Imajinari Rilis First Look Film Tinggal Meninggal, Sebuah Karya Jail Penuh Makna dari Filmmaker Muda Kristo Immanuel
Jakarta, 24
April 2025 — Imajinari, rumah produksi yang
selalu punya tempat spesial untuk ide-ide cemerlang dari sineas muda, kembali
siap memanjakan penonton lewat karya terbaru mereka. Kali ini lewat film Tinggal Meninggal, Imajinari semakin
menegaskan komitmennya dalam mendukung ide-ide segar dan out of the box dari kreator-kreator muda yang berani tampil beda.
Jelang penayangan Tinggal Meninggal di bioskop beberapa
bulan lagi, Imajinari merilis first look yang
menampilkan para pemain film ini. Salah satu still first look-nya memperlihatkan Omara Esteghlal sebagai Gema
dengan wajah penuh tanda tanya saat berada di rumah duka. Tak ketinggalan juga
Jared Ali yang berperan sebagai Gema kecil yang muncul dengan wajah jahilnya.
Lalu, ada juga foto Gema bersama sang ibu, yang diperankan oleh Nirina Zubir.
Sementara foto lainnya menunjukkan wajah-wajah sejumlah karakter yang tak lain
adalah para teman kantor Gema. First look
yang absurd dan mengundang tanda tanya ini, diunggah oleh para pemain dan
tim produksi, dari @ernestprakasa, @kristo.immanuel, @dipaaa, @omara.esteghlal
hingga @jessica_tjiu.
Film Tinggal Meninggal sendiri merupakan karya dari
Kristo Immanuel, komedian sekaligus kreator konten yang untuk pertama kalinya
menjajal kursi sutradara film panjang. Tak hanya menulis cerita, Kristo juga
membesut film ini. Kristo Immanuel mengungkapkan rasa syukurnya karena ide jail
yang ia miliki akhirnya bisa bertemu dengan publik melalui dukungan Imajinari.
"Sebagai seorang yang awalnya cuma iseng bercanda
lewat konten, bersyukur banget Imajinari kasih kepercayaan buat mewujudkan ide
absurd ini jadi film beneran. Rasanya luar biasa bisa melihat ide yang tadinya
cuma ada di kepala, akhirnya bisa ketemu penonton di bioskop nanti, " ujar
Kristo yang menulis skenario ini selama hampir 1,5 tahun.
Kristo tentu saja tak sendiri dalam menghadirkan karya
film panjang perdananya ini, namun dengan dukungan dari dua nama besar di
industri, Ernest Prakasa dan Dipa Andika sebagai produser. Ernest Prakasa
selaku produser menegaskan bahwa Imajinari berdiri dengan visi kuat untuk
menjadi wadah bagi sineas muda dalam menyalurkan kreativitas mereka, salah
satunya ide Kristo lewat Tinggal Meninggal.
Ernest Prakasa selaku produser menuturkan, "Dari
awal berdiri, Imajinari selalu punya semangat untuk memberikan panggung bagi
ide-ide segar dari filmmaker muda. Kristo adalah salah satu talenta yang punya
gaya bertutur unik, berani, namun penuh ketulusan. Kami sangat bangga bisa
menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya lewat film Tinggal Meninggal."
Tinggal Meninggal bercerita tentang kematian, namun bukan
dari sisi yang biasa. Ketika ayahnya meninggal, seorang pemuda kesepian bernama
Gema justru menemukan kehangatan yang selama ini ia rindukan, hadir dari
rekan-rekan kantornya. Namun, ketika perhatian itu perlahan memudar dan
hidupnya kembali sepi seperti semula, sebuah pertanyaan mulai mengganggu
pikirannya: siapa yang harus meninggal berikutnya?
Film ini dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris ternama
seperti Omara Esteghlal sebagai Gema, Nirina Zubir sebagai Mama Gema, Mawar De
Jongh sebagai Kerin, Shindy Huang sebagai Adriana, Muhadkly Acho sebagai Pak
Cokro, Ardit Erwandha sebagai Ilham, Mario Caesar sebagai Danu, Nada Novia
sebagai Naya, Gilbert Pattiruhu sebagai Papa Gema, hingga Jared Ali yang
memerankan Gema kecil. Kehadiran mereka siap memberikan warna tersendiri dalam
narasi yang absurd, menggelitik, namun tetap relatable.
Jangan lewatkan info update dan kejutan lainnya dengan
mengikuti media sosial resmi @imajinari. Karena bisa jadi, cerita ini bukan
cuma soal Gema, tapi juga tentang kita semua.
*****
IMAJINARI
- WHERE GREAT STORIES WIN
Imajinari didirikan oleh duo Ernest Prakasa dan Dipa
Andika, yang sudah berpartner sejak 2012 sejak mendirikan sebuah artist management spesialis komedian,
Hahaha Corp. Ernest Prakasa adalah komedian yang merambah menjadi filmmaker
sejak 2015 lewat debutnya "Ngenest" di bawah bendera Starvision Plus.
Selain sederet film yang sukses secara komersial, ia juga meraih dua Piala Citra
untuk kategori skenario, yakni untuk film Cek Toko Sebelah (2016) dan Imperfect
(2019). Sementara Dipa Andika, mengembangkan talentanya ketika mengabdi di
divisi Digital Marketing untuk salah satu operator seluler Indonesia, XL.
Berkat strategi dan kepemimpinannya, Hahaha Corp. berkembang menjadi salah satu
artist management paling disegani di
tanah air. Dengan Ernest Prakasa sebagai Chief Creative Officer dan Dipa Andika
sebagai Chief Commercial Officer, Imajinari tumbuh sebagai kekuatan baru yang
disegani di industri film Indonesia.
Film yang sudah pernah diproduksi oleh Imajinari:
1. Ngeri-Ngeri Sedap (2022): Meraih 2,8 juta penonton dan
5 nominasi Piala Citra
2. Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film
(2023): Meraih 7 Piala Citra termasuk Film Terbaik
3. Agak Laen (2024): Meraih 9,1 juta penonton
4. Harta, Tahta, Raisa - Dokumenter (2024)
5. Kaka Boss (2024)
5. Cinta Tak Seindah Drama Korea (2024)

Komentar
Posting Komentar