Langsung ke konten utama

Film Animasi “JUMBO” Tayang Lebaran Tahun Ini, Tontonan Tepat Untuk Temani Liburan Dengan  Cerita Hangat yang Penuh Nilai Kebaikan

#JumboUntukSemua menekankan bahwa “JUMBO” adalah film yang tepat bagi semua orang karena “JUMBO” dibuat untuk kita, anak-anak kita, dan anak-anak di dalam diri kita.




Jakarta, 31 Januari 2025 — Menjadi salah satu film yang paling dinantikan tahun ini, film animasi persembahan Visinema Studios “JUMBO” mengumumkan tanggal tayangnya pada Lebaran tahun ini di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Film animasi “JUMBO” akan menjadi film yang tepat bagi semua orang, termasuk anak-anak dan keluarga untuk menemani libur Lebaran dengan cerita yang hangat dan memberikan refleksi tentang nilai-nilai kebaikan, seperti arti keberanian, kepercayaan diri, serta pentingnya keluarga dan persahabatan. 




Film animasi “JUMBO” berkisah tentang anak bernama Don, diisi suara oleh Prince Poetiray dan Den Bagus Sasono, yang kerap merasa diremehkan oleh teman-temannya. Untuk membuktikan ia lebih dari sekadar anak bertubuh besar yang tidak pernah menang dalam hal apapun, Don bertekad mengikuti pertunjukan bakat dengan menampilkan sandiwara panggung yang terinspirasi dari buku cerita karya almarhum orang tuanya.


Namun, segalanya berubah ketika seorang perundung mencuri buku itu. Kemudian, Don bertemu dengan sosok anak kecil yang meminta bantuannya untuk bersatu kembali dengan orang tuanya dan setuju untuk membantu Don mengambil buku tersebut.


“JUMBO” didukung oleh para pengisi suara bertabur bintang: Bunga Citra Lestari,  Ariel NOAH, Cinta Laura Kiehl, Angga Yunanda, dan sederet bintang lainnya, serta memperkenalkan Prince Poetiray.


Film animasi “JUMBO” didukung oleh para pengisi suara bertabur bintang, di antaranya adalah Bunga Citra Lestari, Ariel NOAH, Cinta Laura Kiehl, Angga Yunanda, Quinn Salman, dan turut memperkenalkan Prince Poetiray. 


Diproduseri oleh produser yang telah sukses merilis film “Keluarga Cemara” Anggia Kharisma, bersama Novia Puspa Sari, “JUMBO” menjadi karya animasi panjang debut dari penulis dan sutradara Ryan Adriandhy. Ryan sebelumnya telah memenangkan penghargaan Piala Citra FFI 2020 untuk Film Animasi Pendek Terbaik. 


“JUMBO” diproduksi oleh Visinema Studios dan dibuat sepenuhnya oleh lebih dari 200 kreator Indonesia.


“Film animasi “JUMBO” dibuat untuk menghadirkan cerita yang positif dan edukatif bagi anak, orang tua, dan seluruh keluarga dengan menekankan arti persahabatan dan keluarga, serta keberanian, penerimaan diri, dan kepercayaan diri. “JUMBO” hadir melalui alur cerita yang hangat dan menarik, serta kualitas animasi terbaik. #JumboUntukSemua kami hadirkan karena “JUMBO” sejatinya dibuat untuk kita, anak-anak kita, dan anak-anak di dalam diri kita,” jelas Chief of Content Officer Visinema Studios dan Produser “JUMBO” Anggia Kharisma.



Head of Animation Development Visinema Studios sekaligus Penulis dan Sutradara “JUMBO” Ryan Adriandhy menambahkan, “Film animasi “JUMBO” dibuat sepenuhnya oleh kreator Indonesia, yang melibatkan lebih dari 200 pekerja kreatif yang terdiri dari banyak animator, technical engineer, musisi, dan visual artist, dan telah melalui rangkaian proses produksi hingga hampir lima tahun. Hal ini menunjukkan komitmen dan dedikasi yang begitu kuat dari kami semua untuk dapat menghadirkan film yang berkualitas, yang tidak hanya engaging dan entertaining, namun juga memorable.”




 

Kisah Si ‘Ksatria Kecil’ Dalam “Dongeng Pulau Gelembung”


Sebelumnya, Visinema Studios juga telah merilis sebuah dongeng audio di platform digital bertajuk “Dongeng Pulau Gelembung” yang menjadi bagian dari film animasi “JUMBO”. Dalam “Dongeng Pulau Gelembung” Ibu dan Ayah Don, diisi suara oleh Bunga Citra Lestari dan Ariel NOAH, membawakan kisahnya dengan hangat dan indah, berbalut efek audio yang semakin menghidupkan suasana dari kisah si ‘Ksatria Kecil’ yang tinggal di Pulau Gelembung, yang menjadi dongeng sebelum tidur bagi Don. 


“Dongeng Pulau Gelembung” mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai keberanian dan kemandirian terlebih saat mereka tidak lagi didampingi orangtua. Selain itu, dongeng tersebut juga mendorong anak-anak untuk berani berinteraksi dan menjalin pertemanan. Dengan suasana audio yang dibangun, “Dongeng Pulau Gelembung” juga dapat mendorong anak-anak untuk berimajinasi dengan mengikuti kisah ‘Ksatria Kecil’ di Pulau Gelembung.

Untuk mendengarkan dan menikmati “Dongeng Pulau Gelembung”, Anda dapat mengaksesnya melalui seluruh platform streaming digital. Berikut adalah daftar Digital Streaming Platform (DSP) yang bisa Anda akses untuk menikmati “Dongeng Pulau Gelembung” bersama keluarga:

 

Apple Music:  https://lnk.to/DongengPulauGelembung/applemusic

Spotify: https://lnk.to/DongengPulauGelembung/spotify

Youtube Music: https://lnk.to/DongengPulauGelembung/youtubemusic

Langit Musik: https://lnk.to/DongengPulauGelembung/langitmusik

TikTok:  https://lnk.to/DongengPulauGelembung/tiktok

Instagram Reels: https://lnk.to/DongengPulauGelembung/instagramreels

 

Ikuti kisah Don dan para sahabatnya, serta jadilah saksi majunya perkembangan animasi Indonesia yang siap melangkah lebih jauh. Dapatkan informasi terbaru film animasi “JUMBO” melalui akun media sosial resmi @visinemastudios dan @jumbofilm_id.


*** 

 

TENTANG VISINEMA GROUP


Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema Group (Visinema) memiliki visi untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem storytelling yang komprehensif. Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan dan melahirkan konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati oleh para pecinta film dan publik di berbagai saluran dan platform. 

 

Visinema memiliki Visinema Pictures yang menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan impactful serta memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; BION Studios yang menghadirkan cerita-cerita hyperlocal dan trending di masyarakat; Visinema Studios yang fokus menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga, serta animasi dan puppet show; Visinema Content yang melahirkan konten berkualitas yang dapat dinikmati di platform streaming; Visinema Digital yang menawarkan kurasi film dari berbagai produser film lokal dengan harga terjangkau melalui sebuah layanan TVOD (Transaction Video On Demand), Bioskop Online; dan Skriptura yang memberikan layanan script development dan scriptwriting. 

Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio IP (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik, diantaranya adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden Saleh, 13 Bom Jakarta, Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di layar bioskop, Nussa Official Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga Cemara yang telah mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya dalam industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk karya yang dihasilkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...