Langsung ke konten utama

Film Sore: Istri dari Masa Depan, Duet Dion Wiyoko dan Sheila Dara dalam Cerita Epik Romansa Fantasi, Siap Membuat Penonton Tercengang! Tayang Mulai 10 Juli 2025 di Bioskop

 “Tahu nggak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia, kadang dia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.”



Jakarta, 2 Juli 2025 — Setelah sukses dengan 7 Piala Citra dan film blockbuster-nya tahun ini, penulis dan sutradara Yandy Laurens kembali dengan film panjang keempatnya, Sore: Istri dari Masa Depan yang akan tayang di bioskop mulai 10 Juli 2025. Sebuah cerita yang diangkat dari serial web populer berjudul sama, Sore: Istri dari Masa Depan akan menjadi duet terbaru Dion Wiyoko dan Sheila Dara dalam kisah romansa terbaru yang menyegarkan. 

 

Diproduseri Suryana Paramita, film Sore: Istri dari Masa Depan  menjadi produksi mandiri perdana Cerita Films, yang akan membawa penggemar setia pada kisah Jonathan (Dion Wiyoko) dan Sore (Sheila Dara) dalam kemasan baru yang lebih epik namun juga tetap memberikan unsur nostalgia melalui beberapa soundtrack yang telah melekat dan adegan serta dialog ikoniknya. Penggemar lama dan juga penonton baru kisah ini akan sama-sama tercengang dengan alur yang akan disaksikan dalam balutan romansa fantasi yang melintasi batas-batas wilayah dan waktu antara Jakarta, Kroasia, dan Finlandia lewat hamparan es yang dingin, aurora dan sunset yang indah,  serta lanskap rural Eropa yang memanjakan mata.

 

Film  Sore: Istri dari Masa Depan akan mengikuti kisah seorang perempuan yang datang dari masa depan untuk mengubah hidup pasangannya jadi lebih baik. Namanya…. SORE. Sore hanya punya satu tujuan: mengubah kebiasaan buruk dan gaya hidup JONATHAN sebelum semuanya terlambat. Namun, saat Sore mengungkap rahasia masa depan, sesuatu yang tak terduga terjadi. Apakah usaha Sore untuk mengubah hidup Jonathan berhasil?


Yandy Laurens

 

“Alasan membuat Sore: Istri dari Masa Depan menjadi film layar lebar, karena sebagai individu saya juga mengalami banyak perubahan. Ketika pertama kali cerita ini dibuat pada 2016 dan tayang pada 2017, saat itu saya ingin bercerita tentang makna dan penerimaan dalam relasi. Namun, setelah saya melewati banyak dinamika dalam hubungan dan sekarang berkeluarga, saya menerima banyak hikmah tentang arti penerimaan, berbeda sekali dengan saat itu yang masih bujang. Itulah yang menggerakkan saya, untuk kembali menceritakan Sore: Istri dari Masa Depan dengan kedalaman dan makna yang baru, makna cinta dan penerimaan dari seorang istri,” kata penulis dan sutradara film Sore: Istri dari Masa Depan, Yandy Laurens.

 

Keresahan Yandy pun disambut baik oleh produser Suryana Paramita, yang juga menganggap bukan saja Yandy sebagai kreatornya yang bertumbuh, namun yang ikut menyaksikan Sore: Istri dari Masa Depan juga ikut bertumbuh.


Suryana Paramita

 

“Setelah mendengarkan penjelasan Yandy, bahwa ada yang bertumbuh dari relasinya bersama pasangannya, juga setelah melewati berbagai proses filmmaking, Yandy menemukan pemaknaan-pemaknaan baru dalam kurun delapan hingga sembilan tahun ini. Tak jarang, para penonton serial web sebelumnya juga masih memberikan apresiasi terhadap tontonan tersebut hingga saat ini. Saya merasa penontonnya pun bertumbuh dengan serialnya. Untuk itulah kami angkat kembali Sore: Istri Dari Masa Depan ke layar lebar, dengan membawa makna baru ketika penontonnya juga bertumbuh,” tambah produser  film Sore: Istri dari Masa Depan Suryana Paramita.

 

Film Sore: Istri dari Masa Depan akan menghadirkan kisah romansa yang dekat dengan banyak pasangan. Bagaimana seseorang yang menginginkan perubahan dari pasangannya menjadi yang lebih baik dalam hidup mereka. Penonton akan melihat dinamika Sore berusaha keras membawa perubahan pada hidup Jonathan, yang sebenarnya juga masih memiliki sesuatu yang belum selesai dalam hidupnya. 

 

Dikemas dengan pendekatan segar khas gaya penceritaan Yandy Laurens, kita akan menyaksikan kisah romansa epik yang memberikan level baru pada genre drama romansa Indonesia. 




 

Dion Wiyoko dan Sheila Dara, yang telah bekerja sama tiga kali sebelumnya bersama Yandy, menyebutkan Yandy merupakan sineas yang selalu bisa memberikan tantangan baru untuk keduanya. Dion dan Sheila juga secara mengesankan menampilkan relasi romansa yang berbeda di film Sore: Istri dari Masa Depan.


Dion Wiyoko

 

“Saya pertama kali bekerja sama dengan Yandy adalah saat serial web Sore: Istri dari Masa Depan, dan sekarang kembali lagi di film Sore: Istri dari Masa Depan. Pertama kali bekerja sama, nyaman dan seru serta mendapat pengalaman yang asyik. Sampai kemudian berkali-kali berkarya bersama, selalu ada tantangan baru yang diberikan oleh Yandy. Diberikan kesempatan untuk bekerja sama lagi dengan Yandy selalu menantikan sesuatu yang baru dan keunikan yang ditemukan. Dan diberikan kesempatan untuk memberikan kedalaman karakter di setiap ceritanya juga membuat saya bertumbuh di setiap judul, termasuk di film Sore: Istri dari Masa Depan,” ujar Dion Wiyoko.


Sheila Dara

 

“Setiap bekerja sama dengan Dion, Mita, dan Yandy, aku dan Dion sering dipasangkan menjadi pasangan. Namun, setiap judul dinamikanya berbeda. Hubungan kami ada di berbagai fase relasi. Chemistry-nya menjadi tidak terlalu sulit, tapi tantangannya tetap ada,” tambah Sheila Dara.

 

 

Di film ini, selain harus mengikuti kursus bahasa Kroasia yang disampaikan dengan fasih di film, Sheila Dara pun harus mengikuti rangkaian program kebugaran. Hal itu ditujukan untuk mencapai postur karakter yang dibutuhkan dalam cerita. Melalui film ini, tak hanya ceritanya yang mengajak pasangan untuk berubah menjadi lebih baik, namun para pemerannya juga bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, seperti Sheila yang kini rajin berolahraga seusai proses produksi Sore: Istri dari Masa Depan.

 

Film Sore Istri dari Masa Depan diproduksi oleh Cerita Films dan didukung oleh Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Slingshot Pictures, Imajinari, Miles Films, Studio Artemis, Jagartha, Trinity Entertainment Network, dan Dwidaya Amadeo Gemintang sebagai jajaran produser eksekutif dan kolaborator. Serta para partner resmi Artotel Wanderlust, SukkhaCitta, dan HMNS.




 

Ikuti perkembangan terbaru film SORE: Istri dari Masa Depan karya Yandy Laurens produksi Cerita Films melalui akun Instagram resmi @cerita_films. Film SORE: Istri dari Masa Depan tayang 10 Juli 2025 di bioskop!

 

***

SINOPSIS

Seorang perempuan datang dari masa depan untuk mengubah hidup pasangannya jadi lebih baik. Namanya… Sore. SORE (Sheila Dara) hanya punya satu tujuan, yaitu mengubah kebiasaan dan gaya hidup JONATHAN (Dion Wiyoko) sebelum semuanya terlambat. Namun, saat Sore mengungkap rahasia masa depan, sesuatu yang tak terduga terjadi. Apakah usaha Sore untuk mengubah hidup Jonathan berhasil?

 

 ***


TENTANG CERITA FILMS

CERITA FILMS adalah rumah produksi di Indonesia yang pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui web series berjudul Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode (2018) yang direspon dengan antusiasme tinggi hingga mencapai total 5 juta penonton per episode di platform YouTube. Melanjutkan kesuksesan kolaborasinya untuk video musik berjudul Mercusuar pada 2018, rumah produksi Cerita Films kemudian resmi bernaung di bawah nama PT. Tetapi Imajinasi Tidak pada 2019. 

 

Rumah produksi yang dikelola oleh Suryana Paramita sebagai produser dan Yandy Laurens sebagai penulis dan sutradara ini dikenal dengan karya-karyanya yang memiliki kekuatan narasi. Cerita-cerita yang diangkat begitu dekat dengan keseharian namun dikemas dalam teknik bertutur yang unik dan meninggalkan rasa yang dalam bagi penontonnya. Di antaranya adalah deretan series dan film pendek hasil kolaborasinya dengan brand dan pihak-pihak lain seperti Janji the Series (2019), The Power of Sharing (2020), Sepuluh Meter (2020), Perjalanan Terbaik Sepanjang Masa (2021), dan Yang Hilang Dalam Cinta (2022).

 

Bekerjasama dengan rekan rumah produksi lain, Cerita Films memproduksi film layar lebar pertamanya, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023), yang meraih penghargaan Piala Citra sebagai Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2024. Pada awal 2025, Cerita Films kembali berkolaborasi untuk memproduksi film 1 Kakak 7 Ponakan, yang berhasil mencetak box office dengan meraih 1,2 juta penonton. Sore Istri dari Masa Depan adalah film layar lebar pertama Cerita Films yang diproduksi secara mandiri dan akan tayang 10 Juli 2025 di bioskop Indonesia.

 

INFORMASI FILM

Writer & Director         

: Yandy Laurens 

Producer                        

: Suryana Paramita

Associate Producers 

: Asri Welas

                                        

  Maya Hasan

                                        

 

  Sulung Landung

Executive Producers 

: Melyana Tjahyadikarta

                                        

  Queen Yeap

                                        

  Agustinus Lee Martin

                                        

  Ernest Prakasa

                                        

  Mira Lesmana

                                        

  Asim Kemas

                                        

  FX Iwan

                                        

  Yonathan Nugroho

                                        

 

  Hotma Abigail Sirait

Line Producer               

: Meryl Amarilis

Croatian Unit Producer

: Spomenka Saraga

Finland Production Manager : Juho Tuovila

Production Designer &

: Dita Gambiro

Art Director                   

 

Director of Photography

: Dimas Bagus Triatma

1st Assistant Director 

: Abet Fahmi

Production Manager 

: Grace Felicia

Poster Photographer 

: Jozz Felix

Poster Designer

 

: Evan Wijaya

VFX Artist        

 

: Stefanus Binawan

Colorist             

 

: Yehuda Aribowo

Sound Designer

 

: Satrio Budiono

Sound Recordist

 

: Arief Budi Santoso

Music Composer

 

: Ofel Obaja Setiawan

Editor                

 

: Hendra Adhi Susanto

Makeup Artist 

 

: Ernaka Puspita Dewi

Acting Coach 

 

: Stephanus Tjiproet

Casting Director

 

: Nanda Giri A.C.I

Costume Designer

 

: Lidya Natalia

                           

 

PEMAIN

 

  Osh Indah

Sheila Dara       

 

sebagai Sore

Dion Wiyoko   

 

sebagai Jonathan

Mathias Muchus  

 

sebagai Seno

Maya Hasan     

 

sebagai Maya

Goran Bogdan 

 

sebagai Karlo

Lara Nekić        

 

sebagai Elsa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...