Hatinya Dipatahkan, Tapi Takdir Menjahitnya di Tanah Suci: Perjalanan Cinta Assalamu’alaikum Baitullah Sukses Luluhkan Hati Penonton di Special Screening
Jakarta, 28 Juni 2025 — Film
terbaru VMS Studio, Assalamu’alaikum Baitullah , menggelar
serangkaian special
screening di
sejumlah bioskop besar
di Indonesia pada
tanggal 14, 15,
18, dan 21
Juni 2025. Dalam
pemutaran terbatas ini,
penonton dari berbagai
usia dan latar
belakang, dari remaja,
dewasa muda, hingga
orang tua, menyambut
hangat kisah penuh
makna ini dengan
tangis haru, keheningan
mendalam, dan tepuk
tangan panjang usai
kredit terakhir muncul.
Assalamu’alaikum Baitullah bukan
hanya sekadar film
drama, melainkan sebuah
refleksi spiritual tentang belajar
ikhlas, menjadi tegar,
dan memantaskan diri
demi jodoh terbaik , seperti
yang dialami oleh
karakter utama, Amira.
Penonton menyebut film
ini sebagai “pengingat
yang menenangkan”, “film
yang menyentuh hati
dengan keheningan”, hingga
“sebuah pelukan lembut
bagi mereka yang
sedang berjuang dengan
luka, kehilangan, atau
doa-doa yang belum juga terkabul”.
Cerita
film ini berpusat
pada Amira (diperankan
oleh Michelle Ziudith),
seorang perempuan yang
hidupnya seketika runtuh
akibat pengkhianatan dalam
pernikahannya. Namun dari
kehancuran itu, ia
memulai perjalanan menuju
Baitullah, bukan hanya
secara fisik, tapi
juga secara batin
dengan membawa serta
luka, keikhlasan, dan
harapan akan cinta
yang lebih utuh.
Lewat bantuan sesama
perempuan dan pertemuan
tak terduga dengan
sosok yang membantunya
berdamai dengan masa
lalu, Amira belajar
bahwa jodoh terbaik
adalah ia yang
datang setelah seseorang berdamai dengan dirinya sendiri.
Michelle
Ziudith tampil kuat
dan penuh penghayatan
sebagai Amira, diperkuat
akting mendalam dari
Arbani Yasiz (Barra),
Tissa Biani (Amel),
dan Miqdad Addausy
(Pram). Selain itu,
film ini juga
dibintangi oleh Ummi
Quary (Ica), Maudy
Koesnaedi (Ibu Barra),
Vonny Anggraini (Ibu
Amira), dan Sadana Agung
(Rayhan).
Soundtrack
berjudul Jalan
Cinta yang
dinyanyikan oleh Fadhilah
Intan pun menjadi
sorotan tersendiri, lagu
ini menggema di
ruang bioskop dan
membuat banyak penonton
menitikkan air mata karena liriknya yang menohok tentang
pasrah dan cinta yang tidak sia-sia.
Film
ini secara khusus
juga berhasil membuka
ruang diskusi antar
penonton, terutama perempuan,
tentang pentingnya saling
mendukung dalam menghadapi
ujian hidup. Assalamu’alaikum Baitullah menggambarkan
bahwa luka bisa
jadi jalan menuju
kebangkitan, dan bahwa dalam
keheningan doa, seringkali Tuhan menjawab dengan cara yang tak disangka.
VMS
Studio akan segera
membuka Advance
Ticket Sales di awal
Juli, menyambut penayangan
luas film ini
mulai 17
Juli 2025 di seluruh
jaringan bioskop di
Indonesia. Untuk informasi
dan update terkini,
penonton bisa mengikuti
akun Instagram resmi
@film.asba dan @vmsstudioid,
serta bergabung di
komunitas WhatsApp film ASBA untuk
konten-konten eksklusif dan
cerita di balik layar lainnya.
PRODUCTION NOTES ASSALAMUALAIKUM BAITULLAH
|
Title Film |
: Assalamualaikum Baitullah |
|
Production House |
: VMS Studio |
|
Genre |
: Drama, Romance, Religi |
|
Duration |
: 102 menit |
|
Release |
: 17 Juli 2025 |
|
Producer |
: Tony Ramesh, Ridla An-Nuur S. |
|
Co-Producer |
: Clarissa Eunike Dris |
|
Line Producer |
: Nova Teguh |
|
Script Writer |
: Titien
Wattimena, Irfan Ramli, Efrina Sisfayeralda |
|
Director |
: Hadrah Daeng Ratu |
|
Director of Photography |
: Arfian |
|
Editor |
: Ahmad Yuniardi |
|
Art Director |
: Asep Suryaman |
|
Wardrobe |
: Aldie Harra |
|
Make Up |
: Mastita |
|
Casting |
: Q - Noy Irwan |
|
Visual Effect |
: Dreamcatchers |
|
Sound Recordist |
: Waim Ahmad Fahreizi |
|
Sound Designer |
: Ridho Fachri Nanda |
|
Music Composer |
: Alvin Callysta |
SINOPSIS
Assalamualaikum Baitullah
adalah kisah tentang
seorang perempuan yang
hidupnya tiba-tiba runtuh
karena pengkhianatan dan
kehilangan orang tercinta.
Dalam keputusasaan, ia
memulai perjalanan yang
membawanya kembali pada
Tuhan, dirinya sendiri,
dan tujuan hidup
yang baru. Lewat
kekuatan doa, dukungan
sesama perempuan, dan
keberanian untuk memulai
dari awal, ia
membuktikan bahwa luka
bisa menjadi pintu
menuju kebangkitan. Sebuah
drama emosional yang
mengangkat tema keikhlasan,
ketegaran, dan cahaya setelah gelap - tanpa perlu banyak suara.
TENTANG VMS STUDIO
Visual
Media Studio ( VMS) adalah
rumah produksi film
yang berbasis di
Jakarta dan didirikan
pada tahun 2022.
VMS hadir dengan
visi untuk menginspirasi, menghibur,
dan terhubung dengan
penonton, baik di
tingkat lokal maupun
global. Di VMS,
kami berkomitmen untuk
terus mendorong batasan
kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan
relevan lintas budaya.
Proyek
perdana kami, Pemandi
Jenazah , menjadi tonggak
awal yang mengukuhkan
posisi VMS di
industri film regional.
Disutradarai oleh Hadrah
Daeng Ratu dan
ditulis oleh penulis
skenario box office
Lele Laila, film
ini mencatat kesuksesan
luar biasa dengan
meraih 3,5
juta penonton di
seluruh dunia . Film
ini juga menjadi
film Indonesia dengan
pendapatan tertinggi kedua
di Malaysia sepanjang
masa, serta menempati posisi kedua box office nasional di
kuartal pertama 2024.
Dengan semangat untuk terus menghadirkan cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar