Jakarta, 3 Juni 2025 – Gala premiere film The Dark House telah
digelar pada Senin, 2 Juni 2025 di Epicentrum XXI, Jakarta. Acara ini dihadiri
oleh para pemain, kru produksi, dan rekan-rekan dari industri perfilman yang
ikut menyaksikan pemutaran perdana film tersebut sebelum dirilis untuk umum.
Film ini merupakan produksi kolaboratif antara Citrus Sinema dan Infinix One Pictures. Menyasar penonton yang menyukai film dengan pendekatan cerita yang berbeda, The Dark House tidak hanya mengandalkan unsur kejutan dan visual seram, melainkan juga mengeksplorasi sisi psikologis karakter-karakternya. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Juni 2025.
Disutradarai oleh Hans Wanaghi,
diproduseri oleh Maria Angelina Sauyana dan, Eksekutif Produser Marcel
Chandrawinata & Avi Christian (Infinix One Pictures) The Dark House mencoba
menghadirkan teror melalui atmosfer dan scoring yang bisa membangun rasa tegang
dan tidak nyaman.
Film ini dibintangi oleh Ade
Bilal Perdana (sebagai Arya), Karina Ranau (Dewi), Theo Culver (Ansel), Delia
Alena (Gaby), dan Roy Turaekhan (Pak Kholid). Kelimanya dipilih dari proses
casting terbuka, bukan dari jajaran aktor terkenal, untuk menghadirkan nuansa
akting yang segar dan realistis.
The Dark House tidak hanya menghadirkan cerita horor, tetapi juga
menyentuh tema-tema seperti trauma, kesehatan mental, dan ketegangan dalam
hubungan antar manusia. “Melalui pendekatan ini, saya berharap film ini dapat
memberikan pengalaman menonton yang berbeda sekaligus memancing refleksi
penonton tentang hal-hal yang kerap tersembunyi dalam diri, karena itulah kami
memilih Baturaden sebagai lokasi yang sesuai dengan konsep film ini” ujar Hans
Wanaghi, sutradara The Dark House.
“Cerita ini berakar dari trilogi
tentang Sukma dan Ayu, dua saudara kembar yang kisahnya penuh dengan kejadian
kelam di tahun 1958. Kami ingin menghadirkan horor yang tidak hanya menyeramkan
secara visual, tapi juga punya kedalaman emosional yang membuat penonton
merasakan ketegangan yang lebih nyata,” ujar Avi Christian, eksekutif produser
The Dark House.
Film ini mengisahkan Arya dan
Dewi, pasangan suami istri yang tengah berusaha menjalani program kehamilan,
pergi berlibur ke sebuah rumah tua yang dulunya punya kisah tragis dan mencekam
yang terletak di kaki Gunung Slamet. Selama di rumah itu kejadian-kejadian
mistis yang tidak dapat dijelaskan oleh akal sehat pun mulai sering terjadi.
Ketegangan dalam cerita semakin
memuncak saat mereka memutuskan untuk memainkan permainan Charlie-Charlie,
ritual pemanggilan arwah yang dikenal luas di Spanyol dan telah menjadi legenda
urban di berbagai belahan dunia. Awalnya dilakukan sebagai bentuk iseng,
permainan itu justru membuka celah bagi kehadiran energi tak kasat mata yang
mulai mengganggu keseharian mereka.
Menariknya, nuansa horor dalam The Dark House tidak hanya terasa di
layar, tetapi juga selama proses produksi. “Kami memilih Baturraden, Purwokerto
sebagai lokasi syuting karena selain suasananya yang mendukung konsep film,
tempat ini juga kaya dengan cerita mistis yang sudah lama menjadi bagian dari
budaya lokal. Hal ini menambah autentisitas dan atmosfer horor yang ingin kami
ciptakan,” ujar Marcel Chandrawinata, eksekutif produser The Dark House. Hal
ini secara tidak langsung menciptakan atmosfer tersendiri bagi para pemain dan
kru saat menjalani proses pengambilan gambar.
“Waktu Karina mendadak tidak
sadarkan diri saat syuting, suasananya benar-benar hening dan tegang. Yang
bikin kami makin merinding, beberapa warga bilang pernah melihat sosok
perempuan berbaju hijau berdiri di tikungan depan pagar rumah yang kami gunakan
sebagai lokasi. Ceritanya mirip sekali dengan salah satu karakter hantu di film
ini,” ujar Ade Bilal Perdana.
Kejadian tersebut menambah kesan autentik pada proses produksi, sekaligus memperkuat pengalaman para pemain dalam membawakan karakter mereka di tengah suasana yang sudah mencekam secara alami.
Saksikan film The Dark House di bioskop mulai 12 Juni 2025.



Komentar
Posting Komentar