Langsung ke konten utama

Aurora Ribero dan Ali Fikry Terancam oleh Artika Sari Devi! Film Dia Bukan Ibu Merilis Official Trailer & Poster Menampilkan Sisi Tergelap Manusia  dari Perjalanan Menjadi Seorang Ibu

 MVP mempersembahkan film horor terbaru arahan sutradara Randolph Zaini, Dia Bukan Ibu, tayang mulai 25 September 2025 di bioskop!



Jakarta, 13 Agustus 2025—Setelah merilis official poster Dia Bukan Ibu yang tampil berbeda dan unik sekaligus menyeramkan dengan menghadirkan adegan di meja makan antara Artika Sari Devi, Aurora Ribero, dan Ali Fikry, MVP Pictures merilis official trailer Dia Bukan Ibu yang menegangkan penuh darah melalui akun Instagram @mvppictures_id, @diabukanibufilm, dan kanal YouTube MVP Pictures. 

 

Jika dalam official poster Artika Sari Devi hadir ditampilkan memiliki bayangan dalam cermin yang menyeramkan dengan ekspresi Aurora Ribero dan Ali Fikry yang penuh curiga, official trailer Dia Bukan Ibu memperlihatkan cerita yang lebih jelas. Aurora Ribero, yang memerankan Vira, mulai melihat keanehan saat ia bersama adiknya, Dino (diperankan Ali Fikry), dan sang Ibu (Artika Sari Devi) pindah ke rumah baru. Di rumah itu, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Termasuk dengan sang Ibu, yang mulai bertindak tidak wajar dan memberikan ancaman ke Vira dan Dino.


Official Poster

 

Potongan-potongan adegan dalam official trailer Dia Bukan Ibu juga memperlihatkan banyak hal yang membuat tidak nyaman. Mulai dari adegan berdarah, Artika Sari Devi yang tampil secara mengejutkan, termasuk saat ia memaksa Ali Fikry meminum segelas penuh susu. Aurora Ribero dan Ali Fikry pun mulai menyelidiki, apa yang sebenarnya terjadi dengan Artika Sari Devi sebagai Ibunya, yang telah mengancam kehidupan mereka berdua.

 

Film horor Dia Bukan Ibu disutradarai oleh Randolph Zaini, yang sebelumnya telah dipercaya dengan karya-karyanya yang berani, terinspirasi dari kisah utas (thread) di Twitter/X milik @jeropoint, dan naskahnya ditulis oleh Randolph bersama Titien Wattimena. Film ini diproduseri oleh Raam Punjabi dan Amrit Punjabi. Film ini akan menyajikan kesegaran dalam genre horor Indonesia melalui pendekatan yang tidak biasa dan cerita universal tentang relasi Ibu dan anak.

 

“Film ini akan menyajikan horor dengan drama yang kuat antara relasi ibu dan kedua anaknya. Dengan bakat Randolph, serta kekuatan dari naskahnya dan jajaran pemeran yang berbakat, film ini akan menguak sisi tergelap manusia dengan cara yang tidak nyaman,” kata produser film Dia Bukan Ibu Amrit Punjabi.

 

Bagi Artika, yang kembali lagi ke layar lebar setelah hampir enam tahun terakhir, nama Randolph Zaini menjadi jaminan untuk menyelami kisah horor yang dibalut dengan nilai-nilai keluarga dan berbicara eksistensi perempuan.

 

“Saya penasaran dengan Randolph, setelah menonton karya-karya sebelumnya. Sejak awal, saya merasa kami memiliki koneksi yang sama. Banyak sekali tantangan di film ini. Tokoh Ibu di film ini punya emosi yang berlapis. Bagaimana fase seorang Ibu ditampilkan dengan beragam, termasuk saat ia jatuh ke titik terendahnya. Film ini juga bercerita tentang pencarian jati diri, eksistensi perempuan, single mother, menjadi ibu, yang menurut saya itu relate dengan penonton,” kata Artika Sari Devi.

 

“Film ini juga ingin menunjukkan seberapa jauh anak-anak itu mengenal sosok ibunya,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Ali Fikry, yang memerankan Dino mengungkapkan ada banyak adegan yang menurutnya out of the box. Ia sendiri memiliki tantangan dalam menampilkan perubahan emosi secara halus dari awal hingga akhir. 

 

“Ada banyak scene yang di luar pikiranku. Salah satu scene adalah ketika Ibu level mencurigakannya 85%, dia melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan di pikiran kalian. Menurutku itu hal tersadis yang dilakukan oleh seorang Ibu ke anaknya, dan itu tidak masuk akal, sampai speechless,” ungkap Ali Fikry.

 

Bagi Aurora Ribero, penonton akan menemukan sisi personal di masing-masing karakter. Menurutnya, film ini bisa menjadi refleksi dan mengajak untuk berempati.

 

“Aku cukup relate dengan karakter Vira yang penuh perhatian dengan keluarga, termasuk Ibu. Ini adalah film yang bisa jadi sangat personal untuk semua manusia, dalam merefleksikan traumanya, untuk membuka pikiran dan hati, agar kita bisa lebih berempati,” ujar Aurora Ribero.

 

Ikuti terus perkembangan film horor terbaru persembahan MVP Pictures, Dia Bukan Ibu melalui akun Instagram @mvppictures_id. Film horor Dia Bukan Ibu tayang 25 September 2025 di bioskop!


Official Trailer

 


***


 

Tentang PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP)

 

PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP) adalah salah satu perusahaan terdepan di industri hiburan Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun, perusahaan ini telah berkembang dan membangun berbagai bisnis, termasuk produksi film dan televisi, distribusi konten, serta jaringan bioskop. Didirikan oleh Raam Punjabi, seorang tokoh visioner di industri ini, MVP terus berkomitmen untuk menghadirkan hiburan yang menarik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

 

Keberhasilan MVP didorong oleh divisi produksinya yang produktif. Perusahaan ini memiliki perpustakaan konten film dan televisi yang beraneka ragam, mencakup lebih dari 683 judul film dan lebih dari 15.000 jam tayangan serial televisi. Koleksi yang luar biasa ini mencerminkan dedikasi MVP dalam menghasilkan hiburan berkualitas tinggi yang relevan dengan masyarakat Indonesia. Dari drama yang menyentuh, komedi yang menghibur, hingga dokumenter yang menggugah pikiran, produksi MVP telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya Indonesia.

 

Multivision Plus (MVP) juga menjadi pilar utama industri perfilman Indonesia. Perusahaan ini merupakan salah satu rumah distribusi film terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. MVP telah membangun jaringan distribusi Bollywood dan Hollywood di berbagai negara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Kamboja, memperkuat reputasinya sebagai pemimpin dalam kolaborasi sinematik global.

 

Selain unggul dalam produksi, MVP juga secara strategis memperluas bisnisnya ke bidang eksibisi film melalui anak perusahaannya, PT Platinum Sinema. Beroperasi di bawah merek Platinum Cineplex, perusahaan ini telah membangun jaringan 16 bioskop di berbagai kota di Indonesia. Dengan fasilitas modern dan pilihan film yang beragam, mulai dari blockbuster Hollywood, film Bollywood, hingga sinema Asia yang diakui secara internasional, MVP berperan penting dalam menumbuhkan budaya perfilman di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...