Langsung ke konten utama

Kejadian-Kejadian Aneh di Pabrik Jadi Tema Film Horor Fantasi Terbaru Sutradara Edwin “Monster Pabrik Rambut” Dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, dan Iqbaal Ramadhan

 Iqbaal Ramadhan dan Dian Sastrowardoyo menjadi produser eksekutif film “Monster Pabrik Rambut”



Jakarta, 18 November 2024 – Palari Films mempersembahkan film panjang ke-9 berjudul “Monster Pabrik Rambut” yang menjadi film horor fantasi garapan sutradara Edwin. Sebuah film yang akan mengungkap kejadian-kejadian aneh di pabrik rambut, dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, dan Iqbaal Ramadhan.

Main Cast (Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan)

Sal Priadi dan kreator konten Kev Luqman juga turut membintanginya. Selain berperan, Iqbaal Ramadhan akan duduk di kursi produser eksekutif bersama Dian Sastrowardoyo. Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy dari Palari Films memproduserinya bersama para ko-produser Atsuko Ohno (Hassaku Lab, Jepang), dan Anthony Chen (Giraffe Pictures, Singapura). “Monster Pabrik Rambut” yang memiliki judul internasional “Sleep No More” adalah film ko-produksi tiga negara, Indonesia, Jepang, dan Singapura.

Sal Priadi & Kev Luqman


“Monster Pabrik Rambut” mengikuti kisah Putri (Rachel Amanda), ia terpaksa bekerja di pabrik untuk melunasi hutang ibunya, yang dikabarkan bunuh diri. Sementara adiknya, Ida (Lutesha), yakin ibu mereka meninggal karena hal-hal mistis yang ada di pabrik. Saat Putri dan Ida mulai bekerja siang malam di pabrik, mereka tidak hanya mendengar, namun mulai menyaksikan kejadian-kejadian aneh yang menimpa para pekerja.

Skenario film “Monster Pabrik Rambut” ditulis oleh novelis Eka Kurniawan dan Edwin, merupakan kolaborasi kedua mereka setelah “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” (Golden Leopard, Locarno, 2021).

Edwin

“Sejak awal saya ingin menciptakan dunia yang penuh teror. Teror mencekam yang datang dari monster. Oleh karena itu “Monster Pabrik Rambut” lebih mendekati horor fantasi. Monster tersebut bisa memasuki tubuh para pekerja, yang menyebabkan kejadian-kejadian aneh dan berbahaya di pabrik itu,” kata sutradara “Monster Pabrik Rambut” Edwin.

Meiske Taurisia

“Dukungan dana ko-produksi internasional dikumpulkan dari berbagai negara baik Asia dan Eropa. Pemerintah Jepang, lewat Agency of Cultural Affairs (Bunkacho), Singapura, Southeast-Asia Co-Production Grant IMDA, dan Swiss, Vision sud Est, Swiss Agency for Development and Cooperation. Ko-produksi akan membuka kesempatan untuk distribusi internasional. Oleh karena itu, kami menyambut baik inisiatif program Match Fund, Kementerian Kebudayaan, sebagai upaya mendukung kesinambungan film Indonesia di dunia sekaligus bentuk diplomasi budaya.,” tambah produser “Monster Pabrik Rambut” Meiske Taurisia.

Iqbaal Ramadhan

“Film “Monster Pabrik Rambut” akan memberikan warna baru pada perfilman Indonesia. Film ini menggabungkan salah satu genre yang paling diminati oleh para penonton dengan elemen fantasi, yang akan memberikan twist dan pengalaman menonton yang berbeda,” kata pemeran dan produser eksekutif “Monster Pabrik Rambut” Iqbaal Ramadhan.

Dwi Heriyanto .B

Salah satu yang menarik, film ini bekerjasama dengan PFN (Produksi Film Negara). “PFN sebagai lokasi shooting film adalah bentuk konkrit dukungan kami terhadap perfilman Indonesia. Semoga semakin banyak insan perfilman yang melanjutkan kerjasama ini, “ kata Bapak Dwi Heriyanto B., selaku Direktur Utama PFN.

“Monster Pabrik Rambut” diproyeksikan tayang pada 2025.

Ikuti terus perkembangan terbaru tentang film horor fantasi “Monster Pabrik Rambut” persembahan Palari Films dan karya sutradara Edwin melalui akun Instagram resmi

@palarifilms.



Tentang Palari Films

Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada tahun 2016 di Jakarta, dipimpin oleh produser Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Palari Films menandai terobosan baru dalam perfilman Indonesia dengan memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74 dengan film “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”.

Beberapa film yang pernah diproduksi Palari Films adalah “Kabut Berduri” (Netflix Original Indonesia, 2024) mendapatkan 12 nominasi Piala Citra 2024 dan berhasil menduduki peringkat 2 dalam Daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English pada periode dua pekan tayang. Sebelumnya “Dear David” (2023), omnibus “Piknik Pesona” (2022), “Ali & Ratu-Ratu Queens” (2021), “Aruna & Lidahnya” (2018), “Posesif” (2017). Palari Films berusaha untuk selalu menghasilkan karya-karya yang unik dan berkualitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...