“TINGGAL MENINGGAL” GELAR GALA PREMIERE: PERAYAAN PENUH TAWA, TANGIS, DAN PELUKAN UNTUK YANG MERASA BERBEDA
Film debut Kristo Immanuel disambut meriah, jadi pengingat hangat bahwa ‘merasa aneh’ itu sah-sah saja
Jakarta, 12 Agustus 2025 — Setelah sukses
menggelar press screening dan press conference yang unik pada 6
Agustus lalu, film “Tinggal Meninggal”
resmi melangsungkan Gala Premiere
pada Jum’at malam, 8 Agustus 2025. Diselenggarakan sebagai bentuk perayaan debut penyutradaraan Kristo Immanuel, malam
gala ini menjadi momen yang hangat dan tak terlupakan, penuh dengan tawa, haru,
dan tepuk tangan panjang dari para undangan yang hadir.
Disambut antusias, film produksi Imajinari ini
menyuguhkan komedi getir yang unik
dan segar, menawarkan pengalaman menonton yang tak biasa. Dari awal pemutaran
hingga akhir kredit, penonton larut dalam perasaan campur aduk. Studio bioskop
dipenuhi gelak tawa dan isak tangis yang muncul silih berganti, membuktikan
kekuatan cerita dan karakter yang berhasil menyentuh hati banyak orang.
Lebih dari
sekadar film komedi getir, Tinggal Meninggal hadir sebagai sebuah pengingat penuh kasih untuk siapa
pun yang pernah merasa tidak cukup, merasa tidak pas, merasa berbeda, atau
bahkan merasa ‘aneh’. Film ini merangkul mereka yang pernah merasa tak pada
tempatnya, dan mengatakannya dengan lantang: tidak apa-apa, kamu valid.
Suasana Gala Premiere Tinggal Meninggal diwarnai dengan beragam reaksi hangat, mulai dari
tawa, decak kagum, hingga momen reflektif. Dave
Hendrik mengaku terpukau dengan cara Kristo meramu cerita. “Hebat, Kristo
bikin naskahnya menarik banget, banyak kejutan yang nggak terduga. A lot of funny moments, a lot of
tear-jerking moments. Quite an unexpected story. Menyenangkan!” ujarnya.
Pasangan Angga
Yunanda dan Shenina Cinnamon ikut memberikan komentarnya. “Kayak permen
yang meledak-meledak di mulut, dar der dor!” ungkap Angga. Sementara itu
Shenina menambahkan, “kalau menurut aku, kena banget di aku. Sesimpel apapun
yang orang lain rasain kita harus lebih peka sih. Kayaknya kedepannya apapun
yang orang lain lakukan, aku akan lebih peka daripada yang sebelumnya, karena
aku nggak mau menyesal di kemudian hari. Terima kasih Kristo sudah membuat film
sebagus ini. Kristo dan Tjiu kalian luar biasa untuk debut, pertama kali, ini
gong banget!”
Kekompakan dan kekuatan akting para pemeran juga
tak luput dari pujian. Indra Jegel
menyebut film ini berhasil memaksimalkan setiap karakter. “Komedinya tepat,
ensemble cast-nya cakep. Nggak ada orang yang sia-sia atau satu scene pun yang
terbuang. Semuanya penting. Keren banget. I love you, Kristo.”
Bagi Ringgo
Agus Rahman, film ini bahkan membangkitkan memori pribadi. Ia mengaku
tersentuh dengan karakter Gema yang diperankan Omara. “Gue inget masa kecil
gue, pernah seperti Gema. Omara mainnya bagus sekali. Pernah ada momen gue
menyendiri di rumah, cuma denger lagu sambil berharap diajak main sama
temen-temen. Buat Kristo, wah lu berani ya bikin sesuatu yang ini kelihatannya
pengalaman pribadi. Iya nggak sih?”
Gala Premiere ini menjadi semacam ruang pelukan
bersama, bukan hanya untuk sang sutradara dan para pemeran, tapi juga untuk
para penonton yang merasa akhirnya bisa melihat diri mereka di layar. Dari komika ternama, aktor muda, penulis,
kreator konten, hingga sineas lintas generasi hadir dan menikmati suguhan
film yang berhasil memadukan komedi dan keresahan personal menjadi satu
tontonan yang segar dan emosional.
Gala premiere turut dihadiri sejumlah publik
figur dan komika ternama yang tampak larut dalam suasana haru dan humor khas TingNing. Beberapa di antaranya bahkan
tak ragu menyebut film ini sebagai “cermin
getir kehidupan anak muda zaman sekarang” hingga “film yang bisa bikin ketawa kencang lalu mendadak diam mikir keras.”
Gala Premiere kali ini juga terasa unik, dengan
hadirnya sajian dari dalam film yang dibawa ke dunia nyata. Terdapat booth dari Janji Jiwa sebagai coffee partner yang menyajikan Pear
Shaken Americano ala TingNing dan London Fried Chicken, restoran ayam goreng
cepat saji fiksional yang menjadi favorit Gema dalam film Tinggal Meninggal.
Para penonton yang hadir dapat menikmati sajian cemilan dan minuman selagi merayakan
tayangnya film Tinggal Meninggal.
Melalui pendekatan naratif yang tak biasa, Tinggal Meninggal bukan hanya
menyuguhkan hiburan, tapi juga pengingat
bagi siapa pun yang pernah merasa beda, merasa aneh, atau merasa tidak pada
tempatnya, bahwa semua itu valid dan tidak apa-apa.
Film ini adalah bagian dari upaya Imajinari untuk
terus menghadirkan karya-karya sinematik yang berani dan otentik. “Tinggal
Meninggal” kini dirayakan bukan hanya sebagai film komedi, tapi juga sebagai simbol keberanian menjadi diri sendiri.
Melalui Tinggal
Meninggal, Kristo Immanuel yang selama ini dikenal lewat persona komika dan
konten kreatifnya, menunjukkan warna baru sebagai sutradara debutan dengan kepekaan dan keberanian yang unik. Ia
berhasil menjahit cerita getir dengan gaya yang jenaka namun tetap menyimpan
kedalaman, membuat penonton merasa dilihat, didengar, dan ditemani.
Film ini bukan
hanya hiburan, tetapi perayaan:
perayaan menjadi diri sendiri. Sebuah surat cinta untuk orang-orang yang tumbuh
dengan ragu tapi tak pernah menyerah. Untuk kamu yang merasa tidak cukup
normal, tidak cukup sempurna, tidak cukup cocok di tengah kemeriahan hidup, Tinggal Meninggal mengajakmu untuk
tertawa, menangis, dan merasa: tidak
apa-apa. Kamu tetap berharga.
Bagi yang ingin mengamankan Advance Ticket Sales (ATS)
untuk penayangan hari pertama, 14 Agustus 2025, dapat dibeli di jaringan
bioskop XXI di beberapa lokasi, antara lain Jakarta (Setiabudi XXI, PIM 1 XXI,
dan Blok M Plaza XXI), Bandung (Ciwalk XXI), Depok (Margo City XXI), Tangerang
(AEON Mall BSD City XXI), Bekasi (Mega Bekasi XXI), Yogyakarta (Ambarrukmo
XXI), Surabaya (Tunjungan 3 XXI), dan Bali (Level 21 XXI).
Sementara itu, di jaringan CGV, ATS hari pertama
tersedia di Grand Indonesia (Jakarta), Central Park (Jakarta), Paskal 23
(Bandung), Depok Mall (Depok), BG Junction (Surabaya), Festive Walk (Karawang),
Jwalk Mall (Yogyakarta), Teras Kota (Tangerang Selatan), Social Market
Palembang (Palembang), dan Focal Point Medan (Medan).
Di jaringan Cinepolis sendiri untuk ATS hari
pertama tersedia di Jakarta (Cinepolis Senayan Park), Depok (Cinepolis Depok
Town Square), Bali (Cinepolis Sidewalk Jimbaran), Pekanbaru (Cinepolis Living
World Pekanbaru), Balikpapan (Cinepolis Living Plaza Balikpapan), Manado
(Cinepolis Lippo Plaza Manado (Kairagi), Tegal (Cinepolis Pacific Mall Tegal),
Jember (Cinepolis Lippo Plaza Jember), Kupang (Cinepolis Lippo Plaza Kupang),
Cikarang (Cinepolis Mall Of Serang), Medan (Cinepolis Plaza Medan Fair), dan Serang
(Cinepolis Mall of Serang).
Untuk
mengenal lebih dekat perjalanan film ini, ikuti terus akun resmi di Instagram
@tingning.official dan @imajinari. Jangan lewatkan berbagai konten eksklusif
dan cerita di balik layar dari “Tinggal Meninggal” sebuah film unik dari Imajinari.
TENTANG IMAJINARI
Imajinari adalah studio film muda di Indonesia
yang menitikberatkan pada cerita yang segar dan berpijak pada visi kreatif
sutradara. Rekam jejak Imajinari diantaranya adalah film mega box office “AGAK LAEN” yang meraih lebih dari 9,1 juta
penonton dan "Jatuh Cinta Seperti Di Film Film" yang memenangkan Film
Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor dan Aktris Utama Terbaik pada ajang Festival
Film Indonesia tahun 2024.
Didirikan oleh duo Ernest Prakasa & Dipa
Andika, Imajinari memulai debutnya melalui film “Ngeri-Ngeri Sedap” (2022),
sebuah film yang kemudian menjadi Official Selection Indonesia untuk Academy
Awards 2023.



Komentar
Posting Komentar