Langsung ke konten utama

Gangguan Berbahaya Jin Dasim Pengganggu Suami Istri dalam Film Horor “Dasim” karya Sutradara Ginanti Rona

Hubungan berjarak, Dasim merusak! 

Film “Dasim” tayang mulai 15 Mei 2025 di bioskop. 



 

Jakarta, 10 Mei 2025 — Film horor “Dasim” karya terbaru persembahan Starvision dari sutradara Ginanti Rona, akan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2025. Film “Dasim” membawa teror yang mencekam dari sosok jin Dasim, membawa gangguan berbahaya untuk pasangan suami istri yang baru saja menikah dan tengah menyambut kelahiran buah hati pertama mereka.

 

Dikisahkan Salma (Zulfa Maharani) dan Arman (Omar Daniel) adalah pasangan muda yang bahagia, tetapi sejak menikah Salma mulai merasakan gangguan mistis. Ketika Salma hamil dan Arman mengerjakan proyek besar di kantor arsiteknya dan membuatnya sering lembur, mereka pindah ke rumah ibu Arman (Meriam Bellina). 

 

Namun, meski telah berpindah tempat tinggal, Salma masih mengalami teror yang justru semakin menyeramkan. Salma bahkan kini berkonflik dengan mertuanya, ditambah muncul kecurigaan Arman berselingkuh, hingga Salma kini memercayai dan mengandalkan salah satu tetangganya yang misterius.




 

Film “Dasim” dibintangi oleh Omar Daniel, Zulfa Maharani, Adinda Thomas, Meriam Bellina, Dinda Kanyadewi, Morgan Oey, Arswendy Bening Swara, Yatti Surachman, Grace Ayu, Tania Hantara, dll. Film “Dasim” sekaligus menjadi reuni bagi kedua bintang utama Omar Daniel dan Zulfa Maharani bersama sutradara Ginanti Rona. Para pemeran mampu memberikan kualitas akting terbaik mereka dan menampilkan dimensi yang berbeda sehingga berhasil membuat dunia yang diciptakan begitu hidup dan realistik.

 

Sepanjang film, Ginanti Rona berhasil membuat penonton untuk menebak misteri dan teka-teki siapa yang tega memisahkan rumah tangga Salma dan Arman. Penonton diajak untuk ikut menaruh rasa curiga terhadap beberapa karakter yang ada di film. Unsur horor yang mencekam juga sangat kuat di film “Dasim”. Tak hanya mengandalkan jumpscare, film “Dasim” juga menghadirkan horor yang tajam nan kejam. Penonton bisa merasakan kengerian hingga membuat berteriak karena adegan yang dirancang dengan apik dan tepat secara momentum.

 

Film “Dasim” juga memberikan nuansa yang membuat penonton penasaran hingga akhir film. Ditambah, pada babak akhir Ginanti Rona memberikan energi tancap gas yang akan memberikan klimaks sebelum keluar bioskop. 

 

Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, Riza, dan Mithu Nisar, film “Dasim” akan menjadi horor kedua yang dirilis Starvision tahun ini yang berdasarkan peristiwa nyata, setelah kesuksesan “Petaka Gunung Gede” yang berhasil menjadi film blockbuster awal tahun 2025. Chand Parwez mengatakan, pada karya terbaru Starvision, ia membawa tema baru yang berbeda dari horor sebelumnya.




 

“Film “Dasim” akan memberikan pengalaman menonton yang berbeda lagi untuk pencinta horor Indonesia. Jika sebelumnya Starvision menyajikan horor yang diadaptasi dari kisah nyata tentang persahabatan dan pendakian gunung, kali ini melalui “Dasim” penonton akan melihat bagaimana pasangan suami istri dan sebuah keluarga akan berjuang menghadapi teror yang mengganggu dan mencoba memisahkan mereka, melalui sosok yang sangat kuat,   Jin Dasim. Gangguan-gangguan dalam rumah tangga ini tak hanya diwujudkan dalam drama tapi juga horor yang meneror serta terasa mengerikan. Namun, kami berharap penonton juga bisa mengambil nilai penting tentang menjaga suatu hubungan agar tidak pernah dihampiri sosok Dasim,” kata produser film horor “Dasim” Chand Parwez Servia.

 

Sutradara Ginanti Rona mengungkapkan, di film “Dasim” ia ingin memberikan pengalaman horor yang berbeda dari garapan sebelumnya. Dengan latar belakang mistisisme yang dipercaya dalam agama Islam, tentang sebuah amalan yang dapat menyesatkan dan bersekutu dengan jin, Ginanti Rona berhasil menghadirkan horor yang memiliki kekuatan untuk dinikmati menjadi hiburan sekaligus pelajaran bermakna.

 

“Untuk menciptakan sosok Jin Dasim dan apa saja yang bisa dia lakukan, hingga dari mana awal mulanya, saya beserta tim melakukan riset juga konsultasi ke tokoh agama. Hal ini agar memberikan alasan kuat, mengapa sosok Jin Dasim ini bisa begitu meneror dan memiliki tipu daya yang menyesatkan pasangan suami istri. Film “Dasim” akan memberikan sensasi ngeri, curiga, sekaligus berteriak saat menontonnya,” kata sutradara film “Dasim” Ginanti Rona.

 

Di film “Dasim”, Zulfa Maharani juga melakukan perubahan dan tampilan berbeda. Di film ini, ia memerankan Salma sebagai sosok istri yang taat bukan hanya kepada suami namun juga ajaran agama. 

 

“Pengalaman baru lagi bagiku, karena aku memerankan karakter Salma yang tengah hamil. Di film “Dasim”, Salma dibuat menjadi orang yang sangat mudah curiga dan berprasangka buruk akibat ulah tipu daya Dasim. Ada tantangan lainnya, yakni ketika aku harus melakukan suatu adegan yang menjadi klimaks film ini, dan itu sangat menguras energi dan bagaimana aktor dituntut untuk memiliki kepandaian olah tubuh,” kata Zulfa Maharani.

 

Omar Daniel, yang sebelumnya juga pernah bekerja sama dengan Zulfa Maharani dan Ginanti Rona begitu cair memerankan Arman, suami dari Salma di film “Dasim”. Menurutnya, karakter Arman bisa saja membuat penonton geram. Padahal, hal itu karena ulah Jin Dasim.




 

“Di film “Dasim” kita akan melihat sosok Arman yang tadinya sangat baik dan perhatian dengan istrinya, Salma, berubah menjadi begitu buruk. Mulai berani membentak hingga mengabaikan. Konflik itu, tak lain karena ulah Jin Dasim. Namun, ada yang menjadi misteri dan teka-teki yang harus dipecahkan di film ini. Siapa orang di balik yang bersekutu dengan Jin Dasim untuk menghancurkan rumah tangga Arman dan Salma? Itu yang akan membuat kita penasaran hingga akhir film,” kata Omar Daniel.

 

Film horor “Dasim” tayang mulai 15 Mei 2025 di bioskop Indonesia! Ikuti terus perkembangan film “Dasim” melalui akun Instagram resmi @dasimfilm dan @starvisionplus, juga TikTok @StarvisionMovie 

 

 

Sinopsis

 

Salma dan Arman pasangan muda bahagia, tetapi sejak menikah Salma mulai merasakan gangguan mistis. Ketika Salma hamil dan Arman mengerjakan proyek besar yang membuatnya sering lembur, mereka pindah ke rumah ibu Arman.

 

Salma mengalami teror yang semakin menyeramkan, konflik dengan mertua, ditambah kecurigaannya bahwa Arman selingkuh, hingga Salma mengandalkan tetangganya yang misterius.

 

Pemain dan Tim Produksi 

 
Omar Daniel                         : Arman
Zulfa Maharani                    : Salma
Adinda Thomas                   : Indri
Meriam Bellina                     : Lastri
Dinda Kanyadewi                 : Diah
Morgan Oey                          : Dhika
Arswendy Bening Swara    : Kyai Hasan
Yatti Surachman                  : Bi mSumi
Grace Ayu                             : Jessica
Tania Hantara                      : Penggoda     

Produksi                               : Starvision
Produser                              : Chand Parwez Servia
                                                Riza
                                                Mithu Nisar
Sutradara                            : Ginanti Rona
Produser Eksekutif           : Reza Servia
                                               Amrit Dido Servia
                                               Raza Servia
Produser Lini                     : Rini Atmodjo
Peristiwa Diceritakan Kepada : Piu Syarif                     Penulis Skenario               : Piu Syarif
                                               Decky Putra
                                               Natania Jansen
                                               Ginanti Rona
Pengarah Artistik             : Wihana Erlangga
Penata Kamera                : Propagandhy
Penyunting Gambar        : Wawan I. Wibowo
Penata Suara                   : Crossfade
Perekam Suara                : Hasanudin Bugo
Penata Musik                   : Ricky Lionardi
Penata Warna                  : Chressandy Rorimpandey
Penata VFX & Grafis       : In My Room
Penata Rias                      : Vera Wati
Penata Rias Efek             : Clarista Christie
Penata Busana                : Aldie Harra
Penata Peran                   : Arief Havidz
                                             Jahur Ahmad
Perancang Poster           : Alvin Hariz 



Tentang Starvision

 

Starvision adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang sukses dengan berbagai judul film populer dan telah menerima penghargaan bergengsi. Film-film seperti Virgin (2005), Heart (2006) dan Get Married (2007) adalah judul yang meraih box office tertinggi di bioskop Indonesia di tahun penayangannya.

 

Selain itu, karya Starvision kerap menjadi trendsetter dengan berbagai genre yang meraih kesuksesan, seperti The Tarix Jabrix (2008), Perempuan Berkalung Sorban dan Get Married 2 (2009), Laskar Pemimpi dan Kabayan Jadi Milyuner (2010), Purple Love dan Hafalan Shalat Delisa (2011), Perahu Kertas (2012), Cinta

Brontosaurus (2013), Marmut Merah Jambu (2014), Ngenest (2015), Koala Kumal dan Cek Toko Sebelah (2016), Critical Eleven, Sweet 20 dan Susah Sinyal (2017), Yowis Ben dan Milly & Mamet (2018), Yowis Ben 2, Ghost Writer, Dua Garis Biru dan Imperfect (2019), Yowis Ben 3 dan Yowis Ben Finale (2021), Keramat 2 dan Cek Toko Sebelah 2 (2022), Hati Suhita dan 172 Days (2023), Sinden Gaib, Dua Hati Biru, The Architecture of Love (TAOL), Sekawan Limo, Rumah Dinas Bapak,  Modal Nekad  (2024), juga Petaka Gunung Gede dan Komang (2025). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...