Langsung ke konten utama

Bulan Sutena Jadi Diri Sendiri  di Film Romance yang Bikin Baper “Made in Bali”  Disambut Meriah Penonton Bali!

Film “Made in Bali” saat ini masih bisa ditonton di jaringan bioskop di Bali.




Jakarta, 3 Maret 2025 — Menghadirkan latar tempat yang indah sekaligus romantis dengan balutan budaya dan kisah cinta segitiga membuat film romance “Made in Bali” punya kesan mendalam bagi penonton. Terutama bagi para penonton Bali, yang merasa dekat dengan cerita yang ada di filmnya. Film “Made in Bali” mengikuti kisah Made (Rayn Wijaya), dalang muda dari Gianyar, Bali, yang sudah dijodohkan dengan Putu (Bulan Sutena), anak pembuat wayang. 

 

Made tak pernah sadar, Niluh (Vonny Felicia), sahabatnya, yang juga gadis Bali peranakan Jepang, sudah lama mencintainya. Sampai suatu hari, Niluh akan dibawa pulang ke Jepang oleh Makoto (Nobuyuki Suzuki), ayahnya. Saat itulah Made baru menyadari ternyata ia mencintai Niluh. Ia juga sadar hubungannya dengan Putu tak pernah didasari cinta. Made lalu memutuskan menyatakan cintanya kepada Niluh lewat sebuah pertunjukan wayang anime yang unik. Namun ternyata niat Made ini ketahuan oleh Putu. Akibatnya, hubungan Putu dan Made berantakan, sedangkan Niluh menolak perasaan Made.

 

Film “Made in Bali” tentu menjadi karya yang spesial dari Bulan Sutena, penyanyi dan juga pemeran asal Bali, dan bermain menjadi karakter yang merepresentasikan tempat tumbuhnya di sebuah layar lebar.


Bulan Sutena

 

“Aku ini orang Bali, lahir dan besar di Bali, orangtua juga asli Bali. Jadi untuk bermain sebagai Putu di film ini tidak banyak PR mempelajari dialek hingga gerak-gerik orang Bali itu seperti apa. Karena di film ini, aku menjadi diri sendiri,” kata Bulan Sutena.

 

Disutradarai oleh J.P. Yudhi, “Made in Bali” diproduseri oleh Joseph Tarigan. Di film ini, Joseph Tarigan juga turut menjadi produser eksekutif bersama Jemima Tarigan, Roy Shakti, Laudamus,  Arianto Widjaja, dan Albert Tjandranegara. “Made in Bali” dibintangi di antaranya oleh Rayn Wijaya, Vonny Felicia, Bulan Sutena, Naomi Hitanayri, Victor Agustino, Harindra Pasimpangan, Roja Itakimo, Swetajaloe, Wina Marino, Nobuyuki Suzuki, Tri Ningtyas, Dian Sidik, dan Siska Salman.

 

Film “Made in Bali” saat ini masih tayang di jaringan bioskop di Bali. Sekaligus menjadi suguhan bagi penonton Indonesia pada bulan penuh kebaikan. Ikuti informasi terbaru film “Made in Bali” melalui akun Instagram resmi @madeinbali_themovie dan @joshpictures_official.  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...