Langsung ke konten utama

Film “1 Kakak 7 Ponakan” Menutup JAFF 2024 dengan Hangat dan Air Mata

 Film “1 Kakak 7 Ponakan” menutup JAFF 2024 sekaligus merilis official poster.



Jakarta, 7 Desember 2024 — Setelah merilis first feel yang hangat dan mengumumkan tanggal rilis bioskop, film drama karya sutradara Yandy Laurens, “1 Kakak 7 Ponakan” (1K7P) ditayangkan sebagai closing film Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024. Tahun ini adalah edisi ke-19 JAFF dan berlangsung pada

30 November–7 Desember 2024. Sebagai film penutup, JAFF19 menayangkan “1 Kakak 7 Ponakan” pada 7 Desember 2024 di Empire XXI, Yogyakarta, yang sekaligus menjadi pemutaran perdana (world premiere) film yang akan tayang secara reguler di bioskop seluruh Indonesia pada 23 Januari 2025.

Para penonton di JAFF19 pun merasa begitu dekat dengan apa yang dialami Moko (Chicco Kurniawan), seorang kakak yang berjuang untuk para keponakannya. Berada di titik antara mengejar mimpinya atau harus menghadapi realita yang membenturnya, Moko dan para keponakannya bersama-sama belajar tentang memperjuangkan keluarga.

“1K7P” menjadi closing film yang tepat untuk JAFF, dengan perasaan hangat yang muncul saat menontonnya, serta menjadi refleksi terhadap apa yang telah kita perjuangkan dalam hidup selama setahun ini, baik itu perjuangan kecil maupun besar. Moko, mengajak penonton untuk menemukan apa yang bermakna dalam hidup, meski berada dalam berbagai himpitan yang menyesakkan. Tak sedikit penonton JAFF pun meneteskan air mata saat keluar bioskop.

“1K7P” mengikuti kisah Moko, seorang arsitek muda yang tengah berjuang untuk mimpinya, tiba-tiba menjadi ‘orangtua tunggal’ untuk para keponakannya, setelah kedua kakak Moko meninggal secara mendadak. Ketika kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik muncul, Moko harus memilih antara kehidupan cintanya, karier, dan keponakan-keponakannya.

Film ini merupakan adaptasi dari cerita karya Arswendo Atmowiloto berjudul sama. Dipersembahkan dan diproduksi oleh Mandela Pictures dan Cerita Films, “1K7P” diproduseri Lavesh Samtani dan Suryana Paramita, ditulis dan disutradarai Yandy Laurens, dan dibintangi di antaranya oleh Chicco Kurniawan, Amanda Rawles, Freya JKT48, Fatih Unru, Ahmad Nadif, Kawai Labiba, Ringgo Agus Rahman, Niken Anjani, Kiki Narendra, dan Maudy Koesnaedi.

“Saya mewakili kru dan para pemeran film “1 Kakak 7 Ponakan” merasa senang dan terhormat, film kami menjadi closing film di JAFF. Semoga penonton bisa menikmatinya dan memberikan kesan yang mendalam,” kata pemeran Moko, Chicco Kurniawan.

Di JAFF, film “1K7P” juga menggelar rangkaian aktivitas bersama penonton. Di antaranya meet and greet dan poster signing. Dengan tiket menonton “1K7P” di JAFF, penonton mendapat kesempatan penandatanganan poster film. Selain itu, film ini sekaligus merilis official poster dan membagikan 100 official poster fisik edisi terbatas ke penonton.

Ikuti informasi terbaru tentang film drama keluarga “1 Kakak 7 Ponakan” (1K7P) di akun Instagram resmi @1kakak7ponakan, @mandela_pictures, dan @cerita_films. Film “1 Kakak 7 Ponakan” (1K7P) akan tayang serentak di bioskop mulai 23 Januari 2025.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...