Saat Impian Tidak Bertemu Dengan Ekspektasi Orang Tua
Jakarta, 24 Juni 2025 — Di balik senyum remaja, sering tersembunyi konflik yang tak pernah
benar-benar selesai, keinginan hati yang berlawanan dengan kehendak orang tua,
mimpi besar yang pelan-pelan dikecilkan oleh realita hidup. Inilah potret getir
yang diangkat film terbaru dari SinemArt,
Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan,
yang akan tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025.
Film ini merekam hal-hal yang seringkali
sulit diungkapkan, tentang jati diri yang masih dicari, tentang tekanan yang
datang dari keluarga, dan tentang cita-cita yang terasa makin jauh hanya karena
tidak sesuai “rencana” orang tua.
Dalam first look yang baru saja dirilis, penonton diajak mengenal lebih dalam Magnus (diperankan Ari Irham), seorang siswa SMA yang berhasil
diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang merupakan kampus impiannya.
Siapapun yang impiannya terwujud pastinya akan bahagia. Karena setiap orang
tentu punya panggilannya sendiri. yang penting cukup berani memulai.
Hal itu tentu yang diharapkan setiap orang,
termasuk Magnus. Tapi orang tuanya ingin Magnus kuliah di luar negeri, di
jurusan yang mereka pilihkan. Tentunya jurusan itu yang diinginkan oleh Magnus.
Sementara itu, ada Jovanka yang selalu
mendukung Magnus dengan mimpi-mimpinya, karena ia percaya Magnus adalah sosok
dengan bakat yang luar biasa. “Magnus,
please jujur sama aku... sebenernya kamu mau ke ITB atau ke Oxford?” tanya Jovanka (diperankan oleh Adhisty Zara), seperti yang terlihat di
potongan first look terbaru film ini. Sayangnya, Magnus hanya bisa terdiam.
Di balik percakapan sederhana itu, tersimpan
pertanyaan besar yang kerap dialami banyak anak muda: Apa gunanya pilihan, kalau semuanya sudah ditentukan orang lain? Konflik Magnus tak hanya fiksi. Film ini juga menggugah ingatan publik
pada kisah nyata Devit Febriansyah,
pelajar asal Sumatera Barat yang belakangan ini viral karena keterbatasan
ekonomi, yang hampir membuatnya gagal kuliah di ITB.
Berkat gotong royong warga sekampung yang
patungan memberikan modal untuk berang kuliah, Devit akhirnya bisa melanjutkan
langkahnya. Satu kisah tentang mimpi yang terbentur
restu, satu kisah tentang mimpi yang hampir pupus karena keadaan. Keduanya ada. Keduanya terjadi hari ini, di sekitar kita.
“Film Bertaut Rindu lahir dari keinginan kami
untuk menyuarakan hal-hal yang sulit diucapkan, khususnya oleh para remaja.
Tentang mimpi yang terpaksa diredam, tentang pilihan yang tidak bisa mereka
ambil sendiri, dan tentang harapan yang tetap menyala meski dilanda
kekecewaan,” ujar David S. Suwarto,
Executive Producer SinemArt.
Sementara sang sutradara Rako
Prijanto menegaskan, “Kami percaya, setiap mimpi punya
hak untuk diperjuangkan. Setiap impian berhak untuk dirayakan. Dan film ini
ingin menjadi suara bagi mereka yang selama ini hanya bisa diam.”
Lebih dari sekadar drama remaja, Bertaut
Rindu adalah cermin dari realitas sosial yang sering luput dilihat. Film ini
tak hanya menawarkan kisah cinta, tapi juga percakapan tentang masa depan, yang
kadang harus diperjuangkan bahkan dari orang terdekat sendiri.
Apakah Magnus akan berani memperjuangkan
mimpinya sendiri? Apakah Jovanka akan terus menjadi pengingat bahwa hidup bukan
tentang patuh, tapi tentang tahu apa yang membuat kita utuh?
Jawabannya akan hadir pada 31 Juli 2025, saat Bertaut Rindu tayang di
bioskop seluruh Indonesia. Tunggu informasi lebih lanjut mengenai film Bertaut
Rindu melalui akun Instagram @bertautrindu_movie, @sinemart_movie dan
@sinemart_ph.
****
CATATAN PRODUKSI :
|
Judul |
: Bertaut Rindu |
|
|
|
|
Genre |
: Drama, Romance |
|
|
|
|
Rumah Produksi |
: SinemArt |
|
|
|
|
Waktu Rilis
|
: 31 Juli 2025 (Bioskop) |
|
|
|
|
Eksekutif Produser |
: David S. Suwarto |
|
|
|
|
Produser
|
: MGS. Fahry Fachrudin |
|
|
|
|
Sutradara
|
: Rako Prijanto |
|
|
|
|
Cast |
: Adhisty Zara |
(Sebagai Jovanka) |
|
|
|
|
Ari Irham |
(Sebagai Magnus) |
|
|
|
|
Aida Nurmala |
(Sebagai Diana) |
|
|
|
|
Willem Bevers |
(Sebagai Brata) |
|
|
|
Putri Ayudya |
(Sebagai Yuli) |
||
|
Irgi Fahrezi |
(Sebagai Agung) |
||
|
Nadine Alexandra |
(Sebagai Delina) |
||
|
Aulia Deas |
(Sebagai Maria) |
||
|
Betram Beryl |
(Sebagai Koko) |
||
|
Oki Rengga |
(Sebagai Guru Sekolah) |
||
TENTANG SINEMART
Sinemart adalah perusahaan produksi yang
telah berkarya selama 22 tahun dalam industri hiburan Indonesia, menghadirkan
konten berkualitas yang terus memikat penonton. Dengan pengalaman luas dalam
produksi, Sinemart telah melahirkan lebih dari 300 judul sinetron, 14 serial,
dan lebih dari 24 film yang secara kolektif telah menarik lebih dari 12 juta
penonton di bioskop.
Sebagai rumah bagi berbagai kisah yang
menginspirasi, Sinemart percaya bahwa cerita memiliki kekuatan untuk membentuk
perspektif dan menyentuh hati banyak orang. Dengan dedikasi tinggi terhadap
kualitas, Sinemart berkomitmen untuk terus menghadirkan karya yang bermakna
bagi masyarakat Indonesia.
Industri hiburan terus berkembang, dan
Sinemart selalu terbuka terhadap inovasi serta cara-cara baru dalam
berinteraksi dengan audiens. Sinemart akan terus berupaya memberikan hiburan
terbaik, menciptakan pengalaman sinematik yang relevan, serta memperkuat posisi
industri film dan televisi Indonesia di kancah yang lebih luas.


Komentar
Posting Komentar