Langsung ke konten utama

Film Horor “Arwah Sinden” Hadirkan Kisah Persaingan Sinden yang Berakhir Dendam dan Petaka

 Arwah Sinden Siap Tayang Mulai 13 Maret 2025 di Bioskop Indonesia


Jakarta, 27 Februari 2025 – Bagaimana jika persaingan antar sinden berujung pada dendam dan petaka, dibalut dengan teror horor penuh misteri yang menegangkan? Itulah yang dihadirkan dalam “Arwah Sinden”, film terbaru dari Vision Tama Futurindo yang mengusung kisah persaingan antar sinden hingga berujung pada kejadian mistis yang harus dipecahkan. Film ini siap membawa penonton ke dalam ketegangan penuh misteri dan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Maret 2025.

Film “Arwah Sinden” merupakan debut dari Vision Tama Futurindo di layar lebar. Produser Eksekutif sekaligus CEO Vision Tama Futurindo, Hany Handayani mengakui sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Dia pun berharap kehadiran Vision Tama Futurindo bisa membawa warna baru dalam industri perfilman, terutama film-film yang mengangkat kearifan atau budaya lokal.

“Sebagai rumah produksi yang baru, kami sangat senang akhirnya bisa menghadirkan film pertama kami di bioskop. Visi kami adalah menciptakan karya berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat. Dalam “Arwah Sinden”, kami mengangkat budaya sinden sebagai elemen utama cerita. Di tengah persaingan film horor yang semakin ketat, kami ingin menghadirkan tontonan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal,” ujar Hany Handayani.

Disutradarai oleh Ubay Fox dan ditulis oleh Nana Mulyana, “Arwah Sinden” hadir sebagai perpaduan budaya, horor, dan drama misteri yang kaya akan nuansa lokal. Dengan dukungan produser eksekutif Bahtiar Sembiring serta deretan co-producer Hendry Kurniadi, Sutan Simatupang, dan Asep Wahyu, film ini membawa kisah yang memadukan mitos dan ketegangan dalam satu pengalaman menonton yang penuh teror dan misteri.

“Saya ingin menyajikan horor yang tidak sekadar menakutkan, tetapi juga memiliki kedalaman budaya. Dalam “Arwah Sinden”, elemen mistis dan tradisi sinden saling terkait mendukung jalannya cerita, menciptakan atmosfer yang kuat sekaligus bisa memperkenalkan penonton pada warisan budaya yang kami kemas dalam format film horor.” ujar Ubay Fox.



“Arwah Sinden” mengisahkan empat mahasiswa arsitektur—Sergi, Dea, Nike, dan Fanya—yang mendapat tugas merenovasi rumah peninggalan seorang pemilik padepokan sinden. Di dalamnya, terdapat sebuah kamar terlarang yang hanya boleh dimasuki sang pemilik. Rasa penasaran salah satu dari mereka justru memicu teror mengerikan, mengungkap sosok Sinden serta rahasia kelam tentang dua orang sinden di masa lalu.

Film horor “Arwah Sinden” dibintangi oleh Rendy Septino, Ismi Melinda, Ade Kurnia, Tyara Vanesha, Yama Carlos, Sylvia Fully, Kev Andrean, Adinda Vega, dan Annisa Hasim.

Yama Carlos mengungkapkan bahwa pengalaman bermain dalam “Arwah Sinden” memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam membangun suasana mencekam di setiap adegannya. “Film ini tidak hanya soal horor, tapi juga memiliki kedalaman cerita yang menarik terutama mengenai sinden. Saya harus benar-benar mendalami karakter agar emosi dan ketegangannya terasa nyata apalagi di lokasi shooting cuacanya cukup ekstrem” ujarnya.

Tyara Vanesha yang berperan sebagai Fanya mengungkapan soal tantangnya dalam bermain film horor yang cukup challenging dan bagaimana ini mendalami karakter Fanya “membangun chemistry dengan para aktor lain pastinya adalah hal yang penting, apalagi disini kami berperan sebagai 4 mahasiswa yang punya project bareng, dan karena salah satu kelalaian dari kami jadi berdampak ke kita semua” ungkap Tyara.

Sementara itu, Sylvia Fully yang berperan sebagai anak dari seorang sinden mengaku tertantang dengan elemen budaya yang diangkat dalam film ini. “Sebagai aktor, ini adalah kesempatan untuk mengeksplorasi peran dengan latar budaya yang kuat. Ada banyak adegan intens yang menuntut saya untuk total dalam mendalami karakter” kata Sylvia.


Film “Arwah Sinden” akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Maret 2025 dan siap bersaing menjadi pilihan para moviegoers atau pencinta film horor di minggu ke dua Maret tahun ini. Ikuti informasi terbaru film “Arwah Sinden” melalui akun Instagram resmi @arwahsindenfilm.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...