Film Tukar Takdir Merilis Official Teaser Trailer & Poster Eksklusif Nicholas Saputra Selamat dari Drama Petaka Pesawat
Film Tukar Takdir tayang 2 Oktober 2025 di bioskop.
Jakarta, 26 Agustus 2025—Setelah merilis official
poster 1 yang menampilkan Nicholas Saputra, Marsha Timothy, dan Adhisty Zara,
film drama petaka pesawat Tukar Takdir persembahan Starvision dan Cinesurya
merilis official teaser trailer. Film arahan sutradara Mouly
Surya ini merupakan adaptasi dari buku best seller karya Valiant Budi.
Sebelumnya, official poster 1 Tukar Takdir mendapat
respons positif dan antusiasme tinggi. Warganet banyak yang penasaran saat
Nicholas Saputra dan Marsha Timothy beradu peran dalam judul yang sama. Selain
itu, warganet juga banyak yang menanti peran Adhisty Zara di film ini.
Pada official teaser trailer Tukar Takdir yang dirilis, kisah yang menarik
sekaligus menegangkan pun disuguhkan. Penerbangan Jakarta Airways 79 hilang
kontak. Ketika ditemukan, Rawa (Nicholas Saputra) adalah satu-satunya penumpang
yang selamat, membawa pulang luka-luka dan trauma.
Selain menjadi saksi dalam investigasi
jatuhnya pesawat, Rawa juga menjadi penyambung duka maupun amarah putri tunggal
dari pilot, Zahra (Adhisty Zara) dan istri dari salah satu penumpang, Dita
(Marsha Timothy) yang mempertanyakan kenapa yang selamat bukan suaminya?
Official teaser trailer
juga menunjukkan kedekatan Nicholas Saputra dengan Adhisty Zara. Terlihat Rawa
memberikan penguatan pada Zahra, anak dari pilot pesawat Jakarta Airways 79.
Saat Rawa memeluk Zahra, dan Zahra bersandar pada Rawa, juga memberi petunjuk
hubungan romansa yang terjalin di antara keduanya. Namun, pada bagian akhir,
Rawa juga terlihat memberikan perhatiannya pada Dita, yang suaminya menjadi
korban di pesawat tersebut. Rawa mengusap air mata Dita ketika keduanya berdua
di dalam mobil.
Menjadi produksi bersama Starvision dan
Cinesurya, Tukar Takdir juga
didukung oleh Legacy Pictures. Film ini diproduseri oleh di antaranya Chand
Parwez Servia dan Rama Adi. Selain Nicholas Saputra, Adhisty Zara, dan Marsha
Timothy, film ini turut dibintangi di antaranya oleh Meriam Bellina, Marcella
Zalianty, Hannah Al Rashid, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Devi
Permatasari, Ariyo Wahab, Roy Sungkono, Revaldo, Bagus Ade Saputra, dan Ayez
Kassar.
Film Tukar Takdir juga akan membawa kisah yang sangat relevan dengan isu sosial
masyarakat Indonesia. Ketika saat ini juga banyak antusiasme orang yang ingim
bepergian baik untuk berlibur maupun bekerja, sehingga pesawat low-cost carrier (LCC) menjadi pilihan, namun juga tidak sedikit yang mengeluhkan
berbagai kekurangannya. Film ini akan memberikan refleksi tentang apa yang
terjadi di kehidupan sosial kita saat ini, secara spesifik lewat dunia
penerbangan. Pesawat memang menjadi salah satu transportasi yang aman, namun
perlu diingat bahwa musibah bisa menimpa siapa saja.
“Film Tukar Takdir akan menghadirkan kisah yang penuh luka, menegangkan, namun juga
menyegarkan untuk perfilman Indonesia. Menghadirkan drama petaka pesawat yang
masih jarang dieksplorasi oleh sineas kita. Mouly Surya dengan baik mampu
menampilkan spektrum drama dalam sebuah insiden yang akan mengguncang batin
kita, dan tentang bagaimana menyembuhkan trauma,” ujar produser Tukar Takdir Chand Parwez Servia.
“Setiap karakter di film Tukar Takdir membawa luka dan penyesalan yang
berbeda. Namun, mereka merasa bisa mencegah tragedi, atau menanggung “takdir”
orang yang seharusnya pergi. Kami ingin menghadirkan sebuah potret emosional
tentang beban yang tak terlihat. Namun, di sisi lain juga ingin menghadirkan
sebuah harapan di balik setiap duka kehilangan dan bagaimana sebagai manusia
kita bisa saling bertahan bersama-sama,” tambah sutradara
film Tukar Takdir Mouly Surya.
Film Tukar Takdir sekaligus menjadi kolaborasi terbaru Mouly bersama Marsha Timothy setelah Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) dan kolaborasi
Mouly dengan Nicholas setelah Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta (2013). Sementara itu, film ini sekaligus menandai kolaborasi kedua
Mouly Surya dan Chand Parwez Servia pada tahun ini setelah Perang Kota.
“Setiap tokoh menyimpan cerita, namun semua
terhubung oleh satu kenyataan pahit. Rawa, yang selamat dari tragedi petaka
pesawat, bertemu dengan orang-orang yang harus kehilangan orang terdekat dan
tercinta di hidup mereka. Penonton akan melihat bagaimana resiliensi yang
dimiliki oleh para karakter yang kehilangan orang-orang terdekat mereka,” ujar Nicholas Saputra.
Ikuti perkembangan terbaru film Tukar Takdir melalui akun Instagram
@tukartakdirfilm, starvisionplus, @cinesurya, dan Tiktok @StarvisionMovie.
***
Tentang Starvision
Starvision merupakan salah satu rumah
produksi film dan televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia,
dengan rekam jejak lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan
nasional. Di bawah kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal
konsisten menghadirkan kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati
penonton Indonesia.
Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar
sepuluh judul film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil
dan dapat diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak
pada keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah
komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi
dalam setiap produksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision
telah melahirkan sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak
diperbincangkan, di antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan Limo,
172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru. Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan
hiburan yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna—meneguhkan posisi
Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di
industri perfilman Indonesia.
Tentang Cinesurya
Cinesurya, didirikan pada tahun 2007, adalah
sebuah rumah produksi di Jakarta yang digarap oleh produser Rama Adi, Fauzan
Zidni, dan sutradara Mouly surya. Cinesurya memenangkan penghargaan Piala Citra
lewat film pertamanya, “Fiksi” (2007) serta “Marlina si Pembunuh dalam Empat
Babak” (2017), yang juga menuai banyak pujian di skala internasional dengan
penayangan perdana di Directors’ Fortnight, Cannes Film Festival. Selain itu,
di tahun 2013, “What They Don’t Talk About When They Talk About Love” juga menjadi
film pertama dari Indonesia yang berkompetisi di festival film independen
terbesar di Amerika Utara, Sundance Film Festival. Kini, sebagai anggota
Directors Guild of America (Perserikatan Sutradara di Amerika Serikat),
co-founder Mouly Surya telah merintis karir internasionalnya dengan
menyutradarai film “Trigger Warning”, sebuah produksi Netflix US yang
dibintangi Jessica Alba, dan sukses menjadi 10 film teratas Netflix yang paling
banyak ditonton di seluruh dunia pada tahun 2024.


Komentar
Posting Komentar