Langsung ke konten utama

“Bayang-Bayang Anak Jahanam” Kisahkan Cinta Ibu  Terhadap Anaknya yang Terhalang Ancaman Kekuatan Jahat  

 Film horor “Bayang-Bayang Anak Jahanam” tayang di bioskop  mulai 16 Januari 2025



Jakarta, 13 Januari 2025 — Memasuki tahun 2025, ada teror dan ancaman yang mengintai dari seorang anak yang lahir dari sebuah sekte misterius di hutan belantara. Meski dibesarkan dengan kasih sayang dan cinta oleh kedua orangtuanya, sang anak itu selalu datang membawa ancaman yang mengancam nyawa dan petaka bagi orang-orang di sekitarnya. 


Kisah horor yang dibalut dengan drama antara cinta seorang ibu dan anaknya itu akan hadir dalam film terbaru Anami Films, “Bayang-Bayang Anak Jahanam” dibintangi oleh Taskya Namya dan Ali Fikri. Film ini memberikan konflik batin tentang cinta ibu terhadap sang anak, meski si anak tersebut memiliki kondisi yang tak diinginkan oleh dunia.

 

“Bayang-Bayang Anak Jahanam” berkisah tentang keluarga Gina (Taskya Namya) dan Gani (Rizky Hanggono), orangtua Agni (Ali Fikry) yang berubah drastis ketika mereka mengetahui bahwa putra mereka adalah seorang anak yang mendapatkan energinya dari hal-hal yang tidak diketahui. Agni mulai menakuti semua orang di sekitarnya saat mereka mencoba mencari tahu apa yang mungkin telah memengaruhi Agni hingga menyebabkan kekacauan. Seiring waktu, terungkap bahwa Agni bukanlah anak biasa. Dia adalah Anak Jahanam.



 

Selain Taskya Namya, Rizky Hanggono, dan Ali Fikry, film “Bayang-Bayang Anak Jahanam” juga dibintangi oleh Maryam Supraba, Ruth Marini, Adlu Fahrezy, dan almarhum Yayu Unru. Menjadikan film ini sebagai bagian dari legasi Yayu Unru, salah satu aktor terbaik yang dimiliki perfilman Indonesia. Film ini juga memiliki peran penting dalam perjalanan keaktoran Taskya Namya yang kini juga dikenal banyak membintangi film horor dan banyak yang sukses yang telah ia tuai. 

 

“Ketika memerankan Gina, sebagai ibu yang tengah hamil dan akhirnya memiliki seorang anak, aku punya tantangan tersendiri. “Bayang-Bayang Anak Jahanam” secara linimasa adalah film horor pertamaku, yang sebelumnya lebih banyak berperan di film-film drama. Jika berkaca dengan posisiku saat ini yang lekat dengan horor, itu karena aku banyak belajar di film ini, bersama para kru-kru yang berkualitas di film ini,” kata Taskya Namya.

 

Film “Bayang-Bayang Anak Jahanam” juga menampilkan adegan-adegan ekstrem seperti mobil yang jatuh dari tebing hingga adegan ledakan di karnaval malam serta minimarket. Di samping itu, film ini juga menghadirkan ritual sekte dengan semua anggotanya adalah perempuan hamil di sebuah hutan, memberikan dimensi berbeda pada genre horor Indonesia. Hal ini menunjukkan kualitas desain produksi filmnya digarap secara maksimal dan matang dari tangan para kru yang berkualitas dan telah terbukti rekam jejaknya.

 

Produser “Bayang-Bayang Anak Jahanam” Dilip Chugani mengatakan, melalui film ini Anami Films ingin menghadirkan horor yang memiliki nuansa ngeri namun sekaligus menyentuh level emosi mendalam dengan menghadirkan konflik antara cinta seorang ibu terhadap anaknya yang menjadi antagonis oleh semua orang.

 

“Secara cerita, film ini membawa sesuatu yang menarik dengan menggabungkan unsur horor dan drama. Secara premis sederhananya, bagaimana jika anak kita itu benar-benar anak jahanam? Apakah misalnya sebagai orangtua atau ibu, kita masu mau menyanyangi damn dekat dengannya? Kami juga ingin mencapai level maksimal dengan mendorong secara produksinya dilakukan oleh para talenta yang berkualitas di bidangnya. Sehingga secara kualitas, bukan saja terletak pada ceritanya saja, atau aktornya, tetapi juga desain produksi hingga keseluruhan film untuk menciptakan film horor yang memberikan perbedaan di perfilman Indonesia,” kata produser “Bayang-Bayang Anak Jahanam” Dilip Chugani.

 

Sebelumnya, Dilip Chugani juga turut memproduseri film Bollywood “Hotel Mumbai” yang diakui secara kritis dan mendapat respons positif dari penonton. Bersama Anami Films, Dilip Chugani memproduseri film “Bayang-Bayang Anak Jahanam” bersama Prakash Chugani, Deepak Chugani, dan Sanjeev Bhalla. 

 

Para sineas yang turut terlibat di film ini di antaranya adalah Pemenang Piala Citra FFI untuk Scoring Orisinal Terbaik Abel Hurray, Peraih Piala Citra FFI untuk Skenario Adaptasi Terbaik Rahabi Mandra, dan Pemenang 4 Piala Citra FFI untuk Pengarah Sinematografi Terbaik Yudi Datau. Disutradarai oleh A.R.M, film “Bayang-Bayang Anak Jahanam” akan menjadi teror bayangan kelam penonton Indonesia pada tahun baru 2025.




Ikuti informasi terbaru film horor persembahan Anami Films,  “Bayang-Bayang Anak Jahanam” yang akan tayang mulai 16 Januari 2025 di bioskop Indonesia. 

Follow akun Instagram resmi @anamifilms_official dan @bayangbayanganakjahanam untuk kabar terbaru. 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...