Langsung ke konten utama

‘Lyora’: Kisah Nyata Penantian Buah Hati, Dibintangi Marsha Timothy dan Darius Sinathrya, Siap Menginspirasi di Layar Lebar Tahun 2025

 Film ‘Lyora’ diadaptasi dari buku karya Fenty Effendy, yang menceritakan perjuangan Meutya Hafid dan suaminya mendapatkan buah hati.



Jakarta, 17 Januari 2025 — Mengawali perjalanan tahun baru 2025, Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment mengumumkan film drama keluarga terbaru ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ yang akan segera memulai syuting. Diadaptasi dari novel berjudul ‘Lyora: Keajaiban yang Dinanti’ karya Fenty Effendy, ini adalah kisah nyata Meutya Hafid dan sang suami, Fajrie, yang berjuang menantikan kehadiran sang buah hati, di tengah kesibukan karir Meutya sebagai ketua Komisi I DPR RI kala itu.


Menurut data yang dirilis WHO, 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami infertilitas, yakni gangguan reproduksi yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk hamil. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, di Indonesia, ada 10-15% atau 4-6 juta pasangan dari 39,8 juta pasangan usia subur mengalami infertilitas. Produser ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ Robert Ronny menambahkan, film ini dapat menginspirasi dan menguatkan para orang tua yang tengah berjuang menantikan buah hati mereka.




Cerita tentang Lyora sebenarnya sudah saya ketahui sejak lama, karena Meutya adalah sahabat dari istri saya. Namun, ide untuk mengangkatnya ke layar lebar baru muncul setelah novelnya terbit dan mendapat perhatian luas dari masyarakat. Kisah ini sangat kuat dan inspiratif, sehingga saya merasa ini adalah cerita yang tepat untuk diadaptasi menjadi film. Kami ingin menghadirkan kisah yang hangat dan menyentuh hati, sekaligus memberikan semangat bagi para orangtua yang tengah berjuang dalam penantian mereka,jelas produser ‘Lyora’ Robert Ronny.

 

Film ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ disutradarai oleh Pritagita Arianegara (Nomine Sutradara Terbaik Piala Citra FFI 2016), diproduseri oleh Virgie Baker, Robert Ronny, dan Pandu Birantoro. Andi Boediman sebagai produser eksekutif. Dalam konferensi pers Kick Off Syuting Film ‘Lyora: Penantian Buah Hati’, Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment juga sekaligus mengumumkan jajaran pemeran film yang bertabur bintang. Mereka adalah Marsha Timothy, Darius Sinathrya, Widyawati, Olga Lydia, Hannah Al Rashid, Aimee Saras, Ariyo Wahab, dan Ivanka Suwandi. Marsha Timothy dan Darius Sinathrya akan berpasangan sebagai Meutya Hafid dan sang suami, Fajrie.



 

‘Lyora: Penantian Buah Hati’ mengisahkan pasangan Meutya Hafid dan Fajrie yang berjuang mendapatkan buah hati melalui bayi tabung dan mengalami 3 kali keguguran dalam satu tahun, sebelum akhirnya berhasil pada usia 44 tahun. Film ini mengisahkan tentang penantian, keajaiban, dan perjuangan mental seorang wanita yang luar biasa.

 

Menjelang syuting, para pemeran telah menjalani sesi reading. Marsha Timothy, yang memerankan Meutya Hafid di film ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ mengungkapkan antusiasmenya dan merasa terhormat dirinya bisa mendapatkan peran sosok perempuan hebat. 


Marsha Timothy

 

Lyora hadir sebagai suara bagi perempuan yang sedang atau pernah berjuang menantikan buah hati. Film ini juga akan menceritakan tentang hubungan orang tua dan anak. Saya merasa terhormat bisa dipercaya untuk memerankan sosok perempuan hebat Indonesia, Ibu Meutya Hafid. Ia sosok yang berdedikasi terhadap pekerjaannya, dan itu yang menjadi kesamaan kami. Namun, meski seorang pekerja keras, Ibu Meutya juga adalah sosok yang tetap memiliki kelembutan dan memberikan kasih sayang terhadap keluarganya, termasuk Lyora, buah hatinya,kata Marsha Timothy.

 

Sementara itu, Darius Sinathrya yang memerankan Fajrie, suami Meutya Hafid mengatakan film ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ memberikan makna tentang kegigihan dari pasangan yang menantikan buah hati mereka, dan menjadi isu relevan bagi penonton Indonesia.


Darius Sinathrya

 

Kisah tentang perjuangan menantikan buah hati dari Ibu Meutya Hafid dan Mas Fajrie ini saya rasa akan sangat relate dengan banyak masyarakat kita. Dalam proses menantikan buah hati, support system menjadi penting. Terutama dari suami. Untuk itu, peran Mas Fajrie juga besar terhadap perjalanan mereka yang akhirnya dikaruniai anak bernama Lyora. Sangat tidak sabar untuk memulai syuting bersama para pemeran dan bekerja sama dengan sutradara. Semoga ketika filmnya rilis di bioskop bisa memberikan kisah yang hangat bagi penonton Indonesia,kata Darius Sinathrya.

 

Perjuangan dan perjalanan untuk memiliki anak adalah sebuah pengalaman yang bermakna, perasaan-perasaan yang berkecamuk ketika gagal, dan akhirnya berhasil menjadi seperti ikhtiar yang diganjar dengan keajaiban.


Kisah Lyora mencerminkan komitmen Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment dalam menghadirkan inovasi melalui isu yang jarang diangkat namun dekat dengan masyarakat. Dengan riset mendalam, kami memperkuat cerita untuk memberikan pengalaman menonton yang autentik dan emosional,tambah produser eksekutif ‘Lyora’ Andi Boediman.

 

Film ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ akan sangat dekat dengan banyak keluarga, khususnya para ayah dan ibu di fase apapun itu, baik yang sedang merencanakan, menantikan, mengalami kehilangan, ataupun sedang berjuang untuk mendapatkan buah hati. Anak, bukan hanya menjadi sebuah tujuan, melainkan lebih daripada itu, adalah sebuah doa dan harapan yang baik, sebuah keingin untuk menyampaikan dan menyalurkan rasa kasih sayang.

 

Ikuti informasi terbaru tentang film drama keluarga ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ melalui akun Instagram resmi @paragonpictures.id. Film drama keluarga ‘Lyora: Penantian Buah Hati’ siap memasuki tahap produksi dan akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2025!

___________________________

 

AKUN MEDIA SOSIAL

Instagram   : paragonpictures.id
X                   : paragonpics_
Tiktok          : paragonpictures.id
Youtube       : Paragon Pictures
Facebook     : Paragon Pictures

 

TENTANG PARAGON PICTURES

Berdiri pada tahun 2019, Paragon Pictures fokus pada pengembangan, produksi, pemasaran, dan distribusi IP perfilman untuk pasar Indonesia dan global. Paragon Pictures telah sukses merilis film Losmen Bu Broto, Backstage, Kalian Pantas Mati, dan Kuasa Gelap.

 

TENTANG IDEOSOURCE ENTERTAINMENT

Ideosource Entertainment adalah perusahaan entertainment yang berinvestasi di industri film dan ekosistemnya. Saat ini Ideosource Entertainment berinvestasi di 17 film layar lebar, seperti Keluarga Cemara, Gundala, Bebas, Qodrat, Backstage, Losmen Bu Broto, dan Kuasa Gelap.

 

KONTAK

POPLICIST Publicist
publicist@poplicist.com
Talitha : 0815-1573-5880

Nova : 0857-7121-8534

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...