Langsung ke konten utama

Film Panggil Aku Ayah Raih 442.937 Penonton di Hari Kedelapan Tayang, Dapat Apresiasi dari Rizky Febian-Mahalini hingga Sutradara Film Pawn

 



Jakarta, 15 Agustus 2025—Setelah delapan hari tayang di bioskop, film drama komedi persembahan Visinema Studios, Panggil Aku Ayah telah meraih 442.937 penonton. Bukan hanya mengundang tawa dan haru, film ini juga meninggalkan jejak emosional mendalam bagi penontonnya termasuk pasangan muda Rizky Febian dan Mahalini.

 

Menonton bersama adik bungsunya, Rizwan Fadilah atau yang akrab dipanggil Njan, pasangan ini mengaku mendapat pelajaran berharga soal arti keluarga dan menjadi orangtua. Bahkan usai menonton, Rizky dan Njan langsung menelpon sang ayah, Sule, untuk mengucapkan terima kasih.


Nobar Rizky Febian Family & Fans

 

“Film ini punya pemeran yang sangat bagus. Saya ngefans berat dengan Kang Ringgo. Dia bisa menyampaikan isi cerita menjadi visual yang menyedihkan, harunya juga dapat, senangnya juga dapat,” kata Rizky Febian.

 

“Semua bisa dikalahkan cuma karena ketulusan,” tambah Mahalini.

 

Keluar dari studio bioskop, Rizky Febian pun segera menghubungi ayahnya, Sule. Saat menelepon, awalnya Rizky tampak terdengar biasa saja. Namun, ketika ia kembali teringat adegan-adegan yang ada di film Panggil Aku Ayah, air mata haru pun tak terbendung ketika berbicara dengan ayahnya. Di momen itu, ia mengapresiasi peran ayah dalam hidupnya yang telah membesarkan dirinya dan adik-adiknya dengan penuh ketulusan dan cinta.

 

Momen telepon ke Sule pun penuh kehangatan.“Banyak kesan dari momen yang menurut aku mau bilang terima kasih sudah besarkan aku. Ayah luar biasa. Terima kasih banyak aku akhirnya bisa merasakan jadi  orangtua,” ucap Rizky Febian saat menelepon Sule usai menonton Panggil Aku Ayah.

 

“Sehat-sehat, kurangi merokoknya, ngopi, dan begadangnya. Pokoknya kurangi yang jelek-jeleknya,” tambah Njan saat menelepon Sule.

 

Tak hanya menyentuh Rizky Febian, Mahalini, dan Njan, film ini juga membuat Iis Dahlia menitikkan air mata dan teringat momen bersama kedua orangtua. Menurut Iis, film ini bisa memberikan pelajaran berharga tentang arti penting menjaga hubungan dengan orangtua.

 

“Kalau udah sayang, walau awalnya jahat, ternyata bisa semenyentuh itu filmnya. Ringgo keren banget mainnya. Buat anak-anak, selagi masih punya orangtua jangan lupa untuk menghubungi orangtuanya, maupun bapaknya atau ibunya, sebelum menyesal,” ujar Iis Dahlia.


Nobar Gabungan Artis & Seniman Sunda

 

Pasangan Armand Maulana dan Dewi Gita, juga merasakan kehangatan film ini. Menurut keduanya, Benni Setiawan dan para pemain mampu menampilkan gambaran kasih sayang yang tulus antara orangtua dan anak. Sehingga sebagai orangtua, keduanya merasa dekat sekali dengan cerita di dalam film ini.

 

“Orangtua bukan hanya yang melahirkan tapi orangtua adalah juga yang membesarkan anak mereka dari kecil hingga dewasa. Itulah orangtua, keterikatan batinnya bisa dibuktikan dengan adanya bonding, bukan hanya yang melahirkan tapi yang bonding-nya sangat kuat,” kata Dewi Gita.

 

“Kalau saya sebagai ayah, ada lukisan sosok ayah di adegan saat pacarnya Intan datang ke rumah dan Kang Dedi serta Mang Tatang itu relate banget dengan saya,” tambah Armand Maulana.

 

 

Apresiasi Langsung dari Sutradara dan Pemain Film Pawn

 

Tak hanya publik figur tanah air, apresiasi terhadap film Panggil Aku Ayah juga datang dari sutradara film Pawn asal Korea Selatan, Kang Dae Kyu, yang menjadi sumber adaptasi Panggil Aku Ayah. Kang Dae Kyu merasa senang karena filmnya dibuat ulang dalam versi Indonesia.


Kang Dae Kyu


“Saya sangat senang dengan dibuat ulangnya Pawn ke versi Indonesia. Saya sangat menikmati chemistry unik dan ritme komedi dari yang memerankan Mang Dedi dan Kang Tatang. Aktris cilik Myesha Lin, menurut saya juga membuat menarik. Fokusnya luar biasa, kemampuannya mampu menghadirkan momen penuh ketulusan. Ini akan menjadi hadiah bagi keluarga Indonesia,” kata Kang Dae Kyu, sutradara film Pawn.


Aktris pemeran Seung-yi kecil di film Pawn, Park Soi juga turut memberikan apresiasi khusus bagi pemeran Seung-yi versi Indonesia, yang dalam film Panggil Aku Ayah bernama Intan/Pacil. Menurut Park Soi, Myesha Lin, yang memerankan karakter tersebut, sangatlah menggemaskan.


Park Soi

 

“Dengan cerita yang disesuaikan dengan budaya Indonesia, dan dihidupkan oleh penampilan luar biasa dari para aktor hebat, saya sangat yakin film ini akan membawa kebahagiaan besar dan menyentuh hati penonton Indonesia. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih khusus untuk aktris cilik yang super lucu dan menggemaskan, Myesha Lin yang memerankan Seung-yi kecil. Lewat film ini mari kita temukan bersama kehangatan, kebahagiaan dan arti sejati sebuah keluarga,” kata Park Soi.


 

Untuk menemani libur akhir pekan dalam momen Kemerdekaan, Visinema Studios juga memberikan promo tiket Beli 1 Gratis 1 hingga 17 Agustus di XXI, CGV, dan Cinepolis. Rasakan sendiri hangat ceritanya, ajak orang tersayang, dan Panggil Aku Ayah mengingatkan kita pada #ArtiKeluargaSebenarnya. Beli tiket film Panggil Aku Ayah, adaptasi film Pawn karya  CJ Entertainment, di aplikasi Mtix-XXI, CGV dan Cinepolis.

Ajak keluarga, sahabat, dan orang terdekatmu untuk merasakan sendiri hangatnya cerita film Panggil Aku Ayah. Film yang bukan hanya menghibur, tapi juga menggugah dan menyembuhkan. Ikuti terus kabar terbaru melalui Instagram @panggilakuayahfilm dan @visinemaid.

***


Catatan Produksi

 

 

Judul                 

: Panggil Aku Ayah

Produksi           

: Visinema Studios & CJ ENM

Durasi               

: 120 menit

Sutradara          

: Benni Setiawan

Produser           

: Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari, Justin Kim

Genre                 

: Drama, Komedi, Keluarga

Tanggal Tayang

: 7 Agustus 2025

Adaptasi dari 

: Pawn (2020), film Korea Selatan produksi CJ ENM

Pemain Utama

: Ringgo Agus Rahman - Dedi

  Tissa Biani - Intan 

  Boris Bokir - Tatang

  Myesha Lin - Intan Kecil

  Sita Nursanti - Rossa

Sinopsis            

:Seorang ibu harus menitipkan anaknya sebagai jaminan utang,  dua pria dewasa yang awalnya hanya ingin menyelesaikan urusan pekerjaan justru tanpa sengaja menjadi figur ayah bagi anak tersebut. Lewat petualangan dan kehangatan yang tumbuh, Panggil Aku Ayah mengajak penonton menyelami arti keluarga yang dibentuk oleh kasih sayang, bukan garis keturunan.

 


TENTANG VISINEMA GROUP

Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema Group (Visinema) memiliki visi untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem storytelling yang komprehensif. Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan dan melahirkan konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati oleh para pecinta film dan publik di berbagai saluran dan platform. 

 

Visinema memiliki Visinema Pictures yang menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan impactful serta memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; BION Studios yang menghadirkan cerita-cerita hyperlocal dan trending di masyarakat; Visinema Studios yang fokus menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga, serta animasi dan puppet show; Visinema Content yang melahirkan konten berkualitas yang dapat dinikmati di platform streaming; dan Skriptura yang memberikan layanan script development dan scriptwriting. 

 

Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio IP (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik, diantaranya adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden Saleh, 13 Bom di Jakarta, Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di layar bioskop, Nussa Official Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga Cemara yang telah mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya dalam industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk karya yang dihasilkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...