Opening Black & White yang Inovatif di Film Maryam: Janji dan Jiwa Yang Terikat Horor Terbaru VMS Studio yang Sukses dengan Pemandi Jenazah
Jakarta, 8 September 2025—Setelah berhasil membuat bergidik penonton saat mengikuti proses memandikan
jenazah dalam film horor Pemandi Jenazah, kini VMS Studio kembali dengan karya horor yang menjanjikan lewat
film Maryam: Janji dan Jiwa Yang Terikat. Sebuah karya kolaboratif terbaru dari penulis Lele Laila dan
sutradara Azhar Kinoi Lubis, yang telah melahirkan berbagai karya-karya horor
eksploratif di Indonesia.
VMS Studio kembali menyajikan cerita yang
unik dan tidak biasa melalui kisah Maryam. Perempuan yang dicintai oleh sosok
jin terkuat, dan sepanjang hidupnya selama lebih dari 26 tahun, ia terus
diikuti oleh sosok tersebut. Film ini akan menguak sebuah romansa yang
misterius, dari dunia yang berbeda, dan akan mengganggu pikiran penonton saat
menyaksikan teror yang dihadapi Maryam.
Dengan ide cerita yang unik dan berbeda, VMS
pun mendorong eksplorasi kreatif lewat penyajian konsep black and white pada opening film. Sebuah
pendekatan berani yang jarang diambil oleh genre horor Indonesia.
“Opening
film ini dibuka dengan visual black and white yang akan membawa penonton untuk masuk ke kehidupan Maryam kecil.
Momen ketika serentetan teror dalam kehidupan Maryam dimulai,” ujar produser Maryam: Janji dan
Jiwa Yang Terikat Tony Ramesh.
“Pendekatan visual black and white sebagai opening film ini
menjadi penting secara naratif untuk membangun nuansa teror yang intens sejak
awal. Kita akan melihat intensitas adegan bahkan sejak film dimulai, termasuk
saat Maryam mencelakai ustaz yang akan menolongnya. Di sisi lain, pemilihan
visual black and white di
opening film juga memiliki makna tentang
kelamnya hidup yang dijalani Maryam, bahkan sejak ia masih kecil,” tambah sutradara Azhar Kinoi Lubis.
Reaksi positif datang dari beberapa reviewer
film yang mendapat kesempatan menonton terlebih dahulu film Maryam. Salah satunya adalah @cinemuach, yang
banyak diikuti oleh pengguna Twitter/X karena pandangan dan rekomendasinya
tentang perfilman mengungkapkan, film ini berhasil menghadirkan horor berbeda
dan memberikan treatment yang
berbeda pula.
“Treatment berbeda dengan adanya black and
white untuk kasih highlight perbedaan waktu, karena di film ini ada perjalanan
Maryam dari kecil sampai dewasa. Dan itu yang bikin aku terjun ke ceritanya
sampai akhir, keputusan-keputusan filmmakernya lebih mengajak untuk berempati.
Dan Claresta Taufan berhasil perankan Maryam,” kata @Cinemuach.
Sementara itu, ulasan positif juga hadir dari
akun Twitter/X @paradigmafilm. Bagian pembuka film menjadi salah satu favorit
mereka.
“Suka banget dengan opening scene-nya, itu
gila. Meski black and white
tapi rasa mencekamnya itu dapet. Suka banget,” kata @paradigmafilm.
Film ini dibintangi oleh Claresta Taufan,
Wafda Saifan, Debo Andryos, Maryam Supraba, Rukman Rosadi, dan Shaqueena
Medina. Mengikuti kisah Maryam, yang hidup dengan teror yang tak pernah
berhenti sejak ia lahir. Ia menerima surat misterius yang selalu muncul di
hadapannya, tak peduli dibuang atau dibakar.
Maryam tahu dirinya tak lagi sendiri. Sosok
tak kasat mata mengikatnya dengan janji kelam, mengikuti setiap langkahnya,
membisikkan kata-kata yang hanya bisa ia dengar. Semakin ia mencoba lepas,
semakin kuat belenggu itu menjerat hingga Maryam tak tahu lagi, apakah ia
hidup? atau sekedar menjadi milik sosok tersebut selamanya.
Film horor Maryam: Janji dan
Jiwa yang Terikat tayang di bioskop seluruh Indonesia
mulai 18 September 2025. Dengan kisah mencekam yang sarat emosi, film ini
menjadi saksi debut Claresta Taufan sebagai leading role, sekaligus babak baru yang menandai kedewasaannya di dunia perfilman
Indonesia. Ikuti terus perkembangan film horor Maryam: Janji dan
Jiwa Yang Terikat melalui akun Instagram @film.maryam
dan @vmsstudioid.
***
TENTANG VMS STUDIO
Visual Media Studio (VMS) adalah rumah
produksi film yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2022. VMS hadir
dengan visi untuk menginspirasi, menghibur, dan terhubung dengan penonton, baik
di tingkat lokal maupun global. Di VMS, kami berkomitmen untuk terus mendorong
batasan kreativitas dan menciptakan kisah-kisah yang menggugah dan relevan
lintas budaya.
Proyek perdana kami, Pemandi Jenazah, menjadi tonggak awal yang
mengukuhkan posisi VMS di industri film regional. Disutradarai oleh Hadrah
Daeng Ratu dan ditulis oleh penulis skenario box office Lele Laila, film ini mencatat kesuksesan luar biasa dengan meraih 3,5
juta penonton di seluruh dunia. Film ini juga menjadi film Indonesia dengan
pendapatan tertinggi kedua di Malaysia sepanjang masa, serta menempati posisi
kedua box office
nasional di kuartal pertama 2024.
Dengan semangat untuk terus menghadirkan
cerita-cerita bermakna dan menginspirasi, VMS siap melangkah lebih jauh dan
menjangkau lebih banyak hati penonton di masa depan.

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar