Film Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) tayang 25 September 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
Jakarta, 17 Agustus 2025—Kabar baik datang dari Amerika! Film horor terbaru MVP Pictures yang
disutradarai Randolph Zaini, Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) resmi terpilih sebagai official selection Fantastic Fest 2025. Fantastic Fest adalah festival film genre
terbesar di Amerika Serikat, yang akan digelar pada 18-25 September di The
Alamo Drafthouse South Lamar di Austin, Texas. Festival film ini berfokus pada
film-film genre seperti horor, fantasi, fiksi ilmiah, aksi, dan film-film
fantastis.
Dalam edisi ke-20 festival, Dia Bukan Ibu (A Woman Called
Mother) akan menjadi satu dari 45 film yang melakukan world premiere (penayangan perdana), dari
total 78 film yang akan diputar selama festival.
Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) masuk dalam program
Next Wave Competition dan akan berkompetisi dengan enam judul film dari
berbagai negara. Para juri terdiri dari di antaranya aktor, sutradara,
produser, penulis, tokoh di industri film dan festival, seperti Patton Oswalt,
sutradara dan musisi Fred Durst, penulis Otessa Moshfegh, sutradara Aaron
Schimberg dan Mercedes Bryce Morgan, serta produser Brandon Hill.
“Kami percaya bahwa cerita di film ini
memiliki universalitas dengan audiens global, dibalut dengan genre horor yang
juga menjadi bahasa universal kita saat ini dalam menikmati sebuah film. Dia Bukan Ibu (A Woman Called
Mother) dari Randolph akan memberikan kengerian
penonton di Fantastic Fest tentang sisi tergelap manusia, dan semoga menjadi
awal yang baik sebelum filmnya tayang di Indonesia pada 25 September,” ujar produser Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) Amrit Punjabi.
“Merasa terhormat film Dia Bukan Ibu (A Woman Called
Mother) bisa menjadi bagian dari salah satu festival
film genre terbesar di dunia, dan bertemu dengan penonton global. Kepercayaan
dari MVP Pictures telah memberikan saya keleluasaan dalam berkarya dan
bereksplorasi melalui genre horor yang dibalut dengan cerita drama,” tambah sutradara Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) Randolph Zaini.
Film Dia Bukan Ibu (A Woman Called Mother) mengikuti kisah Vira dan keluarganya, yang pindah ke kota kecil untuk
memulai hidup baru setelah mengalami masa-masa yang sulit. Namun ada kekuasaan
gelap yang menghinggapi ke keluarganya dan memaksa mereka untuk menghadapi
ketakutan paling mendasar mereka.
Terinspirasi dari kisah utas (thread) di Twitter/X milik @jeropoint yang
viral, dan naskahnya ditulis oleh Randolph bersama Titien Wattimena, film ini
diproduseri oleh Raam Punjabi dan Amrit Punjabi. Film ini dibintangi oleh
Artika Sari Devi, Aurora Ribero, Ali Fikry, Kivano Iskak, dan Sita Nursanti.
Ikuti terus perkembangan film horor terbaru
persembahan MVP Pictures, Dia Bukan Ibu melalui akun Instagram @mvppictures_id. Film horor Dia Bukan Ibu tayang 25 September 2025 di
bioskop!
***
Tentang PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP)
PT Tripar Multivision Plus Tbk (MVP) adalah
salah satu perusahaan terdepan di industri hiburan Indonesia. Selama lebih dari
50 tahun, perusahaan ini telah berkembang dan membangun berbagai bisnis,
termasuk produksi film dan televisi, distribusi konten, serta jaringan bioskop.
Didirikan oleh Raam Punjabi, seorang tokoh visioner di industri ini, MVP terus
berkomitmen untuk menghadirkan hiburan yang menarik bagi masyarakat di seluruh
Indonesia.
Keberhasilan MVP didorong oleh divisi
produksinya yang produktif. Perusahaan ini memiliki perpustakaan konten film
dan televisi yang beraneka ragam, mencakup lebih dari 683 judul film dan lebih
dari 15.000 jam tayangan serial televisi. Koleksi yang luar biasa ini
mencerminkan dedikasi MVP dalam menghasilkan hiburan berkualitas tinggi yang
relevan dengan masyarakat Indonesia. Dari drama yang menyentuh, komedi yang
menghibur, hingga dokumenter yang menggugah pikiran, produksi MVP telah menjadi
bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya Indonesia.
Multivision Plus (MVP) juga menjadi pilar utama industri perfilman Indonesia. Perusahaan ini merupakan salah satu rumah distribusi film terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. MVP telah membangun jaringan distribusi Bollywood dan Hollywood di berbagai negara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Kamboja, memperkuat reputasinya sebagai pemimpin dalam kolaborasi sinematik global.
Selain unggul dalam produksi, MVP juga secara
strategis memperluas bisnisnya ke bidang eksibisi film melalui anak
perusahaannya, PT Platinum Sinema. Beroperasi di bawah merek Platinum Cineplex,
perusahaan ini telah membangun jaringan 16 bioskop di berbagai kota di
Indonesia. Dengan fasilitas modern dan pilihan film yang beragam, mulai dari
blockbuster Hollywood, film Bollywood, hingga sinema Asia yang diakui secara
internasional, MVP berperan penting dalam menumbuhkan budaya perfilman di
Indonesia.

Komentar
Posting Komentar