Langsung ke konten utama

Review Film Panggil Aku Ayah, Mendapat Sambutan Positif! Film Hangat Tentang Perjalanan Menemukan Arti Keluarga Sebenarnya

Pembelian tiket beli 1 gratis 1 di seluruh jaringan bioskop bisa dibeli sekarang untuk penayangan 7 Agustus 2025.





Jakarta, 5 Agustus 2025—Setelah menggelar closed screening, gala premiere, gala family & friends, hingga special screening di 25 kota, film Panggil Aku Ayah mendapat sambutan meriah dengan ulasan-ulasan positif dari berbagai media, akun film, hingga penonton. Untuk penayangan hari pertama pada 7 Agustus, film Panggil Aku Ayah juga membuka pembelian tiket beli 1 gratis 1 di seluruh jaringan bioskop yang sudah bisa dibeli sekarang. Pembelian tiket beli 1 gratis 1 Panggil Aku Ayah untuk penayangan 7 Agustus dapat diakses melalui tautan berikut bit.ly/nontonpaa.





 

Film Panggil Aku Ayah mendapat pujian karena kesolidan ceritanya yang juga memberikan kehangatan tentang perjalanan menemukan arti keluarga. Dengan pendekatan yang lebih lokal, film ini juga berhasil memberikan kedekatan emosional untuk penontonnya.

Banyak penonton tersentuh dengan cerita film ini yang menggugah dan hangat, terutama dalam menyampaikan pesan tentang arti keluarga—yang tidak selalu lahir dari hubungan darah, tapi dari kehadiran dan kasih sayang yang tulus.

 

Aktor Derby Romero mengatakan film ini seperti memporakporandakan emosinya sejak adegan awal. “Bagus banget, mewakili bapak-bapak di Indonesia,” kata Derby Romero.




 

Tak hanya Derby, ulasan positif yang menyentuh juga datang dari salah seorang penonton yang menyebut film ini sangat dekat bagi mereka yang kehilangan figur ayah dan anak yang hidupnya harus berganti-ganti orangtua.

 

“Dan menerima kenyataan, orang yang paling dicintai kenyataannya bukan dari yang sekandung. Film ini menyentuh banget, ada bagian yang paling memorable dan menusuk saat Ringgo bilang Mamang itu Ayah. Ringgo bagus banget mainnya, seolah-olah jeritan hatinya yang keluar,” ujar seorang ibu yang sudah menonton Panggil Aku Ayah.

 

Penulis cerita anak dan penyanyi Reda Gaudiamo juga berbagi kesannya setelah menonton film ini. Ia pun jadi kangen bapaknya setelah menonton.

 

“Saya rasa film ini akan sangat membawa banyak makna buat keluarga, juga anak untuk mencintai ayahnya dan ayah kembali mencintai anak-anaknya,” kata Reda Gaudiamo.

 

 

Sementara itu, kuartet Agak Laen yang digawangi Oki Rengga, Indra Jegel, Boris Bokir, dan Bene Dion merasa relate dengan film ini yang juga dibintangi rekan mereka, Boris Bokir. Bagi Agak Laen, film Panggil Aku Ayah seperti menggambarkan kisah mereka, keluarga tak sedarah yang akhirnya dipertemukan.





 

“Aku hancur nangis berkali-kali. Tiba-tiba lagi ketawa-ketawa dibikin jlep, hilang aja gitu ketawanya,  kok gini sih, malah jadi nangis,” kata Oki Rengga dari Agak Laen.

 

“Anakku seusia Pacil kecil. Kalau lihat rekamanku di dalam bioskop kayaknya mataku masih berkaca-kaca. Rasakan betapa remuknya hati kalian,” kata Indra Jegel.

 

“Sudah langsung hanyut sama ceritanya,” tambah Bene Dion.

 

Pujian juga datang dari akun film, reviewer, dan media. 

 

Panggil Aku Ayah (2025) film yang bikin nanges lagi. Kisah tentang pengorbanan seorang ibu yang merelakan anaknya demi utang yang mengikat, namun perpisahan itu menghadirkan makna baru tentang keluarga yang tumbuh tak selalu berdasarkan hubungan darah,” kata akun film @SinemaTengahMlm.

 

“Paket lengkap yang menyajikan komedi segar, drama yang menyentuh, dan pesan moral mendalam tentang arti sebuah keluarga,” tulis ulasan media Suara.com.

 

“Film adaptasi yang berhasil berdiri sendiri. Charming, bikin haru & hati hangat. Tektokan Ringgo Agus & Boris Bokir yang nyunda abis beneran menghibur. Akting Myesha Lin sebagai Intan/Pacil paling juara!” Kata Akun film @layartancep_id

 

“Suka banget sama Panggil Aku Ayah. Menurut gue ini karya adaptasi yang sangat solid, bagus, rapi, bener-bener dipikirin dan di-deliver dengan sangat matang. Nggak mengkhianati film aslinya (Pawn, 2020), laff banget & lebih “kena” karena kulturnya jauh lebih dekat,” kata akun Twitter/X @Teppy87

 

“Adaptasi yang emosional, hangat dan tidak kehilangan identitas,” kata akun review YouTube keramagz.


 

Hangatnya Kisah Menemukan Arti Keluarga Sebenarnya

 

Melalui film Panggil Aku Ayah, Visinema Studios ingin mengajak keluarga Indonesia merasakan hangatnya cinta tanpa syarat yang datang dari tempat yang tak terduga, tentang seseorang yang tidak sedarah, namun mampu mencintai dan dicintai dengan layak seperti keluarga dan buah hatinya sendiri. 




Film Panggil Aku Ayah akan resmi tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 7 Agustus 2025. Ajak keluarga, sahabat, dan orang terdekatmu untuk merasakan sendiri hangatnya cerita film Panggil Aku Ayah. Film yang bukan hanya menghibur, tapi juga menggugah dan menyembuhkan. Pembelian tiket beli 1 gratis 1 Panggil Aku Ayah untuk penayangan 7 Agustus dapat dibeli sekarang melalui tautan bit.ly/nontonpaa. Ikuti terus kabar terbaru melalui Instagram @panggilakuayahfilm dan @visinemaid.


***


Catatan Produksi

 

 

Judul                 

: Panggil Aku Ayah

Produksi           

: Visinema Studios & CJ ENM

Durasi               

: 120 menit

Sutradara          

: Benni Setiawan

Produser           

: Anggia Kharisma, Novia Puspa Sari, Justin Kim

Genre                 

: Drama, Komedi, Keluarga

Tanggal Tayang

: 7 Agustus 2025

Adaptasi dari 

: Pawn (2020), film Korea Selatan produksi CJ ENM

Pemain Utama

: Ringgo Agus Rahman - Dedi

  Tissa Biani - Intan 

  Boris Bokir - Tatang

  Myesha Lin - Intan Kecil

  Sita Nursanti - Rossa

Sinopsis            

:Seorang ibu harus menitipkan anaknya sebagai jaminan utang,  dua pria dewasa yang awalnya hanya ingin menyelesaikan urusan pekerjaan justru tanpa sengaja menjadi figur ayah bagi anak tersebut. Lewat petualangan dan kehangatan yang tumbuh, Panggil Aku Ayah mengajak penonton menyelami arti keluarga yang dibentuk oleh kasih sayang, bukan garis keturunan.

 




TENTANG VISINEMA GROUP


Didirikan pada tahun 2008 oleh sineas Indonesia, Angga Dwimas Sasongko, Visinema Group (Visinema) memiliki visi untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk storytelling di Indonesia dengan ekosistem storytelling yang komprehensif. Visinema berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan dan melahirkan konten, cerita, serta film yang menarik untuk dapat dinikmati oleh para pecinta film dan publik di berbagai saluran dan platform. 

 

Visinema memiliki Visinema Pictures yang menghasilkan film-film layar lebar yang menghadirkan cerita-cerita yang menarik dan impactful serta memberikan pengalaman sinematik terbaik bagi para pecinta film; BION Studios yang menghadirkan cerita-cerita hyperlocal dan trending di masyarakat; Visinema Studios yang fokus menghadirkan konten berkualitas untuk anak dan keluarga, serta animasi dan puppet show; Visinema Content yang melahirkan konten berkualitas yang dapat dinikmati di platform streaming; dan Skriptura yang memberikan layanan script development dan scriptwriting

 

Visinema sudah melahirkan sejumlah portofolio IP (Intellectual Property) yang telah dinikmati oleh publik, diantaranya adalah Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Keluarga Cemara, Generasi 90an: Melankolia, Nussa, Mencuri Raden Saleh, 13 Bom di Jakarta, Heartbreak Motel dan sejumlah IP box office lainnya yang telah ditayangkan di layar bioskop, Nussa Official Series dan Domikado yang dapat dinikmati di kanal YouTube, serta Pertunjukkan Panggung Musikal Keluarga Cemara yang telah mendapatkan sambutan hangat dari publik. Visinema semakin memperkuat posisinya dalam industri film dan kreatif Indonesia untuk menjadi center of excellence dalam setiap bentuk karya yang dihasilkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...