Langsung ke konten utama

Film Pencarian Terakhir, Horor Misteri  Berbalut Cerita Keluarga yang Kuat nan Hangat,  Saat Donny Alamsyah Mencari Adzana Ashel yang Hilang di Gunung


 


Jakarta, 23 Agustus 2025–Starvision kembali dengan horor pendakian gunung melalui film Pencarian Terakhir yang akan tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025. Setelah sukses dengan Petaka Gunung Gede yang meraih blockbuster dengan 3.242.843 penonton pada awal tahun, Starvision membawa horor pendakian gunung lewat Pencarian Terakhir, sebuah horor yang mengangkat mitos di Gunung Sarangan, namun juga berbalut cerita keluarga yang kuat.

 

7 tahun setelah ibunya hilang di Gunung Sarangan, Drupadi (Adzana Ashel) kembali ke sana bersama kekasih dan teman-temannya untuk trail run. Namun, teror dari Ki Tapa (Egi Fedly), penunggu Gunung Sarangan menyesatkan Dru dan kawan-kawan.

 

Drupadi dan kawan-kawannya dinyatakan hilang, sehingga ayahnya, Tito (Donny Alamsyah harus menghadapi traumanya dengan kembali melakukan pencarian penuh misteri di Gunung Sarangan!

 

Diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan Mithu Nisar, film Pencarian Terakhir disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman. Dibintangi oleh Adzana Ashel, Donny Alamsyah, Artika Sari Devi,  Razan Zu, Fatih Unru,  Alika Jantinia, Fadi Alaydrus, Dinda Mahira, Moh. Iqbal Sulaiman, Yama Carlos,  Alex Abbad, Tesadesrada Ryza, Verdi Solaiman,  Ramon Y Tungka, Azkya Mahira, Egi Fedly,  Fuad Idris, dan Ruth Marini, film ini akan membawa misteri horor dengan balutan mitos pelanggaran pantangan makan dari orang asing yang membuat penonton merinding.

 

“Film Pencarian Terakhir adalah horor yang tidak konvensional. Bukan saja menghadirkan ketegangan dan adrenalin, namun juga ada banyak pesan dan kehangatan keluarga yang bisa kita rasakan saat menontonnya. Sesulit apapun kondisi kita, ada keluarga yang menerima dan mencari kita,” kata produser film horor misteri Pencarian Terakhir Chand Parwez Servia.


Chand Parwez Servia & Affandi Abdul Rachman

 

“Persahabatan dari bapak-bapak di film ini akan membawa kisah yang hangat, sehingga sajian horor yang bukan saja menbdulandalkan jumpscare, tapi ada cerita keluarga yang kuat,” tambah sutradara Pencarian Terakhir Affandi Abdul Rachman.

 

 

 

 

Film Pencarian Terakhir sekaligus menjadi film tentang pendakian gunung yang ketiga yang diproduksi Starvision, setelah Sekawan Limo dan Petaka Gunung Gede, yang keduanya sebelumnya sama-sama sukses di box office. Menjadi sekuel dari Pencarian Terakhir (2008), film ini akan menjadi pencerah dari misteri yang belum terungkap dari film pertamanya. 


Donny Alamsyah

 

“Cerita ini bukan sekadar misteri horor tentang pencarian di gunung. Film ini juga membawa kisah tentang seorang bapak yang menyiapkan anaknya untuk bisa hidup mandiri di kehidupan masa depan anaknya. Hutan dan gunung di film ini adalah perumpamaan dari tantangan hidup. Ceritanya sangat dalam, ada juga sosok ibu yang pergi berkorban untuk menyelamatkan anaknya, dan ada suami yang pergi ke tempat mengerikan di dunia lain untuk mencari istrinya,” kata Donny Alamsyah.

 

Adzana Ashel, yang sebelumnya juga sukses dengan Petaka Gunung Gede, merasa kini sudah lebih enjoy untuk syuting di pegunungan. Memerankan Drupadi, ia tumbuh dan dibesarkan oleh keluarga yang harmonis. Namun, suatu ketika ayahnya berubah menjadi dingin, dan memaksanya menjadi sosok yang tangguh menghadapi dunia.

 

“Sebelumnya aku merasa beban untuk syuting di gunung, tapi kali ini bisa lebih mandiri,” kata Adzana Ashel.

 

Artika Sari Devi, yang kembali ke layar lebar sejak enam tahun terakhir, mengungkapkan ia begitu terkesan dengan seluruh jajaran pemeran termasuk para bintang muda di film ini. Artika yang kembali lagi setelah cukup lama vakum mengutarakan film ini menguras mental dan fisiknya.

 

“Film ini menantang secara mental maupun fisik. Selama syuting film ini, menjadi perjalanan baru bagi saya sebagai ibu. Setelah itu, saya juga berefleksi terhadap suami saya, dan makin sayang. Di sini juga disuguhkan relasi ayah dan anak perempuan, dan membuat saya berefleksi untuk mencari tahu lebih dalam tentang anak saya,” cerita Artika Sari Devi.

 

Razzan Zu, yang menjadi pasangan Adzana Ashel di film ini dan sebelumnya juga bermain bersama di Petaka Gunung Gede menjelaskan di film ini ia adalah sosok yang penuh tanggung jawab, terlebih dirinya lebih mendahulukan pacarnya, Drupadi, yang diperankan Adzana Ashel.

 

“Raka adalah karakter yang sangat sayang dengan Drupadi. Dia sosok yang bertanggung jawab dan memiliki empati, dan lebih memikirkan Drupadi dibanding dirinya sendiri. Di sini, saya menunjukkan sisi penuh tanggung jawab dan empati tersebut ke penonton,” ucap Razan Zu.

 

 

Film horor Pencarian Terakhir tayang mulai 28 Agustus 2025 di bioskop. Ikuti perkembangannya melalui akun Instagram @pencarianterakhirfilm dan @starvisionplus, juga TikTok @StarvisionMovie.

 

***

 


Sinopsis

 

Setelah hilangnya SITA (Artika Sari Devi), di Gunung Sarangan di ulang tahun ke-10 DRUPADI (Adzana Ashel), putrinya, sikap TITO (Donny Alamsyah) menjadi dingin dan membuat Dru sedih. Pacarnya, RAKA (Razan Zu), dan sahabatnya MAYA (Dinda Mahira), JAMAL (Fadi Alaydrus), UCOK (Fatih Unru), dan NURUL (Alika Jantinia) serta sahabat orang tuanya BAGUS (Yama Carlos) dan OJI (Alex Abbad), juga GANCAR (Tesadesrada Ryza) pamannya, adalah penyemangat Dru. Namun semua itu tak cukup, dan di ulang tahunnya ke-17 Dru berangkat ke Gunung Sarangan untuk mencari ibunya.

 

 

Pemain & Tim Produksi

 

Adzana Ashel                                               

Drupadi

 

Donny Alamsyah                                         

Tito

 

Artika Sari Devi                                           

Sita

 

Razan Zu                                                       

Raka

 

Fatih Unru                                                    

Ucok

 

Alika Jantinia                                               

Nurul

 

Fadi Alaydrus                                               

Jamal

 

Dinda Mahira                                               

Maya

 

Moh Iqbal Sulaiman                                   

Kang Rochmat

 

Yama Carlos                                                 

Bagus

 

Alex Abbad                                                    

Oji

 

Tesadesrada Ryza                                        

Gancar

 

Verdi Sulaeman                                           

Kang Bernard

 

Ramon Y Tungka                                         

Hadi

 

Azkya Mahira                                               

Dru Kecil (10 Tahun)

 

Andrew Andika                                            

Norman

 

Egi Fedly                                                       

Ki Tapa

 

Fuad Idris                                                     

Pak Adang

Ruth Marini                                                 

 

Saidah

Produksi                                                       

Starvision

Produser                                                       

Chand Parwez Servia

                                                                        

Riza

                                                                        

Mithu Nisar

Sutradara                                                      

Affandi Abdul Rachman

Produser Eksekutif                                     

Reza Servia

                                                                        

Amrit Dido Servia

                                                                        

Raza Servia

Produser Lini                                               

Rini Atmodjo

                                                                        

Nadya S Vegi

Penulis Skenario                                         

Affandi Abdul Rachman

                                                                        

Nataya Bagya

Pengarah Artistik                                        

Ricardo Marpaung

Penata Kamera                                            

Faozan Rizal

Penyunting Gambar                                    

Cesa David Luckmansyah

                                                                        

Ahmad R Kamil

Penata Suara                                                

Aditya Trisnawan

Perekam Suara                                            

Indrasetno Vyatrantra

Penata Musik                                               

Mikhael Alpha Beltsazar

Penata Warna                                              

Chressandy Rorimpandey

Penata VFX & Grafis                                   

In My Room

Penata Rias                                                   

Natasha Agnes

Penata Busana                                             

Evitri Gultom

Penata Peran                                                

Arief Havidz

                                                                        

Panca Windu

Perancang Poster                                        

Alvin Hariz

OST                                                                

KOTA MATI - Noah

 

 


Tentang Starvision

 

Starvision adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang sukses dengan berbagai judul film populer dan telah menerima penghargaan bergengsi. Film-film seperti Virgin (2005), Heart (2006) dan Get Married (2007) adalah judul yang meraih box office tertinggi di bioskop Indonesia di tahun penayangannya.

 

Selain itu, karya Starvision kerap menjadi trendsetter dengan berbagai genre yang meraih kesuksesan, seperti The Tarix Jabrix (2008), Perempuan Berkalung Sorban dan Get Married 2 (2009), Laskar Pemimpi dan Kabayan Jadi Milyuner (2010), Purple Love dan Hafalan Shalat Delisa (2011), Perahu Kertas (2012), Cinta Brontosaurus (2013), Marmut Merah Jambu (2014), Ngenest (2015), Koala Kumal dan Cek Toko Sebelah (2016), Critical Eleven, Sweet 20 dan Susah Sinyal (2017), Yowis Ben dan Milly & Mamet (2018), Yowis Ben 2, Ghost Writer, Dua Garis Biru dan Imperfect (2019), Yowis Ben 3 dan Yowis Ben Finale (2021), Keramat 2 dan Cek Toko Sebelah 2 (2022), Hati Suhita dan 172 Days (2023), juga Sinden Gaib, Dua Hati Biru, The Architecture of Love (TAOL), Sekawan Limo, Rumah Dinas Bapak, dan Modal Nekad  (2024), juga Petaka Gunung Gede dan Komang (2025).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...