Langsung ke konten utama

Film Animasi Malaysia Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria Sajikan Aksi Seru, Menegangkan dan Menghibur Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 27 Juni 2025



 

JAKARTA, 23 Juni 2025 — Setelah sukses di bioskop Malaysia, film animasi Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria yang disutradarai oleh Usamah Zaid Yasin dan ko-sutradara Nazmi Yatim, kini akan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 27 Juni 2025! Film persembahan PRIMEWORKS Studios dan WAU Animation ini akan menjadi sajian utama bagi anak-anak dan keluarga di musim libur sekolah. Dalam sekuelnya, Ejen Ali (disulih suara oleh Ida Rahayu Yusoff) akan berhadapan dengan musuh utamanya, Neonimus (Qayyim Zamani), dan melindungi Cyberaya dari serangan jahat yang bisa menghancurkan kota.

Di film Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria, penonton dan penggemar setia akan disajikan dengan aksi seru penuh tantangan dalam misi agen muda. Ejen Ali terlibat dalam proyek baru MATA, Project Satria. MATA (Meta Advance Tactical Agency) adalah agensi mata-mata berteknologi tinggi yang bertugas melindungi Cyberaya. Project Satria akan memungkinkan sang agen muda untuk bisa menguasai keempat keahlian yang menjadi fokus MATA: Tekno (teknologi), Neuro (strategi), Kombat (beladiri), dan Inviso (kecerdasan). Ejen Ali pun menjadi agen muda pertama yang dipercaya untuk mencoba kecanggihan teknologi Satria, yang berwujud dalam sebuah pakaian tempur berteknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Namun, dalam upaya mengendalikan Satria, Ejen Ali menghadapi tantangan serius. Keahliannya sebagai agen muda, akan diuji. Tak hanya itu, pertemanannya dengan Alicia (Noorhayati Maslini), sesama agen muda, juga akan menemui titik kritis di film kedua ini. Sementara itu, Cyberaya juga tengah dalam ancaman Neonimus, dengan rahasia dari masa lalu yang terungkap.


Salah satu yang menjadi spesial, lagu Teman Sejati dari grup band NIDJI juga akan menjadi OST film Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria. Lagu yang akan merepresentasikan dinamika cerita dan perjalanan karakter Ejen Ali bersama teman-temannya dalam menyelesaikan misi. Tak hanya itu, film ini juga turut melibatkan studio asal Indonesia, Dipadira Animation Studios.



Ejen Ali The Movie sebelumnya telah sukses dengan film perdananya pada 2019, yang hingga saat ini menduduki peringkat ketiga sebagai film animasi terlaris di Asia Tenggara. Sementara, serial Ejen Ali di televisi juga menjadi kegemaran bagi banyak penonton anak di Indonesia. Di Malaysia, sejak tayangnya di bioskop, Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria juga mendapatkan antusiasme tinggi dengan selalu menduduki perolehan penonton di tiap pekannya.

Tayangnya Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria di jaringan bioskop Indonesia sekaligus menjadi perayaan bagi para penggemar setia yang juga telah mengikuti kisah dari Ejen Ali dalam format serial di televisi. Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria juga melanjutkan momentum emas animasi Asia Tenggara yang saat ini tengah mendapat apresiasi dan penerimaan yang baik dari penonton.


Ikuti aksi petualangan seru Ejen Ali dan para agen muda dan MATA dalam menumpas kejahatan Neonimus dan menyelesaikan misi menyelamatkan warga Cyberaya di film animasi Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria! Tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Juni 2025!

Tentang PRIMEWORKS Studios

PRIMEWORKS Studios adalah salah satu perusahaan produksi konten terkemuka di Malaysia yang merupakan bagian dari Media Prima Berhad. Dikenal karena menghasilkan berbagai program televisi populer, film layar lebar, dokumenter, dan animasi berkualitas tinggi, PRIMEWORKS Studios terus berinovasi dalam menyampaikan kisah-kisah menarik yang relevan bagi penonton lokal dan internasional. Dengan komitmen terhadap kreativitas dan nilai-nilai lokal, PRIMEWORKS Studios telah menjadi kekuatan utama dalam industri hiburan Asia Tenggara.

Tentang WAU Animation

WAU Animation adalah studio animasi Malaysia yang berbasis di Cyberjaya, yang dikenal lewat karya-karya orisinalnya dengan kualitas visual dan cerita yang kuat. Didirikan oleh Usamah Zaid Yasin, WAU Animation berfokus pada pengembangan konten animasi yang inspiratif dan mampu bersaing di tingkat internasional. Serial dan film Ejen Ali adalah salah satu karya unggulan WAU Animation yang telah meraih kesuksesan besar, menjadikannya ikon animasi anak-anak di kawasan Asia Tenggara. WAU Animation juga dikenal karena komitmennya dalam mengangkat kisah-kisah lokal yang relevan dan memberdayakan generasi muda melalui animasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...