Films, Forka Films akan memproduksi satu proyek film, yaitu Amuk Harimau (Cubs). Film yang mengangkat cerita drama remaja yang menggugah ini merupakan kolaborasi perdana sutradara Riri Riza dan produser Ifa Isfansyah, yang juga melibatkan produser eksekutif Mira Lesmana dari Miles Films. Film ini diprediksi akan mendapat sorotan internasional, diawali dengan undangan dari Taiwan Creative Content Fest (TCCF) 2024. 

 


Forka Films juga akan memproduksi film Putaran Maut (Death of Spin) yang disutradarai oleh BW Purbanegara, yang sebelumnya menarik perha:an Busan Film Festival 2023 lewat film Ziarah. Film Putaran Maut merupakan film thriller psikologis penuh intrik tentang jurnalis muda yang menyelidiki kematian misterius. Film ini diadaptasi dari film U-Turn karya Pawan Kumar yang telah di-remake dalam tujuh bahasa. 


Selain itu, Forka Films juga akan berkolaborasi dengan sutradara-sutradara muda lewat proyek film Little Pa dan The Period of Her. Little Pa, debut film panjang sutradara muda Adetriyan. Film ini akan menggali kisah menyentuh tentang hubungan seorang pemuda dengan anak yang ditemukannya, menawarkan refleksi hangat tentang pengasuhan dan dinamika keluarga di Indonesia. 


Sementara The Period of Her, sebuah film antologi yang akan mengeksplorasi kehidupan empat wanita dalam menghadapi tekanan sosial dan norma gender. Film antologi ini disutradarai oleh empat sutradara muda perempuan paling menjanjikan di Indonesia, yaitu Erlina Rakhmawa:, Praditha Blifa, Sarah Adilah, dan Yulinda Dwi Andriyani.

“Kolaborasi antara talenta baru dengan pengalaman sutradara-sutradara papan atas menciptakan lingkungan dinamis bagi berkembangnya kreativitas. Kami berharap sinema Indonesia terus berkembang, baik dalam keragaman cerita maupun bakat-bakat di balik layarnya,” pungkas Ifa Isfansyah.

Nantikan dan ikuti perkembangan judul-judul produksi terbaru Forka Films ini melalui akun-akun sosial media Forka Films.


AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram : @forkafilms

YouTube : @forkafilms

Hashtag : #ForkaFilms


KONTAK MEDIA:

Emira Parady:a +62 822-1197-5148

kontak.thepublicist@gmail.com


Tentang FORKA FILMS

Forka Films, sebelumnya dikenal sebagai Fourcolours Films, adalah sebuah perusahaan produksi film yang berbasis di Indonesia, dipimpin oleh sutradara dan produser Ifa Isfansyah. Sejak didirikan pada tahun 2001, Forka Films secara ak:f memproduksi filmfilm yang telah mendapatkan penghargaan di berbagai fes:val film internasional.

Beberapa karya terkemuka yang diproduksi oleh Forka Films, antara lain:

• Si8 (Eddie Cahyono, Telluride 2015)

• Turah (Wicaksono Wisnu Legowo, Film Resmi Indonesia untuk OSCARS 2018)

• The Seen and Unseen (Kamila Andini, Toronto 2017)

• Memories of My Body (Garin Nugroho, Venice Orizzon: 2018)

• Yuni (Kamila Andini, Penghargaan Plakorm Prize di Toronto 2021)

• Before, Now & Then (Kamila Andini, Berlinale Silver Bear 2022)

• CigareHes Girl (Ifa Isfansyah & Kamila Andini, Best Mini Series Seoul Interna:onal Drama Awards 2024)

Forka Films terus mendukung keberagaman sinema Indonesia dan dunia, serta fokus pada menemukan dan membina talenta baru di Indonesia. Perusahaan ini memiliki visi untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan memberikan kontribusi besar pada perfilman Indonesia di kancah internasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...