Langsung ke konten utama

Sutradara Reza Oktovian Memulai Syuting Harusnya Horor! Dibintangi Lula Lahfah, AAA Clan hingga Geng Marapthon Diproduksi Ess Jay Pictures, Tayang Tahun 2026 di Bioskop

 



Jakarta, 5 Agustus 2025 — Reza Oktovian, atau juga tenar dikenal dengan Reza Arap, menjalani debut penyutradaraan film panjang melalui film bergenre komedi horor berjudul Harusnya Horor. Diproduksi oleh Ess Jay Pictures, film ini diproduseri oleh David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani. Saat ini, film Harusnya Horor akan memulai tahap syuting.

 

Dalam debutnya, Reza menggandeng sutradara dan penulis skenario Rahabi Mandra untuk menulis naskah filmnya. Rahabi menulis naskah film ini bersama Syahrun Ramadhan. Di film ini, selain menyutradarai Reza juga akan turut menjadi pemain, bersama Lula Lahfah, serta para anggota dari AAA Clan seperti Tierison (Jot), Garry Ang, dan Yukatheo. Serta para geng Marapthon di antaranya Aldy Renaldy, Bravyson, Niko Junius, Ariyanto, dan Teguh Prakoso. Film ini juga akan dibintangi oleh Ronny P Tjandra dan bintang muda Malka.

 




Film Harusnya Horor akan menceritakan tentang sosok hantu yang tak seram bekerja sama dengan sekelompok konten kreator horor kismin yang butuh duit untuk bikin konten-konten horor agar si setan bisa betulan seram dan memenuhi keinginan terakhirnya—yang dalam perjalanannya, mereka malah sama-sama belajar tentang arti hidup, koneksi, dan cinta.

 

“Film Harusnya Horor sekaligus menandai perjalanan penting Ess Jay Studios, yang selama ini sudah dikenal dalam memproduksi karya-karya layar kaca yang telah melekat di hati penonton. Bersama Reza Oktovian, yang juga menjalani debutnya sebagai sutradara, film Harusnya Horor juga menandai perjalanan penting bagi rumah produksi kami lewat Ess Jay Pictures untuk melahirkan karya-karya layar lebar. Semoga saat filmnya rilis akan banyak menghibur penonton Indonesia,” ujar produser David Suwarto.





 

“Essjay Pictures memiliki komitmen untuk menghadirkan film-film berkualitas yang unik kepada penonton. Oleh karena itu kami memilih untuk bekerja sama dengan Reza Arap dan timnya yang sangat kreatif agar bisa menyuguhkan film dengan tema yang sangat fresh. Kami berharap Harusnya Horror bisa diterima dengan baik masyarakat,” tambah produser Sridhar Jetty.

 

“Film Harusnya Horor kini siap memulai syuting. Setelah proses development hingga reading, saatnya memproduksi film ini dan tunggu tayangnya tahun depan! Senang rasanya berkarya bersama dengan teman-teman dan dari lingkungan yang mendukung penuh terciptanya film Harusnya Horor. Di film ini, saya mengajak teman-teman saya untuk ikut bermain. Selain menceritakan tentang konten kreator horor, film ini juga punya tema tentang persahabatan. Semoga, selain harusnya juga bikin horor tapi tetap memberikan kehangatan dan menghibur untuk penonton,” kata sutradara Harusnya Horor Reza Oktovian. 

 




Reza menambahkan, film Harusnya Horor menjadi level barunya dalam berkarya dan berkarya. Setelah dikenal sebagai salah satu YouTuber tersukses Tanah Air dan berhasil menjadi fenomena di dunia musik, Reza pun kini akan melanjutkan jejaknya di industri perfilman Indonesia. Setelah beberapa kali turut membintangi judul film sebagai pemeran, kini ia pun mendorong batas kreativitasnya lewat penyutradaraan.

 

“Dari awal, saya sudah tertarik dengan sosok Reza Arap, mulai dari konten YouTube-nya, musiknya, dan penampilannya di film. Setelah melihat Marapthon, saya semakin yakin bahwa dia mampu memproduksi film yang berkualitas. Akhirnya, kami memutuskan untuk bekerja sama dengannya,” ujar produser Jimmy Lalwani.





 

Ikuti terus perkembangan film Harusnya Horor melalui akun Instagram @essjaystudios_ph. Film Harusnya Horor akan tayang di bioskop Indonesia pada 2026!

 

***



TENTANG ESS JAY STUDIOS

 

Ess Jay Studios didirikan pada 1 Agustus 2022 oleh David Suwarto, Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani sebagai anak perusahaan dari SinemArt. Rumah produksi ini memiliki visi untuk menciptakan karya berkualitas tinggi yang mampu menginspirasi dan menghibur masyarakat. 

 

Debutnya dengan sinetron Tajwid Cinta menandai langkah awalnya di industri hiburan. Hingga saat ini Ess Jay Studios sudah menghasilkan banyak judul sinetron seperti, Bidadari Surgamu, Satu Cinta Dua Hati, Saleha dan Cinta di Ujung Sajadah yang dibuat berdasarkan novel laris karya Asma Nadia.

 

Mengawali perjalanan sinetron yang sukses, pada 2025, Ess Jay Studios melalui brand Ess Jay Pictures siap merambah layar lebar dengan memproduksi film-film menarik berjudul Tiba-tiba Setan dan Harusnya Horror, memperkuat posisinya sebagai perusahan kreatif yang akan terus berkembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...