Jakarta, 28 Juni 2025 — Siapa bilang
poster film cuma soal gaya dan estetika? Bagi Tinggal Meninggal, setiap poster adalah potret penuh makna dan
tentu saja, penuh gaya. Setelah batch pertama
yang mengenalkan karakter-karakter utama di sekitar Gema, kini giliran keluarga
kandungnya sendiri yang tampil ke permukaan. Tinggal Meninggal resmi merilis
batch kedua poster karakter yang
memperkenalkan “Keluarga Gema”: Papa Gema, Mama Gema, Gema Kecil, dan Gema
Dewasa.
Tapi jangan
buru-buru membayangkan potret keluarga bahagia ala studio foto tahun 2000-an.
Poster “Keluarga Gema” justru tampil dengan pendekatan visual yang unik, serta
elemen komedi yang segar. Setiap poster ini seolah menjelaskan bagaimana
masing-masing karakter ingin dilihat oleh dunia. Satu keluarga, empat wajah,
tampak lucu namun menyimpan ironi yang bikin kamu ketawa getir.
Papa Gema
(Gilbert Pattiruhu) digambarkan bak bos investasi bodong yang sukses dan
meyakinkan. Rapi, menjanjikan masa depan cerah, tapi tak pernah bisa menjawab
pertanyaan: “kapan Papa bisa main bareng Gema?”. Ia adalah sosok ayah dan suami
disanjung di luar, tapi enggan memberikan perhatian kepada keluarganya di
rumah. Fokus hidupnya hanya satu: bagaimana cara agar bisnisnya semakin sukses.
Mama Gema (Nirina Zubir) hadir lewat konsep Facebook style, hadir sebagai
ibu-ibu sibuk arisan yang sering meninggalkan anaknya sendirian meskipun
anaknya mengharapkan perhatian.
Gema kecil (Jared
Ali) bicara lewat binder penuh coretan, curhat tentang sepinya rumah tanpa
kehadiran orang tua. Ia suka Ninja Cat, karakter kartun favoritnya, berani ngomong ceplas-ceplos, tapi jauh di
dalam, ia cuma anak yang merindukan orang tuanya dan ingin ditemani.
Gema dewasa
(Omara Esteghlal) muncul lewat isi notebook dan senyum awkward yang menyimpan
banyak tanya. “Siapa lagi yang harus meninggal agar aku punya teman?” Sebuah
kalimat yang menampar: kita benar-benar hadir, atau cuma datang saat
kehilangan.
Lewat peluncuran
poster ini, Tinggal Meninggal mengajak publik menyelami realita keluarga yang
mungkin terdengar ekstrem, tapi sebenarnya sangat umum: ketika rumah menjadi
tempat paling sepi, dan cinta orang tua berubah jadi rutinitas formalitas. Film
ini tidak hanya menawarkan tawa, tapi juga tamparan lembut tentang bagaimana
luka pengabaian bisa membentuk seseorang di masa dewasa.
Visual absurd
tapi membumi ini bukan sekadar pemanis promosi. Imajinari, rumah produksi yang
dikenal lewat karya-karya getirnya, kembali menegaskan bahwa Tinggal Meninggal
bukan sekadar drama komedi biasa. Ini adalah film reflektif tentang inner child, luka pengabaian, dan
kenyataan sosial yang terlalu sering ditertawakan supaya nggak terlalu
menyakitkan.
Keluarga Gema,
dalam segala keunikannya, adalah representasi diam-diam dari rasa kesepian
banyak keluarga yang kita temui. Poster karakter ini mengajak publik untuk
merenung dan bertanya: Apakah aku kenal keluarga ini? Apakah ini… keluargaku?
Narasi dalam film
ini akan dipertegas juga melalui TingNing
Comedy Show yang hadir pada 25 Juni 2025. TingNing Comedy Show sebuah comedy show yang menjadi bagian dari
rangkaian promosi film Tinggal Meninggal. Tidak hanya menampilkan stand-up
comedy, TingNing Comedy Show juga menyuguhkan berbagai elemen pertunjukan
kreatif yang menggambarkan tema besar dari film ini.
Tinggal Meninggal
adalah film komedi getir dari Imajinari yang lahir dari ide jahil Kristo
Immanuel sebagai debut penyutradaraan film panjang untuknya. Diproduseri oleh
Dipa Andika dan Ernest Prakasa, film ini akan tayang serentak di bioskop mulai
14 Agustus 2025. Mari kenali “Keluarga Gema” lebih dekat, karena bisa jadi,
mereka adalah potret kita semua.
Ikuti terus
informasi terbaru dari Tinggal Meninggal, film unik dari Imajinari, di
Instagram @tingning.official.
TENTANG IMAJINARI
Imajinari adalah studio film muda di Indonesia yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film mega box office “AGAK LAEN” yang meraih lebih dari 9,1 juta penonton dan "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" yang memenangkan Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia tahun 2024.
Didirikan oleh
duo Ernest Prakasa & Dipa Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film
“Ngeri-Ngeri Sedap” (2022), sebuah film yang kemudian menjadi Official
Selection Indonesia untuk Academy Awards 2023.





Komentar
Posting Komentar