Langsung ke konten utama

Film “Tak Ingin Usai di Sini” Umumkan Jajaran Pemeran: Bryan Domani, Vanesha Prescilla, Davina Karamoy, dan Rayn Wijaya. Syuting Akan Berlangsung Mulai November 2024

 Film “Tak Ingin Usai di Sini” dijadwalkan tayang pada tahun 2025 di bioskop Indonesia



Jakarta, 26 November 2024 Setelah kesuksesan ‘Kuasa Gelap,’ Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment mengumumkan proyek film terbaru mereka. Film drama romance berjudul ‘Tak Ingin Usai di Sini’ akan segera memasuki tahap produksi pada akhir tahun 2024, ditulis dan disutradarai oleh Robert Ronny. Andi Boediman dari Ideosource Entertainment menjadi produser eksekutif film ini.


Dalam konferensi pers Kick Off Film ‘Tak Ingin Usai di Sini’, Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment juga mengumumkan para bintang yang akan bermain di dalam film. Mereka adalah Bryan Domani, Vanesha Prescilla, Davina Karamoy, Rayn Wijaya, Asha Assuncao, Jinan Safa, Indian Akbar, Anya Zen, Tanta Ginting, dan Rukman Rosadi.

Film ‘Tak Ingin Usai di Sini’ diadaptasi dari film Korea berjudul ‘More Than Blue’ (2009) yang juga sudah diadaptasi menjadi film Taiwan yang sukses di seluruh Asia di tahun 2018. Mengisahkan perjalanan emosional K (Bryan Domani) dan Cream (Vanesha Prescilla). Di film ini, juga akan mengangkat tema tentang hubungan tanpa status.

Setelah mengetahui bahwa ketakutan Cream adalah ditinggal sendirian, K ingin mendesak Cream untuk menikahi pria yang baik dan sehat dengan cara beberapa kali menjodohkannya tetapi penyakit kanker perlahan menelan K hingga waktunya semakin tipis. Apabila gagal, dia akan melihat Cream menjalani kehidupan yang sedih dalam kesendirian.


Menjelang syuting, para pemain telah menjalani sesi reading dan workshop akting secara intensif. Film ini sekaligus menjadi kolaborasi perdana Bryan Domani dan Vanesha Prescilla sebagai pemeran utama, sementara Vanesha kembali bekerja sama dengan Paragon Pictures dan Robert Ronny setelah film ‘Backstage’ (2021).

Penulis dan sutradara ‘Tak Ingin Usai di Sini’ Robert Ronny menjelaskan kisah di film ini akan memberikan perasaan manis namun sekaligus getir bagi penonton. Film ini sekaligus menjadi comeback bagi Robert Ronny sebagai sutradara. Terakhir, ia menyutradarai film ‘Critical Eleven’ (2017), atau pada tujuh tahun silam.


Robert Ronny - Produser, Penulis, & Sutradara


Menjelang syuting, Robert Ronny pun membagikan antusiasmenya. “Senang akhirnya bisa memulai produksi film ini yang sudah kami rencanakan sejak tahun 2019. Saya senang bekerja sama dengan semua aktor yang ada di film ini yang semua saya pilih sendiri. Saya sangat paham dengan cerita tentang kehilangan dan pengorbanan yang menjadi tema film ini. Semoga film yang personal ini juga bisa mendapatkan ruang di hati para penonton film Indonesia,” kata penulis dan sutradara film drama romance ‘Tak Ingin Usai di Sini’ Robert Ronny.

Andi Boediman - Executive Producer

Andi Boediman, produser eksekutif, menambahkan, “Ideosource Entertainment bersama Paragon Pictures terus menghadirkan karya yang memiliki kekuatan cerita yang dekat dengan penonton Indonesia. Setelah sukses dengan genre horor, kami kini ingin menampilkan keragaman genre, termasuk kisah melodrama yang menyentuh.”

Vanesha Prescilla

Vanesha Prescilla juga mengungkapkan rasa terharunya saat pertama kali membaca skenario, “Saat baca naskahnya, aku terharu banget. Sejauh ini kami sudah melakukan persiapan dengan matang. Semoga diberikan kelancaraan saat syuting dan memberikan hasil yang baik dan film ‘Tak Ingin Usai di Sini’ bisa menghibur penonton,” kata Vanesha Prescilla.

Bryan Domani, yang pertama kali bekerja sama dengan Vanesha Prescilla dan Robert Ronny juga menambahkan, persiapan menjelang syuting berjalan dengan baik dan tidak sabar untuk menantikan perjalanan berikutnya bersama film ‘Tak Ingin Usai di Sini’.

Bryan Domani

“Aku sudah reading secara intens dengan Vanesha. Workshop acting bersama seluruh pemain juga sudah dilakukan. Kami juga sudah fitting untuk wardrobe, test make up, dan mohon doanya untuk semuanya dilancarkan sampai syuting selesai,” kata Bryan Domani.

Davina Karamoy, yang juga bergabung dalam film ini telah mempersiapkan pendalaman untuk karakter yang diperankannya. Selain reading dan workshop acting, ia juga mengikuti kelas fotografi.

Davina Karamoy

“Aku berperan sebagai Vero di film ‘Tak Ingin Usai di Sini’. Karena Vero punya karakterisasi yang dekat dengan dunia fotografi, akupun mengikuti workshop fotografi untuk bisa lebih mendalami peran,” kata Davina Karamoy.

Diproduksi oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, film drama romance “Tak Ingin Usai di Sini” juga didukung oleh Netzme dan KMIF.

Ikuti informasi terbaru tentang film drama romance ‘Tak Ingin Usai di Sini’ melalui akun Instagram resmi @paragonpictures.id. Film drama romance ‘Tak Ingin Usai di Sini’ siap memasuki tahap produksi dan akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2025!


___________________________

AKUN MEDIA SOSIAL


Instagram

:paragonpictures.id

X

: paragonpics_

Tiktok

:paragonpictures.id

Youtube

: Paragon Pictures

Facebook

: Paragon Pictures

TENTANG PARAGON PICTURES

Berdiri pada tahun 2019, Paragon Pictures fokus pada pengembangan, produksi, pemasaran, dan distribusi IP perfilman untuk pasar Indonesia dan global. Paragon Pictures telah sukses merilis film Losmen Bu Broto, Backstage, Kalian Pantas Mati, dan Kuasa Gelap.

TENTANG IDEOSOURCE ENTERTAINMENT

Ideosource Entertainment adalah perusahaan entertainment yang berinvestasi di industri film dan ekosistemnya. Saat ini Ideosource Entertainment berinvestasi di 17 film layar lebar, seperti Keluarga Cemara, Gundala, Bebas, Qodrat, Backstage, Losmen Bu Broto, dan Kuasa Gelap.

TENTANG NETZME

Netzme adalah platform pembayaran digital inovatif melalui teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Selain fungsi keuangan, Netzme juga meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk UMKM serta mendukung program pemerintah dalam memperluas penggunaan QRIS di seluruh Indonesia.

TENTANG KMIF

Kreasi Media Indonesia Fund (KMIF) adalah perusahaan investasi yang berfokus pada industri media dan konten di Indonesia. KMIF berkomitmen untuk mendukung perkembangan industri media melalui dukungan finansial dan sumber daya lainnya guna meningkatkan pertumbuhan ekosistem dan berkontribusi pada perekonomian secara keseluruhan. KMIF memiliki visi untuk menjunjung tinggi prinsip kebebasan dan integritas pers.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...