Film Sihir Pelakor Membawa Teror Nyata Orang Ketiga Asmara Abigail Mengancam Rumah Tangga Marcella Zalianty dan Menyakiti Neona Ayu, Fisik & Psikis! Tayang di Bioskop Mulai 31 Juli 2025
Jakarta, 26 Juli
2025 — Setelah sukses dengan film Petaka
Gunung Gede yang diadaptasi dari podcast viral, Starvision kembali
mengangkat kisah viral dalam film horor Sihir
Pelakor. Film Sihir Pelakor
diangkat berdasarkan kisah nyata Novita Indriani dari podcast RJL5 berjudul Sihir Pelakor: Sabdo Pandito yang sudah
ditonton lebih dari 4,8 juta kali. Sabdo pandito adalah ilmu hitam yang bisa
membuat seseorang hilang akal dan merusak keharmonisan keluarga. Pemakai ilmu
ini bisa membuat sasarannya menjadi apa saja yang ia inginkan.
Film yang diproduseri Chand Parwez Servia dan disutradarai
Bobby Prasetyo ini akan memberikan sensasi kengerian teror dari orang ketiga
ketika menghancurkan rumah tangga. Dari godaan gendam yang menenggelamkan
menjadi sihir yang mematikan.
Mengikuti kisah nyata keluarga Edi dan Jumiati, yang
tiba-tiba berubah setelah kedatangan Rini. Karena pengaruh sihir Rini (Asmara
Abigail), Edi (Fathir Muchtar) pergi meninggalkan istrinya, Jumiati (Marcella
Zalianty) dan dua anaknya. Vita, (Neona Ayu), anak dari Edi dan Jumiati yang
merasa kehilangan bapaknya, berusaha mendapatkan kembali cinta sang bapak dan
membawanya kembali ke pelukan keluarga. Namun ia harus menghadapi teror yang
mengancam nyawa dirinya dan juga keluarganya!
Film Sihir Pelakor
akan menjadi sebuah sajian horor yang penuh teror. Dari skenario yang ditulis
Upi dan penyutradaraan Bobby, kombinasi andalan dalam menghasilkan horor yang
memberikan visual mengerikan dengan tekanan psikologis di dalam ceritanya.
“Selain sisi horor, film Sihir Pelakor juga membawa nilai yang bisa menjadi refleksi untuk
kita. Tentang kisah nyata memprihatinkan yang bisa membawa dampak trauma akibat
dari perselingkuhan yang terjadi. Apalagi, ada anak-anak yang menjadi korban
utamanya. Di film ini juga akan menyoroti perjuangan dan kekuatan batin dari seorang
ibu,” ujar produser film Sihir Pelakor Chand Parwez Servia.
Marcella Zalianty mengungkapkan, memerankan karakter
Jumiati yang mendapatkan teror bukan hanya fisik namun juga secara mental
memberikan dimensi baru sebagai seorang Ibu.
“Jumiati adalah sosok Ibu yang sebenarnya banyak kita
temukan di sekitar kita. Mereka tidak mendapat nafkah dari suami dan terpaksa
menghabiskan waktu untuk bekerja demi keluarga dan anak-anaknya, sehingga jadi
kehilangan waktu bersama anak yang malah membuat anak-anaknya tambah dekat
dengan suaminya. Apa yang terjadi pada Jumiati di film Sihir Pelakor adalah pengorbanan sekalian bukti cinta seorang Ibu
yang rela melindungi anak-anak mereka termasuk dari bahaya yang mengancam,” ujar Marcella Zalianty.
Asmara Abigail, yang memerankan Rini berhasil membawakan
karakter yang manipulatif dengan kuat. Ia menjadi sosok pelakor yang
menggunakan sihir sebagai senjata utamanya.
“Penonton akan melihat betapa kejamnya Rini. Unsur sihir
juga akan menarik, dengan pendekatan yang digarap secara mengesankan oleh
sutradara, Sihir Pelakor menjadi
mimpi buruk yang bisa datang ke keluarga siapa saja. Tentu ini sesuatu yang
sangat berat, dan tidak mudah untuk bisa selamat,” kata Asmara Abigail.
Neona Ayu, akan menjalani debut horornya melalui film ini.
Neona secara mengejutkan membawa penampilan yang berbeda. Ia menampilkan
karakter Vita remaja dengan sangat meyakinkan.
“Film Sihir Pelakor memberikan
aku sebuah pelajaran yang amat berharga dalam dunia akting. Aku bisa beradu
peran dengan para aktor senior yang memang sudah terbukti rekam jejaknya.
Selain harus melakukan adegan sulit, di film ini aku juga harus mengolah
emosiku menjadi lebih intens, dibutuhkan untuk menuntun penonton pada apa yang
sedang dihadapi oleh karakter Vita,” terang
Neona Ayu.
Sementara itu, Novita Indriani narasumber yang memiliki
cerita asli mengatakan saat menonton film ini membuatnya menjadi teringat
kembali momen yang pernah ia lalui. “Aku jadi flashback perjalanan aku selama 20 tahun ditinggal Papa. Sedih,
teringat lagi hidup yang pernah aku jalani. Karakter dengan usia yang
seharusnya masih bermain dengan teman malah sudah harus memikirkan bapaknya
hilang entah ke mana, dan melihat ibu yang hancur hatinya dicelakai hingga
hampir mati.”
Hana Malasan, yang memerankan Vita dewasa menambahkan,
selama prosesnya ia banyak menggali hal-hal yang pernah dilalui Vita. Hana
menemukan banyak hal-hal yang bisa disampaikan secara emosional melalui
karakter Vita dewasa di filmnya. “Tidak hanya menarik secara entertainment, tapi cerita di film ini
juga ada yang bisa kita petik sebagai pelajaran,” ujar Hana Malasan.
Film ini dibintangi di antaranya oleh Neona Ayu, Marcella
Zalianty, Fathir Muchtar, Asmara Abigail, Jared Ali, Hana P. Malasan, Indra
Birowo, Alfie Alfandy, Ruth Marini, Ara Ajisiwi, Fajar Aditya RJL 5, Fadi
Alaydrus, Sofia Yulinar, Sania Leonardo, Nissy Meinard, dan penampilan khusus
dari Adhisty Zara.
Film Sihir Pelakor
tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025! Ikuti informasi terbaru melalui akun
Instagram resmi @sihirpelakorfilm dan @starvisionplus, juga TikTok
@StarvisionMovie.
***
Sinopsis
Karena pengaruh sihir Rini (Asmara Abigail), Edi (Fathir
Muchtar) pergi meninggalkan istrinya, Jumiati (Marcella Zalianty) dan dua
anaknya. Vita, (Neona Ayu), anak dari Edi dan Jumiati yang merasa kehilangan
bapaknya, berusaha mendapatkan kembali cinta sang bapak dan membawanya kembali
ke pelukan keluarga. Namun ia harus menghadapi teror yang mengancam nyawa
dirinya dan juga keluarganya!
Pemain dan Tim Produksi
Marcella Zalianty Jumiati
Fathir Muchtar Edi
Asmara Abigail Rini
Jared Ali Dwi
Hana P. Malasan Vita Dewasa
Alfie Alfandy Ustad Ahmad
Indra Birowo Pak Burhan
Sofia Yulinar Bu Burhan
Ruth Marini Dukun
Ara Ajisiwi Ratu Iblis
Fajar Aditya RJL 5 Hartono
Fadi Alaydrus Dwi Remaja
Sania Leonardo Ningsih
Nissy Meinard Maya
Adhisty Zara Penampilan Khusus
Riza
Mithu Nisar
Sutradara Bobby Prasetyo
Produser Eksekutif Reza Servia
Amrit Dido Servia
Raza Servia
Produser Lini Eko Gumilang
Penulis Skenario Upi
Berdasarkan Kisah Nyata di Podcast RJL 5
Sihir Pelakor: Sabdo Pandito, Diceritakan oleh Novita Indriani
Pengarah Artistik Jafar
Penata Kamera Rendra Yusworo
Penyunting Gambar Wawan I. Wibowo
Penata Suara Aditya Trisnawan
Perekam Suara Oky S Nugroho
Penata Musik Ricky Lionardi
Penata VFX & Grafis Dreamcatchers Studio
Penata Busana & Rias Gunawan Saragih
Penata Rias Efek Ernaka Puspita Dewi
Penata Peran Arief Havidz
Jahur Ahmad
Tentang Starvision
Starvision adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang
sukses dengan berbagai judul film populer dan telah menerima penghargaan
bergengsi. Film-film seperti Virgin (2005), Heart (2006) dan Get Married (2007)
adalah judul yang meraih box office tertinggi di bioskop Indonesia di tahun
penayangannya.
Selain itu, karya Starvision kerap menjadi trendsetter dengan berbagai genre yang meraih kesuksesan, seperti The Tarix Jabrix (2008), Perempuan Berkalung Sorban dan Get Married 2 (2009), Laskar Pemimpi dan Kabayan Jadi Milyuner (2010), Purple Love dan Hafalan Shalat Delisa (2011), Perahu Kertas (2012), Cinta Brontosaurus (2013), Marmut Merah Jambu (2014), Ngenest (2015), Koala Kumal dan Cek Toko Sebelah (2016), Critical Eleven, Sweet 20 dan Susah Sinyal (2017), Yowis Ben dan Milly & Mamet (2018), Yowis Ben 2, Ghost Writer, Dua Garis Biru dan Imperfect (2019), Yowis Ben 3 dan Yowis Ben Finale (2021), Keramat 2 dan Cek Toko Sebelah 2 (2022), Hati Suhita dan 172 Days (2023), Sinden Gaib, Dua Hati Biru, The Architecture of Love (TAOL), Sekawan Limo, Rumah Dinas Bapak, Modal Nekad (2024), juga Petaka Gunung Gede dan Komang (2025).
Komentar
Posting Komentar