“Bertaut Rindu” Film Keluarga Sarat Pelajaran Hidup, Sukses Menyentuh Hati Penonton di Pekan Pertama Penayangannya
Jakarta, 9 Agustus 2025 — Film drama keluarga remaja Bertaut Rindu yang disutradarai Rako Prijanto dan diproduksi oleh
SinemArt berhasil mencuri hati penonton sejak resmi
tayang di bioskop pada 31 Juli 2025. Dalam empat hari penayangan, puluhan ribu
penonton telah memenuhi kursi bioskop di berbagai kota, dari Jakarta, Depok,
Tangerang, hingga Bekasi dan keluar dari studio dengan hati yang hangat, mata
berkaca-kaca, dan perasaan yang bercampur aduk. Banyak dari mereka yang mengaku
dibuat salting, terenyuh, hingga menangis karena merasa begitu dekat dengan
kisah yang disuguhkan.
Mengangkat dinamika hubungan antara anak dan
orang tua, Bertaut Rindu tak
hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggugah penonton untuk lebih jujur
terhadap perasaan yang kerap sulit diutarakan kepada keluarga. Lewat perjalanan
karakter Jovanka yang diperankan oleh Adhisty Zara dan Magnus yang diperankan
oleh Ari Irham, film ini menyentuh sisi-sisi rapuh yang seringkali terpendam
tentang mimpi yang tidak selalu mendapat restu, tentang keinginan untuk
dipahami, dan tentang rasa cukup yang terus dicari.
Bertaut Rindu
layak menjadi pilihan tontonan karena ia berbicara langsung pada hati banyak
orang, terutama mereka yang sedang tumbuh, mencari arah, atau ingin memperbaiki
hubungan dengan orang tua. Bagi kamu yang punya passion namun sering merasa
tidak mendapat dukungan, kisah Magnus dan Jovanka akan terasa begitu dekat.
Film ini menunjukkan betapa pentingnya memperjuangkan mimpi, bahkan saat
orang-orang yang paling kita harapkan justru belum tentu bisa memahami.
Film ini juga menyentuh kegelisahan yang
banyak dirasakan anak muda hari ini: perasaan tidak cukup, tidak pantas, dan
tekanan untuk selalu tampak baik-baik saja. Lewat narasi yang jujur, Bertaut Rindu memberi ruang untuk mengenali
kembali harga diri dan identitas, serta keinginan sederhana untuk merasa
dianggap layak.
Tak hanya itu, film ini juga bisa menjadi
jembatan untuk kamu yang ingin lebih dekat dan jujur dengan orang tua. Dengan
kisah yang hangat dan emosional, Bertaut Rindu membuka kemungkinan bagi obrolan-obrolan penting yang selama ini sulit
dimulai. Tontonan ini cocok dinikmati bersama keluarga untuk saling memahami,
menumbuhkan empati, dan mengungkapkan rasa sayang yang mungkin jarang terucap.
Terakhir, film ini adalah cara yang manis
untuk bilang “terima kasih” kepada support system yang setia menemani. Entah
itu sahabat, guru, pasangan, atau siapa pun yang hadir di masa-masa sulit, Bertaut Rindu mengingatkan kita bahwa mereka
layak diapresiasi karena tidak semua orang seberuntung itu memiliki tempat
kembali.
Film ini sempat menghadirkan instalasi
emosional bertajuk Surat untuk Diriku di Masa Lalu, yang mengumpulkan lebih
dari 500 surat yang ditulis penonton dalam diam, bukan untuk orang lain,
melainkan untuk diri sendiri di masa lalu. Surat-surat tersebut berisi tentang
harapan yang tertunda, penyesalan yang belum termaafkan, impian yang belum
berani dikejar, hingga rasa syukur atas masa lalu yang penuh luka. Sebuah ruang
refleksi bersama yang mengajak penonton berdamai dengan diri. Ada juga kegiatan
Puisi on The Spot bersama penyair muda Hamzah Muhammad, yang menyuarakan emosi
penonton lewat rangkaian kata. Selain itu, film Bertaut Rindu menyediakan Ruang
Bertaut Rindu, di mana dua orang tak saling kenal saling mencurahkan perasaan
mereka tanpa saling melihat satu sama lain. Air mata yang selama ini
tertahankan, tumpah saat bercerita dengan orang asing. Diikuti oleh lebih dari
200 orang. Ketiga kegiatan ini semakin menguatkan pesan menyentuh dari film
Bertaut Rindu.
Dalam rangka menyapa penonton secara
langsung, tim Bertaut Rindu
melakukan cinema visit ke berbagai bioskop di wilayah Jabodetabek. Kehadiran
para pemain dan kru disambut dengan hangat. Remaja, ibu-ibu, hingga bapak-bapak
tampak memenuhi studio. Banyak di antara mereka yang tertawa, terdiam, hingga
memeluk satu sama lain setelah film usai, seolah menemukan cara baru untuk
memahami dan saling mengungkapkan rasa yang selama ini hanya disimpan
diam-diam.
Film ini menjadi tontonan penting bagi
keluarga, terutama para orang tua, karena mampu menjadi jembatan komunikasi
antara generasi. Kisahnya yang hangat dan emosional memantik perbincangan yang
selama ini sulit dimulai, terutama soal dukungan, kepercayaan, dan keberanian
anak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Bertaut Rindu merupakan adaptasi dari novel
karya Tian Topandi, pemenang The Writers
Show (TWS) Gramedia Writing Project
(GWP) 2021, yang diterbitkan oleh Penerbit Buku
Kompas. Sepanjang film, penonton akan diajak tersenyum sendiri, tertawa lepas,
hingga larut dalam tangis yang haru yang melegakan. Pengalaman emosional ini
semakin lengkap dengan kehadiran lagu soundtrack berjudul “Seiring”, yang
dinyanyikan oleh Jasmine Nadya, diciptakan dan aransemen Denny Indrajaya dan
Ryan Pitna, diproduksi oleh Sinemart Indonesia, dan telah dirilis sejak Maret
2023.
Bertaut Rindu
juga menghadirkan promo spesial berupa beli 1 gratis 1
tiket, yang berlaku mulai 31 Juli hingga 6 Agustus 2025. Promo ini ditujukan agar semakin banyak keluarga dapat menikmati film
ini bersama-sama, dengan kuota terbatas.
Untuk keluarga yang saling sayang tapi sering
diam, Bertaut Rindu
bisa menjadi alasan untuk kembali bicara. Ajak mereka yang kamu sayangi dan
tonton Bertaut Rindu di
bioskop.
Ikuti informasi lebih lanjut mengenai film
Bertaut Rindu melalui akun Instagram @bertautrindu_movie, @sinemart_movie dan
@sinemart_ph.
****
CATATAN PRODUKSI
|
Judul |
: Bertaut Rindu |
|
|
Genre |
: Drama, Romance |
|
|
Rumah Produksi |
: SinemArt |
|
|
Waktu Rilis
|
: 31 Juli 2025 (Bioskop) |
|
|
Produser
|
: MGS. Fahri Fahrudin |
|
|
Eksekutif Produser |
: David S. Suwarto |
|
|
Sutradara
|
: Rako Prijanto |
|
|
Cast |
: Adhisty Zara |
(Sebagai Jovanka) |
|
|
Ari Irham |
(Sebagai Magnus) |
|
|
Aida Nurmala |
(Sebagai Diana) |
|
|
Willem Bevers |
(Sebagai Brata) |
|
|
Putri
Ayudya |
(Sebagai Yuli) |
|
|
Irgi
Achmad Fahrezi |
(Sebagai Agung) |
|
|
Nadine
Alexandra |
(Sebagai Delina) |
|
|
Aulia
Deas |
(Sebagai Maria) |
|
|
Betram
Beryl |
(Sebagai Koko) |
|
|
Oki
Rengga |
(Sebagai Pak Yudhi) |
TENTANG SINEMART
Sinemart adalah perusahaan produksi yang
telah berkarya selama 22 tahun dalam industri hiburan Indonesia, menghadirkan
konten berkualitas yang terus memikat penonton. Dengan pengalaman luas dalam
produksi, Sinemart telah melahirkan lebih dari 300 judul sinetron, 14 serial,
dan lebih dari 24 film yang secara kolektif telah menarik lebih dari 12 juta
penonton di bioskop.
Sebagai rumah bagi berbagai kisah yang
menginspirasi, Sinemart percaya bahwa cerita memiliki kekuatan untuk membentuk
perspektif dan menyentuh hati banyak orang. Dengan dedikasi tinggi terhadap
kualitas, Sinemart berkomitmen untuk terus menghadirkan karya yang bermakna
bagi masyarakat Indonesia.
Industri hiburan terus berkembang, dan
Sinemart selalu terbuka terhadap inovasi serta cara-cara baru dalam
berinteraksi dengan audiens. Sinemart akan terus berupaya memberikan hiburan
terbaik, menciptakan pengalaman sinematik yang relevan, serta memperkuat posisi
industri film dan televisi Indonesia di kancah yang lebih luas.

Komentar
Posting Komentar