Langsung ke konten utama

TAYANG MULAI 2 OKTOBER 2025, FILM RANGGA & CINTA MENGAJAK MERAYAKAN MASA SMA DI BIOSKOP


 


Jakarta, 30 September 2025 – Setelah melakukan pemutaran perdana dunia dan mendapat sambutan hangat di Busan International Film Festival 2025, Korea Selatan, film Rangga & Cinta akan segera bersua dengan penonton di bioskop tanah air mulai 2 Oktober 2025. Film produksi Miles Films ini disutradarai Riri Riza, diproduseri Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto.

 

Film Rangga & Cinta adalah adaptasi dari film ikonik remaja era 2000-an Ada Apa Dengan Cinta?, yang skenarionya ditulis ulang oleh Mira Lesmana bersama Titien Wattimena. Film ini menampilkan Leya Princy yang berperan sebagai Cinta, El Putra Sarira sebagai Rangga, Jasmine Nadya sebagai Alya, Kyandra Sembel sebagai Maura, Katyana Mawira sebagai Milly, Daniella Tumiwa sebagai Karmen, Rafly Altama sebagai Mamet, serta Rafi Sudirman sebagai Borne.

 

Mengambil latar Jakarta tahun 2001, kisah ini mengikuti kehidupan Cinta (Leya Princy), seorang siswi SMA populer dengan kehidupan yang nyaris sempurna, hingga sosok cowok misterius bernama Rangga (El Putra Sarira) hadir dan mengubah segalanya. Dari rasa kesal berubah menjadi penasaran, Cinta pun mulai bimbang di antara dunia persahabatannya yang penuh warna dan perasaan baru yang tumbuh untuk Rangga. Akibat sebuah kejadian pada sahabatnya, Cinta harus memilih antara sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya atau cinta pertamanya.

 

Dengan nuansa awal 2000-an yang autentik, mulai dari musik hingga gaya hidup remaja saat itu, Rangga & Cinta menjanjikan pengalaman sinematik yang menyentuh hati dan relevan bagi lintas generasi.


Riri Riza

 

“Bagi saya, Rangga & Cinta lebih dari sekadar kisah remaja. Ini adalah ruang untuk merayakan cinta dalam banyak bentuk, baik itu antara pasangan, keluarga, sahabat, bahkan cinta pada diri sendiri. Saat menggarap film ini, saya ingin setiap penonton merasakan kedalaman emosional karakternya, dan menemukan potongan kisah mereka sendiri di dalamnya,” ujar sutradara Riri Riza.


Mira Lesmana

 

Menyambut hari pertama tayang di bioskop, produser Mira Lesmana menyampaikan semangat kolaborasi dari balik layar produksi Rangga & Cinta. “Perjalanan membuat Rangga & Cinta adalah pengalaman yang begitu panjang dan juga mengharukan. Ratusan kru dan pemain memberikan dedikasi yang luar biasa untuk mewujudkan film ini. Setiap detail, dari cerita, visual, hingga musik, lahir dari kerja sama yang solid. Kami berharap penonton bisa merasakan energi dan ketulusan itu di layar lebar,” ujarnya.




 

 

Nicholas Saputra juga menambahkan, “Kami sangat bersyukur akhirnya bisa mempersembahkan film Rangga & Cinta kepada penonton Indonesia. Sejak awal, film ini kami buat untuk bisa dirasakan oleh semua generasi. Semoga film ini membangkitkan energi muda kita dan mendapat tempat istimewa di hati masyarakat.”


Leya Princy


El Putra Sarira

 

Leya Princy, pemeran Cinta, turut mengungkapkan kegembiraannya film Rangga & Cinta tayang di bioskop. “Saya senang banget akhirnya film kami tayang di bioskop minggu ini! Semoga film ini bisa menghibur dan membuat semua merasa bahagia.” Hal yang sama juga disampaikan oleh El Putra Sarira, pemeran Rangga, “Semoga karya kami bisa dinikmati dan kita bisa mengenang masa-masa remaja SMA yang penuh cerita manis.”

 

Film Rangga & Cinta didukung oleh Compass, Indofood, Skintific, dan Amar Bank. lndofood melalui brand ikoniknya, lndomie, Pop Mie dan Chiki, dengan bangga turut mendukung film Rangga & Cinta dalam upayanya melibatkan Gen Z.

 

Nantikan film Rangga & Cinta, The Rebirth of Ada Apa Dengan Cinta? di bioskop tanah air mulai 2 Oktober 2025. Pantau terus kanal-kanal media sosial Miles Films, atau hubungi Tim Publisis film Rangga & Cinta untuk informasi terkini.

 

 ***


TENTANG MILES FILMS

 

Miles Films adalah Production House independen Indonesia yang dipimpin Mira Lesmana dan Riri Riza dan telah berdiri sejak tahun 1995. Selama 30 tahun aktif berproduksi di industri film nasional, Miles Films telah menghasilkan puluhan film panjang, termasuk judul-judul box office hits, seperti Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta? (2002), Laskar Pelangi (2008), Sang Pemimpi (2009), Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016), serta Petualangan Sherina 2 (2023).

Sebagian besar karya Miles Films telah diputar dan/atau diperlombakan di berbagai festival film internasional, termasuk di Tokyo, Busan, Vancouver, Rotterdam, Venice, dan Berlin. Beberapa penghargaan yang pernah diraih Miles Films, antara lain penghargaan Film Terbaik di Festival Film Indonesia untuk film Gie (2005) dan Athirah (2016), dan penghargaan Film Pendek Terbaik di ajang bergengsi Orizzonti, Festival Film Internasional Venesia, Italia untuk film pendek Kado (2018) karya sutradara muda Aditya Ahmad yang diproduseri Mira Lesmana dan Riri Riza.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...