Langsung ke konten utama

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser BIFF 2025 Version Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry Menghadapi Duka

 Lagu Raih Tanahmu dari hara & Nosstress akan menjadi salah satu OST film ini.



Jakarta, 14 September 2025—Setelah mengumumkan penayangan perdana (world premiere) film Esok Tanpa Ibu yang memiliki judul internasional Mothernet di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, BASE Entertainment dan Beacon Films merilis official teaser film BIFF 2025 version. Dalam teaser berdurasi 42 detik tersebut, menampilkan perjalanan keluarga kecil yang harus kehilangan sosok Ibu.

Aktor muda Ali Fikry, mendapatkan sorotan utama dengan ditampilkan berbagai lapisan emosinya mulai dari ia bahagia, sedih, hingga mencari pelarian saat Ibunya sedang dalam kondisi kritis. Dalam official teaser versi BIFF 2025, juga menampilkan Dian Sastrowardoyo dan Ringgo Agus Rahman. Teaser Esok Tanpa Ibu versi BIFF 2025 semakin menyentuh dengan lagu OST berjudul Raih Tanahmu yang dibawakan hara dan Nosstress.

“Melalui official teaser Esok Tanpa Ibu versi BIFF 2025, kami ingin memperkenalkan ke penonton tentang emosi yang hadir di film ini. Sebuah perasaan yang mengajak penonton untuk membayangkan, bagaimana jika esok datang tanpa sosok Ibu di sisi kita? Karakter yang diperankan Ali Fikry juga Ringgo Agus Rahman akan menjadi representasi perjalanan emosi tersebut,” ujar produser Shanty Harmayn.

“Film ini ingin mengajak kita untuk menyelami cinta, kehilangan, dan upaya bangkit bersama. Ini akan menjadi sebuah refleksi kisah keluarga yang amat relevan di masa sekarang, ketika orangtua kesulitan berkomunikasi dengan anaknya, dan sang anak merasa perlu lebih dimengerti,” tambah Dian Sastrowardoyo yang turut memproduseri film Esok Tanpa Ibu (Mothernet).

Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) disutradarai oleh sutradara Malaysia Ho Wi-ding, yang memenangkan Platform Prize di Toronto International Film Festival 2018 melalui film ketiganya. Ia juga pernah memenangkan Best New Director Award di Golden Horse Awards 2010 melalui film panjang debutnya. Naskahnya ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief, serta diproduseri oleh Shanty Harmayn, Dian Sastrowardoyo, Tanya Yuson, Aoura Lovenson, dan Winnie Lau.

Di BIFF 2025, Esok Tanpa Ibu juga akan berkompetisi dalam program Vision Asia. Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) mengikuti kisah Rama (Ali Fikry), remaja puber yang merasa tak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memahaminya. Satu-satunya orang yang ia percaya adalah ibunya, pendukung terbesarnya di masa-masa remaja yang penuh turbulensi. Namun ketika tragedi terjadi dan ia kehilangan ibunya, Rama harus berusaha menjalani hidup seorang diri.

Tepat ketika ia merasa benar-benar sendirian, bantuan datang secara tak terduga: I-BU, program AI yang dirancang untuk menggantikan sosok Ibu. Di tengah kesulitannya menghadapi ayahnya yang berjarak, Rama harus belajar apa arti berduka dan mengikhlaskan.

Ikuti perkembangan terbaru film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melalui akun Instagram @base.id.


Official Teaser Trailer



***


Tentang BASE Entertainment

BASE Entertainment adalah studio produksi terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure 2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.


Tentang BEACON FILM

BEACON FILM adalah rumah produksi yang berbasis di Jakarta, didirikan oleh Dian Sastrowardoyo, salah satu aktris Indonesia yang paling dikenal saat ini. Selain karier aktingnya yang gemilang, termasuk dalam film ikonik Ada Apa Dengan Cinta?, Dian juga mulai merambah dunia produksi dengan karya seperti Guru-Guru Gokil, yang tayang perdana di Netflix. Pada tahun 2023, Dian bergabung dengan Rio Pasaribu dan Hizkia Nararya untuk mendirikan BEACON FILM, membuka babak baru yang menjanjikan bagi perfilman Indonesia. Mothernet, proyek perdana mereka, akan menampilkan bakat dan visi mereka untuk membawa film-film berkualitas Indonesia ke dunia internasional.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...