Langsung ke konten utama

Tak Ingin Usai di Sini: Ketika Cinta Tak Bisa Memiliki Vanesha Prescilla & Bryan Domani Saling Mencintai, Tapi Tak Bisa Bersama. Tayang di Bioskop Mulai 5 Juni 2025!

 




Jakarta, 29 Mei 2025 — Satu minggu menjelang penayangannya, film Tak Ingin Usai di Sini karya Robert Ronny resmi menggelar Gala Premiere. Film drama romantis ini mempertemukan Vanesha Prescilla dan Bryan Domani sebagai Cream dan K, dua sahabat yang saling mencintai, namun tak pernah bisa benar-benar bersama.

 

Dipersembahkan oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, Tak Ingin Usai di Sini mengangkat kisah cinta yang penuh pengorbanan. Lewat cerita K dan Cream, penonton diajak memahami bahwa cinta tak selalu tentang memiliki, tapi juga soal keikhlasan untuk melepaskan—demi kebahagiaan orang yang dicintai.

 

K dan Cream telah bersahabat sejak SMA—tumbuh bersama dan diam-diam saling jatuh cinta. Namun K menyimpan rahasia besar: ia mengidap penyakit serius yang mengancam hidupnya dan diam-diam mempersiapkan perpisahannya. K memilih untuk mencarikan sosok yang bisa membahagiakan Cream saat dirinya tak ada. Dalam dunia yang tak bisa memberikan kebersamaan, Tak Ingin Usai di Sini adalah kisah tentang cinta yang memilih untuk berkorban, bukan memiliki; tentang rasa yang tak pernah benar-benar usai.





Didukung oleh para pemain muda berbakat seperti Davina Karamoy, Rayn Wijaya, Indian Akbar, Asha Assuncao, Jinan Safa, Anya Zen, serta aktor berpengalaman seperti Tanta Ginting dan Rukman Rosadi, serta penampilan spesial dari Queen of Pop Indonesia, Rossa, Tak Ingin Usai di Sini menyuguhkan kisah paling romantis tahun ini di bioskop Indonesia.




Cinta itu butuh pengorbanan. Value ini yang terkadang sering dilupakan oleh banyak orang. Tanpa pengorbanan, cinta tak akan terasa seperti cinta, dan semua cinta, meskipun terasa indah namun butuh pengorbanan, apapun bentuknya, ujar Robert Ronny, produser, penulis, dan sutradara Tak Ingin Usai di Sini.


Andi Boediman


“Kami merasa ada ruang yang besar untuk film drama romantis yang kuat secara cerita dan emosional. Tak Ingin Usai di Sini hadir karena kami percaya, di balik kisah cinta yang tidak selesai, selalu ada pelajaran tentang mencintai dengan tulus. Film ini mengisi ruang tersebut dengan cerita yang menyentuh tapi tetap relevan, imbuh Andi Boediman, produser eksekutif.

 

Di film ini, Robert Ronny pun memberikan tantangan untuk para pemerannya. Tak hanya bagi kedua bintang utama, namun juga untuk para ansambel pemeran. Seperti Davina Karamoy yang harus tampil berbeda dari  karakter yang pernah ia mainkan di film lain dan akan memperlihatkan sisi keaktorannya yang kaya, hingga peran Rossa yang biasanya tampil di depan panggung kini harus berakting.

Vanesha Prescilla


Film ini juga menjadi momen eksplorasi akting bagi para pemain. Vanesha mengaku bahwa karakter Cream menantangnya secara emosional. “Cream terlihat ceria, tapi sebenarnya menyimpan luka. Untuk menyelami karakter ini, aku harus menanggalkan sisi Vanesha dan masuk ke kompleksitas emosinya,” ujar Vanesha Prescilla.

Bryan Domani


Sementara bagi Bryan Domani, memerankan K bukan perkara mudah. “K memikul beban besar sejak awal cerita. Untuk memainkan emosi itu, aku sangat terbantu oleh chemistry dengan Vanesha dan arahan sutradara yang detail,” kata Bryan Domani.

Salah satu elemen menarik dalam film ini adalah penggunaan lokasi animal shelter milik Jakarta Animal Aid Network (JAAN), organisasi nirlaba yang fokus pada kesejahteraan hewan. Di cerita, K dan Cream menjadi relawan yang merawat anjing dan kuda di sana. Film ini sekaligus mengajak penonton untuk mendukung program advokasi JAAN dengan berdonasi.

 

Film ini turut didukung oleh Legacy Pictures, KMIF, Netzme, Nuon, dan Virtuelines, serta Livin’ by Mandiri sebagai official partner dan PT Suparma Tbk yang menyediakan merchandise berupa tisu Plenty untuk film Tak Ingin Usai di Sini. Sebelumnya, Paragon Pictures sukses dengan film Kuasa Gelap dan serial Culture Shock, yang keduanya menduduki peringkat satu di Netflix dalam minggu yang sama bersama The Most Beautiful Girl in the World. Kuasa Gelap juga sukses di bioskop dengan perolehan lebih dari 1 juta penonton.

 

Ikuti informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @paragonpictures.id dan jangan lewatkan kisah cinta paling menyentuh tahun ini. Tak Ingin Usai di Sini tayang serentak di bioskop mulai 5 Juni 2025!

 

___________________________

 

TENTANG PARAGON PICTURES

Berdiri pada tahun 2019, Paragon Pictures fokus pada pengembangan, produksi, pemasaran, dan distribusi film untuk pasar Indonesia dan global. Paragon Pictures telah sukses merilis film The Most Beautiful Girl in the World, Kuasa Gelap, Losmen Bu Broto, Backstage dan Kalian Pantas Mati.

 

TENTANG IDEOSOURCE ENTERTAINMENT

Ideosource Entertainment adalah perusahaan entertainment yang berinvestasi di industri film dan ekosistemnya. Ideosource Entertainment telah berinvestasi di 19 film layar lebar, seperti Keluarga Cemara, Gundala, Bebas, dan Qodrat.

 

TENTANG LEGACY PICTURES

Berdiri sejak tahun 2011, Legacy Pictures berkomitmen mendukung insan-insan kreatif perfilman Indonesia dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Sejumlah film nasional box office yang turut didukung oleh Legacy Pictures di antaranya adalah Ada Apa dengan Cinta 2, Pengabdi Setan 2: Communion, Agak Laen, The Architecture of Love, dan Siksa Kubur.

 

TENTANG KMIF

Kreasi Media Indonesia Fund (KMIF) adalah perusahaan investasi yang berfokus pada industri media dan konten di Indonesia. KMIF berkomitmen untuk mendukung perkembangan industri media melalui dukungan finansial dan sumber daya lainnya guna meningkatkan pertumbuhan ekosistem dan berkontribusi pada perekonomian secara keseluruhan.

 

TENTANG NETZME

Netzme adalah platform pembayaran digital inovatif melalui teknologi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Selain fungsi keuangan, Netzme juga meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk UMKM serta mendukung program pemerintah dalam memperluas penggunaan QRIS di seluruh Indonesia.

 

TENTANG NUON DIGITAL INDONESIA

Nuon Digital Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Digital Content dan

Entertainment dan merupakan anak usaha dari Telkom group, perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Nuon Digital Indonesia mengelola penukaran voucher layanan digital game, game publishing, music streaming, digital music aggregator, events exclusive ticketing, dan berbagai layanan konten berbasis digital lainnya.

 

  

TENTANG VIRTUELINES

Virtuelines adalah perusahaan produksi film asal Indonesia yang didirikan oleh Arya dan Ardi Setiadharma, investor di ekosistem startup Indonesia. Berbekal pengalaman sukses di dunia teknologi, keduanya kini membawa semangat dan keahlian bisnis ke industri film. Dalam 2 tahun terakhir, Virtuelines telah berinvestasi di berbagai film seperti Pemukiman Setan, Kuasa Gelap, Ambyar Mak Byar, dan Qodrat 2 yang berhasil meraih 2 juta penonton.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...