Magnus dan Jovanka Menyapa Lewat Poster & Trailer “Bertaut Rindu”: Sebuah Perjalanan Tentang Impian yang Berhak Dirayakan
Jakarta, 5 Juli 2025 - Kemarin, Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak
Dirayakan, film terbaru produksi SinemArt, merilis poster dan trailer
resmi yang untuk pertama kalinya memperlihatkan dunia
dua tokoh utamanya: Magnus dan Jovanka.
Dirilis dalam
konferensi pers yang berlangsung pada 4 Juli 2025 di Plaza Senayan, poster dan
trailer ini menjadi awal dari perjalanan emosi yang lebih jauh, bukan sekadar
tentang cinta remaja, tetapi tentang kehilangan arah, luka keluarga, dan
keberanian untuk mempertahankan mimpi, bahkan saat semuanya terasa tidak
mungkin, sekaligus memperlihatkan bahwa adanya support system bisa membawa kekuatan tersendiri untuk mewujudkan dan merayakan
impian.
Poster resmi memperlihatkan Magnus dan Jovanka yang duduk berhadapan, dengan karya-karya gambar yang merupakan bidang keahlian keduanya. Meski berdekatan, namun ada hal yang menggantung tak terjawab dari tatapan keduanya. Sementara dalam trailer yang dirilis bersamaan, penonton mulai melihat sisi terdalam dari Magnus (Ari Irham), siswa SMA pendiam yang baru saja diterima di ITB, kampus impiannya. Namun mimpi itu tak bisa ia rayakan, karena orang tuanya telah menyiapkan jalan lain: universitas di luar negeri, jurusan yang tak pernah ia minta. Magnus diam. Bukan karena tidak punya suara, tapi karena sudah terlalu sering tak didengar.
Lalu hadir Jovanka (Adhisty Zara) siswi ceria di luar tapi menyimpan empati mendalam di dalam. Jovanka tak hanya peduli, ia hadir sebagai cahaya dalam hidup Magnus yang kelam. Ia melihat banyak warna dalam hidup, dan berharap Magnus juga bisa melihatnya. “Aku berharap bisa ngasih kamu sedikit terang biar kamu bisa lihat apa yang aku lihat,” ucapnya pelan pada Magnus, seperti yang bisa kita saksikan di cuplikan trailer.
“Di luar sana, masih banyak anak muda yang mimpinya tidak dihancurkan oleh kegagalan, tapi oleh orang tuanya sendiri. Dan mereka memilih diam, dan Jovanka melihat itu dari Magnus,” ungkap Adhisty Zara pemeran Jovanka. “Sedangkan Jovanka hadir seolah baik-baik saja, tapi sebenarnya dia juga menyimpan luka. Tapi daripada mengeluh, dia memilih menjadi cahaya buat orang lain. Itu yang bikin aku tersentuh saat memerankan dia.”
Film ini adalah
adaptasi dari novel Bertaut Rindu, Pemenang The Writers Show (TWS) Gramedia
Writing Project (GWP) 2021 karya Tian Topandi dan diterbitkan oleh
Penerbit Buku Kompas. Ada
kekosongan yang tak bisa diisi hanya dengan logika. Ada kerinduan untuk hidup
dengan pilihan sendiri. Dan Bertaut Rindu menghadirkan itu semua dalam balutan cerita yang lembut namun
menghantam perasaan.
Disutradarai oleh Rako Prijanto, dan diperkuat dengan naskah
dari Lintang Pramudya Wardhani, film ini akan tayang serentak di bioskop mulai 31 Juli 2025. Bukan hanya menghadirkan kisah
cinta yang manis, tapi juga realita yang getir dan akrab dengan banyak anak
muda hari ini: mimpi yang terpaksa diredam, keputusan yang dipaksakan, dan
harapan yang perlahan menghilang.
Film ini juga
semakin lengkap dengan keikutsertaan penyanyi muda Jasmine Nadya yang menyumbangkan suara untuk lagu soundtrack film berjudul “Seiring”, lagu yang diciptakan dan
diaransemen oleh Denny Indrajaya dan Ryan Pitna, serta produksi Sinemart Indonesia. Lagu ini menjadi refleksi
dari hubungan antara orang tua dan anak yang tak selalu selaras, namun
diam-diam tetap berjalan berdampingan.
“Film ini bicara
pelan, tapi dalam. Kami ingin Bertaut Rindu menjadi jendela buat para orang tua untuk lebih mendengar, dan buat
para remaja agar tidak merasa sendirian,” ujar MGS. Fahry Fachrudin, produser film ini. “Setiap anak punya hak atas mimpinya sendiri.
Tugas kita bukan mengarahkan mereka ke jalan yang kita pilihkan, tapi menemani
mereka menemukan arah yang mereka yakini. Dan perasaan-perasaan anak tersebut
dibalut dengan cerita asmara remaja yang pastinya related dengan kehidupan saat
ini,” lanjutnya lagi.
Bertaut Rindu: Semua
Impian Berhak Dirayakan adalah perjalanan emosi yang
lirih namun membekas. Sebuah pengingat bahwa mimpi bukan untuk diukur dari
restu saja, tapi juga dari keberanian untuk mempercayai diri sendiri. Film ini akan tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025, datang dan rasakan sendiri kisah Magnus dan Jovanka, kisah tentang
pertemuan, tentang kehilangan, dan tentang cinta yang tumbuh diam-diam di
antara luka. Tunggu informasi lebih lanjut mengenai film Bertaut Rindu melalui
akun Instagram @bertautrindu_movie, @sinemart_movie dan @sinemart_ph.
****
CATATAN PRODUKSI :
|
Judul |
: Bertaut Rindu |
|
|
|
|
Genre |
: Drama, Romance |
|
|
|
|
Rumah Produksi |
: SinemArt
|
|
|
|
|
Waktu Rilis
|
: 31 Juli 2025 (Bioskop) |
|
|
|
|
Produser
|
: MGS. Fahry Fachrudin |
|
|
|
|
Eksekutif Produser |
: David S. Suwarto |
|
|
|
|
Sutradara
|
: Rako Prijanto |
|
|
|
|
Cast |
: Adhisty Zara |
(Sebagai Jovanka) |
|
|
|
|
Ari
Irham |
(Sebagai Magnus) |
|
|
|
Aida Nurmala |
(Sebagai Diana) |
||
|
Willem Bevers |
(Sebagai Brata) |
||
|
Putri
Ayudya |
(Sebagai Yuli) |
||
|
Irgi
Achmad Fahrezi |
(Sebagai Agung) |
||
|
Nadine
Alexandra |
(Sebagai Delina) |
||
|
Aulia
Deas |
(Sebagai Maria) |
||
|
Betram
Beryl |
(Sebagai Koko) |
||
|
Oki
Rengga |
(Sebagai Guru Sekolah) |
||
TENTANG SINEMART
Sinemart adalah perusahaan produksi yang
telah berkarya selama 22 tahun dalam industri hiburan Indonesia, menghadirkan
konten berkualitas yang terus memikat penonton. Dengan pengalaman luas dalam
produksi, Sinemart telah melahirkan lebih dari 300 judul sinetron, 14 serial,
dan lebih dari 24 film yang secara kolektif telah menarik lebih dari 12 juta
penonton di bioskop.
Sebagai rumah bagi berbagai kisah yang
menginspirasi, Sinemart percaya bahwa cerita memiliki kekuatan untuk membentuk
perspektif dan menyentuh hati banyak orang. Dengan dedikasi tinggi terhadap
kualitas, Sinemart berkomitmen untuk terus menghadirkan karya yang bermakna
bagi masyarakat Indonesia.
Industri hiburan terus berkembang, dan
Sinemart selalu terbuka terhadap inovasi serta cara-cara baru dalam
berinteraksi dengan audiens. Sinemart akan terus berupaya memberikan hiburan
terbaik, menciptakan pengalaman sinematik yang relevan, serta memperkuat posisi
industri film dan televisi Indonesia di kancah yang lebih luas.




Komentar
Posting Komentar