Jakarta, 7 Mei 2025 - “Mungkin Kita Perlu
Waktu”, sebuah film drama
keluarga karya penulis dan sutradara Teddy Soeriaatmadja, digarap oleh rumah
produksi Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures ini menggelar Gala Premiere yang dihadiri oleh
jajaran Sutradara, Produser, serta Cast di
XXI Epicentrum, Jakarta, pada Selasa, 6 Mei 2025, akan segera tayang di bioskop
tanggal 15 Mei 2025.
Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” menceritakan
renggangnya hubungan sebuah keluarga pasca kematian si anak sulung (Naura Hakim). Keluarga yang terdiri
dari Restu (Lukman Sardi), Kasih (Sha Ine Febriyanti), dan Ombak (Bima Azriel) ini dari luar
tampak baik-baik saja, namun masing-masing dari mereka menyimpan luka yang
membuat rumah mereka terasa tidak lagi sama.
Sutradara,
penulis naskah, sekaligus produser Teddy
Soeriaatmadja menceritakan proses di balik pembuatan film ini. “Saat
pandemi di tahun 2022, saya punya banyak waktu di rumah. Masa-masa ini menjadi
refleksi saya mengenai keluarga, bagaimana keluarga bisa berfungsi secara sehat
terlepas dari formatnya, apakah keluarga kandung, sambung, menikah, bercerai,
antara anak dan orang tua, lalu suami dan istri.”
Teddy melanjutkan, “Yang ternyata menarik untuk dieksplor adalah
konflik-konflik subtil yang terjadi sehari-hari karena masalah komunikasi.
Merupakan sebuah tantangan untuk menciptakan cerita yang driven-nya berasal dari emosi yang terpendam, suasana canggung, dan
ekspektasi yang menjadi beban. Hal yang tidak meledak-ledak tetap punya power untuk mengikis dari dalam.”
Lukman Sardi, produser eksekutif sekaligus pemeran Restu
dalam film, memperkenalkan karakternya. "Restu adalah gambaran nyata
tentang bagaimana seorang ayah, suami, dan kepala keluarga memikul peran
sebagai pelindung yang selalu tampak kuat. Tapi di balik ketegaran itu, ada
rasa sakit yang sering dipendam sendiri. Lewat karakter ini, saya ingin
menunjukkan bahwa menjadi laki-laki, menjadi ayah, bukan berarti harus selalu
tegar—karena mengakui kerapuhan dan mau menerima pertolongan adalah bentuk
keberanian yang sesungguhnya," jelas Lukman.
Film ini juga
merupakan film pertama Kathanika Films yang berkolaborasi dengan Adhya
Pictures.
Cerita film yang
ditulis selama 3 bulan ini turut mengangkat kesadaran tentang isu mental
health yang masih rendah di masyarakat. Film ini menampilkan akting
dari dua aktor-aktris muda, Bima Azriel
(pemeran Ombak) dan Tissa Biani
(pemeran Aleiqa). Untuk mendalami peran ini, Bima dan Tissa kompak
melakukan riset mandiri mengenai kesehatan mental ke orang terdekat, mencari
referensi bacaan, berdiskusi dengan Sutradara, hingga mencari tahu dari
psikolog profesional.
“Memerankan
seseorang yang memiliki kondisi kesehatan mental itu nggak mudah, sebisa
mungkin aku ingin merepresentasikan mereka dengan baik namun tetap apa adanya.
Paham kesulitan mereka, paham cara mereka membawa diri di depan orang. Aku juga
latihan gestur, cara melihat, sampai cara bicara orang seperti Aleiqa yang
mood-nya naik turun.” ujar Tissa Biani.
"Kami di
Adhya Pictures selalu ingin menghadirkan karya dengan kekuatan cerita yang
relevan bagi masyarakat. Film ini ingin berbicara kepada setiap kita yang
adalah bagian dari keluarga, entah sebagai anak, kakak, adik, dan orang tua
tentang sebuah isu yang seringkali tidak dapat terucap. Semoga melalui film ini
pengalaman-pengalaman trauma maupun isu-isu kesehatan mental yang selama ini
tersembunyi, dapat sedikit demi sedikit mulai dibicarakan antara anggota
keluarga," ujar Ricky Wijaya, Produser Eksekutif film Mungkin Kita Perlu Waktu. "Film
ini juga merupakan dukungan Adhya Pictures bagi para filmmakers kita yang memiliki pesan penting dan ingin memberi
dampak positif bagi masyarakat," lanjutnya.
Mengambil sudut
berbagai sudut pandang tiap masing-masing anggota keluarga dalam menghadapi
kedukaan, film ini berpesan bahwa setiap orang punya cara yang berbeda dalam
menghadapi luka dan perasaannya. Dibalut oleh konflik yang sering terjadi dalam
kehidupan sehari-hari dan diiringi oleh soundtrack
“Waking Up Together with You” dari Ardhito Pramono dan “Tak Terima” dari
Sheila Dara Aisha dan Donne Maula, saksikan perjalanan keluarga Ombak dalam
menghadapi rasa trauma di film “Mungkin
Kita Perlu Waktu” tanggal 15 Mei
2025 di seluruh bioskop Indonesia.
***
Jajaran Cast “Mungkin Kita Perlu Waktu” / “All We Need is Time”
Bima
Azriel sebagai Ombak
Tissa
Biani sebagai Aleiqa
Sha
Ine Febriyanti sebagai Kasih
Lukman
Sardi sebagai Restu
Naura
Hakim sebagai Sara
Asri Welas
sebagai Nana
Jajaran Pembuat Film “Mungkin Kita Perlu Waktu”
/ “All We Need is Time”
Teddy
Soeriaatmadja - Sutradara, Penulis Naskah dan Produser
Ricky
Wijaya (Adhya Pictures) - Produser Eksekutif
Lukman
Sardi (Kathanika Films) - Produser Eksekutif
Shierly
Kosasih (Adhya Pictures) - Produser
Ruly
Sjafri (Karuna Pictures) - Produser Pendamping
Eric
Primasetio (Karuna Pictures) - Produser Pendamping
Ikuti
terus update mengenai Film “Mungkin Kita Perlu Waktu” di:
● Official
Instagram: @kathanika.films,@adhyapictures, @karuna_pictures
● X
Adhya Pictures: @adhya_pictures
● TikTok
Adhya Pictures: adhya_pictures
● YouTube
Adhya Pictures: Adhya Pictures
Tentang
Kathanika Films
Kathanika Films (dalam bahasa Sanskrit) yang
berarti Story-teller, digawangi oleh
Lukman Sardi, dengan karier yang telah melampaui tiga dekade, dibangun dengan
visi untuk bercerita tentang kehidupan melalui film yang mengangkat realitas
sosial, budaya, dan nilai-nilai yang dekat dengan masyarakat Indonesia.
Selain berkomitmen menghadirkan inovasi,
keunggulan artistik dan eksplorasi narasi yang berani dan tidak hanya menghibur
tetapi juga menginspirasi, memprovokasi pemikiran dan menyalakan imajinasi
penonton, Kathanika juga berkomitmen menghadirkan talent-talenta baru di
Industri perfilman Indonesia.
Tentang
Adhya Pictures
Adhya Pictures adalah sebuah studio film dari kelompok
perusahaan Adhya Group. Karya-karya yang dihasilkan berfokus pada kolaborasi
bersama kreator-kreator terkemuka untuk menghasilkan film-film yang memiliki
narasi yang kuat dan relevan. Adhya Pictures percaya bahwa karya kolaboratif
akan membuahkan produk yang mempunyai kekuatan nilai dan memberi kontribusi
nyata pada industri.
Melalui perannya di bidang Film Investment,
Intellectual Property Studio & Banking, Visual Effect and Animation, dan
Production House afiliasinya, Adhya Pictures berkomitmen untuk terus menyajikan
film berkualitas terbaik dan turut serta memajukan industri film Indonesia.
Adhya Pictures dan jajaran afiliasinya adalah Satria Dewa Studio, Kathanika
Films, Lumine Studio, LMN VFX, Wong Vardha Entertainment, DAMN! I Love
Indonesia Pictures, Peregrine Studios.
Dua film terbaru Adhya Pictures akan segera
tayang di seluruh bioskop Indonesia, yaitu Mungkin Kita Perlu Waktu, dari
sutradara dan penulis Teddy Soeriaatmadja, dan Sampai Jumpa, Selamat Tinggal,
dari sutradara Adriyanto Dewo. Sederet karya terbaik selanjutnya sedang
dipersiapkan oleh Adhya Pictures untuk direncanakan tayang pada 2025-2026.
Tentang
Karuna Pictures
Karuna Pictures adalah rumah
produksi yang didirikan oleh Teddy Soeriaatmadja pada tahun 2008, yang awalnya
berfokus pada proyek-proyek seperti profil perusahaan, iklan TV, dan video
musik. Seiring waktu, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu rumah
produksi terkemuka di Indonesia dengan spesialisasi dalam film berkualitas
tinggi, baik untuk bioskop maupun platform digital.
Film dan Prestasi:
• Ruma Maida (2009): Film ini mendapatkan sebelas nominasi di Festival Film
Indonesia dan memenangkan satu penghargaan.
• Trilogi Intimasi (Lovely Man,
Something in the Way, About A Woman): Trilogi ini
mendapatkan pengakuan internasional dengan pemutaran perdana di Busan
International Film Festival (2011) dan penghargaan seperti Best Director dan
Best Film di Tiburon International Film Festival, Best Narrative Feature di Tel
Aviv Film Festival, serta Best Actor di Asian Film Awards Hong Kong.
• Affliction (2021): Dirilis di Netflix bersama empat film lain dari Karuna
Pictures.
• Berbalas Kejam (2023): Dirilis secara eksklusif di Amazon Prime.
• The Architecture of Love (2024): Dirilis bekerja sama dengan Starvision Plus.
Dengan reputasi yang solid di kancah nasional dan internasional, Karuna Pictures terus menghadirkan karya yang tidak hanya memenuhi standar komersial tetapi juga memiliki nilai artistik yang tinggi.

.jpg)

.jpg)

Komentar
Posting Komentar