“Senyum Manies Love Story” Hadirkan Kisah Cinta yang Menggemaskan Hingga Ajang Nostalgia Bagi Mereka yang Pernah Jatuh Cinta di Kala Muda
Sebuah Romansa Dari Anies Baswedan & Fery Farhati Diangkat Ke Layar Lebar Tayang 12 Juni 2025 Di Bioskop
Jakarta, 11 Juni
2025 - Siap -siap jatuh cinta lagi! Di bulan Juni akan hadir film Senyum Manies Love Story persembahan Bennatin Surya Cipta dan Berkah Menara Sinema yang siap membawa penonton
pada perjalanan cinta masa muda yang manis, polos, dan penuh pilihan sulit.
Film yang diproduseri H. Beni Pensong sebagai produser eksekutif dan Muhammar Amin sebagai produser ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata romansa masa muda Anies Baswedan dan Fery Farhati yang akan menyentuh hati penonton lintas generasi. Disutradarai oleh Ronny Mepet dan ditulis oleh Tisa TS, film ini akan tayang serentak pada 12 Juni 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Film ini mengikuti
perjalanan Anies Baswedan muda diperankan oleh Fahad Haydra, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UGM yang cerdas dan aktif sebagai
aktivis kampus. Tanpa sengaja ia bertemu Fery Farhati diperankan oleh Kathy Indera, mahasiswi lembut dan penuh
semangat. Keduanya saling menyimpan rasa, namun kesibukan Anies mengejar
cita-cita demi masa depannya membuat perasaan itu tak pernah terucap. Anies pun
galau di antara dua pilihan; cinta atau cita?
Seluruh perjalanan
kisah cinta yang menggemaskan sekaligus menjawab kegalauan Anies akan tersaji
dengan hangat dalam film ini. Berlatar suasana kampus era 90-an yang
autentik—mulai dari kegiatan ospek, kehidupan anak kost, diskusi panas dengan
dosen, hingga aksi demonstrasi mahasiswa, film ini menghadirkan pengalaman
nostalgik yang tak hanya membangkitkan kenangan generasi terdahulu, tetapi juga
membuka jendela bagi generasi sekarang untuk melihat seperti apa cinta di masa
lalu: tanpa gadget, tanpa media sosial, hanya usaha-usaha kecil nan tulus demi
bisa bertemu dengan orang yang disayang. Tak heran, banyak momen manis dan
canggung di film ini yang akan membuat penonton tersenyum sendiri.
Lebih dari sekadar
romansa, film ini juga menanamkan nilai-nilai tentang kejujuran, kesabaran, dan
pengorbanan dalam sebuah hubungan. Bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki,
tapi tentang menjadi bagian dari perjalanan seseorang yang kita sayangi. Meski
diangkat dari kisah nyata pasangan Anies Baswedan dan Fery Farhati, film ini
pada akhirnya adalah refleksi dari banyak kisah kita semua—tentang cinta
pertama, dilema hidup muda, dan tentang bagaimana sebuah hubungan bisa tumbuh
perlahan namun kuat, dengan landasan saling percaya dan ketulusan.
Sebagai CEO
Bennatin Surya Cipta sekaligus Executive Producer, H. Beni Pensong menyampaikan
bahwa Senyum Manies Love Story adalah bagian dari visi perusahaannya untuk
menghadirkan film-film yang inspiratif dan membangun karakter.
“Ini adalah film
yang tidak hanya menghibur, tapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya
ketulusan, kesabaran, dan pilihan hidup yang bijak. Sebagai rumah produksi,
kami ingin terus menghadirkan cerita-cerita yang membekas dan relevan bagi
generasi muda Indonesia.” jelas H. Beni Pensong.
Sementara itu,
Ronny Mepet, sang sutradara, mengungkapkan betapa menyenangkannya proses
produksi film ini. Suasana syuting yang hangat, kru yang solid, dan dukungan
dari berbagai pihak membuat proses kreatif berjalan lancar dan penuh semangat.
“Proses pembuatan
film ini sangat menyenangkan dan penuh energi positif. Kami mendapat dukungan
luar biasa dari banyak pihak, mulai dari kru, pemain, hingga komunitas sekitar.
Semua bekerja sama dengan semangat tinggi untuk menghasilkan karya yang terbaik
dan bermakna bagi penonton” ungkap Ronny.
Sementara itu,di
Fahad Haydra, pemeran Anies muda, mengungkapkan bahwa ia harus melakukan riset
mendalam untuk memerankan karakter tersebut dengan baik.
“Untuk memerankan
Pak Anies, saya harus banyak melakukan riset agar bisa memahami siapa dia
sebenarnya — bukan hanya sebagai sosok publik, tapi juga perjalanan pribadi dan
perjuangannya di masa muda. Proses ini sangat penting supaya saya bisa
menghadirkan karakter yang autentik dan bisa menyentuh hati penonton.” papar
Fahad.
Hal senada juga
disampaikan oleh Kathy Indera yang memerankan karakter Fery Farhati muda. Kathy
mengaku bahwa memerankan Fery di masa muda merupakan sebuah keuntungan
dibandingkan jika harus memerankan Fery di masa kini. “Memerankan Bu Fery di
masa muda membuat saya merasa lebih dekat dengan karakternya karena banyak
kemiripan dengan kehidupan sehari-hari kita pada masa itu. Pada masa muda,
karakternya lebih mudah saya pahami dan alami, karena masih banyak pengalaman
dan perasaan yang sama dengan yang saya jalani atau amati di sekitar saya.
Namun, jika harus memerankan Bu Fery di masa kini, saya rasa itu akan menjadi
tantangan tersendiri. Karakternya jelas berbeda, baik dari segi kepribadian
maupun cara pandang hidup, sehingga saya harus menyesuaikan diri lebih banyak”
jelas Kathy.
Selain
dibintangi Fahad Haydra dan Kathy Indera, film ini juga dibintangi oleh Chelsea Sepyani, Lala Sawer, Riki Panap, Tabah Penemuan, Asrul Dahlan,
Joe P. Project, Dewi Alam Purnama, Dimas Putra, Arsal Rudianto, Emma Waroka,
Iwan Burnani, Anton Andreas, Yosephine Chrisan, Rio Maland dan Ridho Nur Abdi.
Film ini bukanlah
cerita tentang seseorang, melainkan cerita kita semua yang pernah muda, jatuh
cinta, dan belajar mengambil keputusan sulit. Siap-siap baper berjamaah bulan
ini lewat Senyum Manies Love Story yang akan tayang pada 12 Juni 2025 di
seluruh bioskop Indonesia.





Komentar
Posting Komentar