Film Terbaru Joko Anwar “Pengepungan di Bukit Duri” Merilis Official Trailer Tayang 17 April 2025 di Bioskop
Angkat isu keresahan pada kekerasan antar remaja yang semakin meningkat. Film bioskop kerja sama pertama studio Hollywood Amazon MGM Studios dengan rumah produksi di Asia Tenggara, Come and See Pictures.
Jakarta, 30 Januari 2025 — Come and See Pictures dan Amazon MGM Studios merilis official trailer film ke-11 Joko Anwar, “Pengepungan di Bukit Duri” (judul internasional: “The Siege at Thorn High”). Film ini adalah film kedua produksi Come and See Pictures setelah Siksa Kubur yang meraih 17 nominasi Piala Citra dan lebih dari 4 juta penonton.
“Pengepungan di Bukit Duri” menandai babak
baru dalam karir perfilman Joko Anwar setelah 20 tahun berkarya, mengusung
genre yang belum disentuh sebelumnya olehnya yaitu drama-aksi. Dibintangi oleh Morgan Oey, Omara Esteghlal, Hana Pitrashata Malasan,
dan sederetan wajah baru dalam perfilman Indonesia, film ini akan tayang pada
17 April 2025 di bioskop Indonesia.
Film “Pengepungan Di Bukit Duri” menampilkan
gambaran apa yang mungkin terjadi di Indonesia tak lama lagi jika Indonesia
tidak memperbaiki diri dari masalah-masalah bangsa termasuk kedekatan anak-anak
muda dengan budaya kekerasan.
Dikisahkan Edwin (Morgan Oey), berjanji pada
kakaknya sebelum meninggal untuk menemukan anak kakaknya yang hilang. Pencarian
Edwin membawanya menjadi guru di SMA Duri, sekolah untuk anak-anak bermasalah.
Di sana, Edwin menghadapi murid-murid paling beringas sambil mencari
keponakannya. Ketika akhirnya ia menemukan sang keponakan, kerusuhan pecah di
seluruh kota, dan mereka terjebak di sekolah, melawan anak-anak brutal yang
kini mengincar nyawa mereka.
Dalam trailer yang mendebarkan sepanjang durasinya, Edwin harus bertahan hidup di negeri yang berkecamuk. Bergabung bersamanya, Diana (Hana Pitrashata Malasan), Edwin harus menghadapi tekanan masyarakat yang dilanda konflik rasial dan gejolak yang semakin memanas di sekolahnya, sambil menjalankan misi menemukan keponakannya yang hilang.
“Film ini menjadi tantangan terbesar saya
selama berkarir di film. Bukan saja secara teknis film ini harus menunjukkan
kualitas yang tinggi karena bekerja sama dengan perusahaan film Hollywood
legendaris yang punya standar tinggi, tapi ceritanya harus mencerminkan negeri
kita saat ini,” kata Joko Anwar
Produser Tia Hasibuan menambahkan, bahwa,
“Kami ingin semua yang terlibat dalam film ini, pemain, kru, dan Come and See Pictures naik kelas dengan
membuat film yang setara dengan film-film dunia yang berkualitas tinggi.”
Sementara, melansir sebuah penelitian yang
dirilis WHO, penelitian di 40 negara berkembang menunjukkan rata-rata 42% anak
laki-laki dan 37% anak perempuan mengalami perundungan. Di Indonesia,
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama
Badan Pusat Statistik (BPS), Lembaga Demografi Universitas Indonesia,
Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos), dan UNFPA merilis laporan Survei
Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) dan Survei Nasional Pengalaman
Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2024. Dari data tersebut, dilaporkan
sekitar 11,5 juta atau 50,78% anak usia 13-17 tahun, pernah mengalami salah
satu bentuk kekerasan atau lebih di sepanjang hidupnya.
Film thriller-aksi “Pengepungan di Bukit
Duri” bukan hanya akan menjadi tontonan yang menghibur karena dikemas dengan
genre segar dan penceritaan menarik dengan dukungan dari para pemeran berbakat
dan studio besar Hollywood, namun juga membawa isu yang sangat penting dan
relevan untuk diketahui lebih banyak masyarakat Indonesia.
Film thriller-aksi “Pengepungan di Bukit Duri” akan segera tayang di bioskop-bioskop Indonesia, pada 17 April 2025. Ikuti terus informasi terbaru dan perkembangan film “Pengepungan di Bukit Duri” di Instagram @comeandseepictures.
Tentang Amazon MGM Studios
Amazon MGM Studios adalah perusahaan hiburan
terkemuka yang fokus pada produksi dan distribusi global konten film dan televisi.
Serial original ditayangkan perdana di Prime Video, dapat ditonton di ribuan
perangkat yang kompatibel di lebih dari 240 negara dan wilayah di seluruh
dunia. Film-film original diproduksi dan diakuisisi oleh studio untuk rilis di
bioskop dan eksklusif untuk Prime Video. Amazon MGM Studios juga memproduksi
konten untuk MGM+, jaringan televisi berbayar premium, dan Freevee, layanan
streaming gratis premium Amazon.
Tentang Come And See Pictures
Come and See Pictures adalah production house
yang didirikan Joko Anwar dan Tia Hasibuan pada tahun 2020 yang berkomitmen
untuk memproduksi film-film berkualitas dengan cara bercerita yang unik serta craftsmanship yang tinggi. Film pertama yang
mereka produksi adalah Pengabdi Setan 2: Communion untuk Rapi Films. Selain Siksa Kubur, Come and See Pictures juga telah merampungkan series original Netflix berjudul Nightmares and Daydreams yang tayang tahun
2024 lalu, serta memproduksi film panjang untuk Amazon MGM Studios bertajuk
“Pengepungan di Bukit Duri”.

Komentar
Posting Komentar