Film Dopamin Menampilkan Cara Bahagia di Dunia yang Semakin Gila! Couple Goals Angga Yunanda & Shenina Cinnamon Bersatu Hadapi Ujian Kehidupan dan Cinta
Film Dopamin tayang mulai 13 November 2025 di bioskop Indonesia
Jakarta, 30 Oktober
2025 — Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon membawa kita ke dalam sebuah roller coaster kehidupan berumah tangga
mereka dalam film romantic survival drama
Dopamin persembahan Starvision dan Karuna Pictures. Film yang disutradarai
Teddy Soeria Atmadja dan produser Chand Parwez Servia ini akan menampilkan cara
pasangan suami istri bahagia di dunia yang semakin gila.
Terhimpit utang yang menumpuk, telat bayar sewa tempat
tinggal, menggadaikan barang demi bisa makan, dan kehilangan pekerjaan adalah
masalah bertubi-tubi yang dihadapi pasangan yang baru saja menikah, Malik
(Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon). Krisis yang terjadi dalam
kehidupan rumah tangga mereka membuat pasangan ini kurang harmonis, seakan
menyeret keduanya hingga ke pinggir jurang dan bertanya apa lagi yang harus
mereka lakukan untuk bisa bertahan hidup?
Namun, di tengah masalah yang berdatangan, hadir seorang
tamu asing ke rumah mereka, dan bermalam usai membantu Malik yang mobilnya
bermasalah. Sang tamu asing yang menjadi jawaban instan bagi Malik dan Alya,
karena meninggalkan koper berisi penuh uang! Film Dopamin akan mengikuti liku perjalanan Malik dan Alya dalam menata
hidup mereka yang baru, tak hanya bergelimang uang, namun juga ancaman bahaya
yang mengintai!
Produser film Dopamin
Chand Parwez Servia mengungkapkan film ini akan menjadi karya yang berbeda.
Setelah kolaborasi Chand Parwez bersama Teddy serta Starvision dan Karuna
Pictures yang menghasilkan blockbuster
The Architecture of Love (TAOL), kini
bertepatan dengan momentum perayaan 30 tahun Starvision, Dopamin hadir sebagai karya baru yang menyegarkan.
“Kita bisa melihat bagaimana Malik dan Alya sebagai
pasangan muda bisa saling mengandalkan, dan berusaha untuk bisa selamat dari
kesulitan yang sedang mereka hadapi. Ini adalah film yang berbeda dan penuh
adrenalin, saya yakin semua pasti ingin melakukan yang terbaik untuk pasangan.
Dan di film Dopamin membuat kita
merasa bahwa kita berada dalam situasi yang sama dan bersama-sama dengan
pasangan muda ini, Malik dan Alya untuk menghadapi segala permasalahannya. Benarkah cinta obat bahagia di dunia yang
semakin gila?” ujar produser film Dopamin Chand Parwez Servia.
Film Dopamin sendiri
memiliki perjalanan yang cukup panjang. Teddy menulis draft pertama naskah ini
sejak lima tahun lalu. Film yang awalnya diintensikan memiliki cerita dan
visual yang lebih gelap dalam balutan thriller,
setelah berdiskusi dengan Chand Parwez Dopamin
menjadi bentuk eksplorasi cross-genre
yang akan membawa penonton dalam sebuah adrenaline
rush dari para karakter di filmnya.
“Dopamin adalah
film tentang survival, perjuangan
untuk sebuah cinta. Pada dasarnya adalah relasi antara manusia. Ini adalah
cerita yang sangat humanis, dan akan membuat kita berempati dan jatuh cinta
pada karakter Malik dan Alya,” ujar
penulis dan sutradara film Dopamin
Teddy Soeria Atmadja.
Bagi Angga dan Shenina, Malik dan Alya di film Dopamin sangat merefleksikan dinamika
yang terjadi dalam kehidupan mereka serta bisa menjadi cerminan bagi banyak
orang dalam menjalani hidup.
“Ini adalah kondisi banyak orang. Up and down dari sebuah
hubungan pernikahan. Malik dan Alya di film ini adalah pasangan muda yang baru
menikah. Lalu mereka menghadapi pergolakan ekonomi, dan aku merasa kita bisa
merefleksikan diri dari film Dopamin,”
ungkap Angga Yunanda.
“Semuanya harus dijalankan bersama-sama, sebagai pasangan.
Di momen ini juga menangkap apa pun keputusan yang diambil, semuanya harus
dibicarakan bersama dan menemukan titik tengahnya. Sehingga sebagai pasangan
kita bisa bersama-sama sampai akhir,” tambah
Shenina Cinnamon.
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon membintangi film Dopamin bersama Anjasmara, Andri
Mashadi, Teuku Rifnu Wikana, Totos Rasiti, Nagra Pakusadewo, Kiki Narendra,
Rizky Inggar, Verdi Solaiman, Tike Priatnakusumah, Aida Nurmala, Willem Bevers,
Alfian Phang, dan lain-lain.
Sebelumnya, film Dopamin
juga mendapatkan sambutan positif dan meriah saat terpilih untuk tayang
sebagai closing film di Jakarta Film
Week (JFW) 2025 pada 26 Oktober 2025. Para penonton memberikan standing ovation seusai penayangan.
Banyak dari para reviewer film pun
menyebut Dopamin sebagai karya yang fresh, thrilling, dan intens
menegangkan namun menyenangkan.
Tonton film Dopamin persembahan
Starvision dan Karuna Pictures di Bioskop mulai 13 November 2025. Temukan cara bahagia di dunia yang semakin
gila! Ikuti perkembangan terbaru film Dopamin
melalui akun Instagram @FilmDopamin @Starvisionplus dan Tiktok
@StarvisionOfficial.
***
Sinopsis
Hubungan pasutri, Malik dan Alya sedang kurang harmonis
sejak Malik terkena PHK dan terjerat hutang. Mobil Malik bermasalah sepulang
wawancara kerja yang gagal, hingga seorang asing mengantarnya pulang kemudian
menginap di rumah mereka. Pagi hari mereka syok menemukan tamunya terbujur
kaku, meninggalkan sekoper uang milyaran yang mengubah kehidupan pasangan muda
ini!
Pemain dan Tim Produksi
Angga Yunanda Malik
Shenina Cinnamon Alya
Andri Mashadi Yari
Anjasmara Arief
Teuku Rifnu Wikana Tarigan
Totos Rasiti Pak Naryo
Nagra Pakusadewo Debt Collector
Kiki Narendra Polisi
Rizky Inggar Ibu Warung
Verdi Solaiman Interviewer
Tike Priatnakusumah Dokter
Aida Nurmala Ibu di Parkiran
Willem Bevers Diaz Hartono
Alfian Phang Karyawan
Produksi Starvision
Karuna Pictures Produser Chand Parwez Servia
Riza
Mithu Nisar
Sutradara Teddy Soeria Atmadja
Produser Eksekutif Reza Servia
Amrit Dido Servia
Raza Servia
Produser Lini Musa Tambunan
Penulis Skenario Teddy Soeria Atmadja Desain Produksi Eros Eflin
Penata Kamera Vera Lestafa, ICS Penyunting Gambar Aline Jusria
Perekam Suara Mangaraja Sutan Siagian
Penata Musik Ricky Lionardi
Penata Warna & VFX Super 8MM Studio Penata Rias Eba Sheba
Penata Busana Natasha Anadella
Produser Pendamping Ruly Sjafri
Penata Peran Arief Havidz
Widhi Susila Utama A.C.I
Perancang Poster Alvin Hariz
OST Everything You Are – Hindia
Dance, Habibi – Ali Radio
|
|
Tentang Starvision
Starvision merupakan salah satu rumah produksi film dan
televisi paling berpengaruh dan terkemuka di Indonesia, dengan rekam jejak
lebih dari tiga dekade dalam membentuk lanskap hiburan nasional. Di bawah
kepemimpinan visioner pendiri sekaligus produser Chand Parwez Servia, perusahaan ini dikenal konsisten menghadirkan
kisah-kisah yang mampu menyentuh dan dekat dengan hati penonton Indonesia.
Setiap tahunnya, Starvision merilis sekitar sepuluh judul
film layar lebar, menjadikannya salah satu pemain paling stabil dan dapat
diandalkan di pasar film nasional. Keistimewaan Starvision terletak pada
keberanian untuk berinvestasi secara mandiri di seluruh proyeknya, sebuah
komitmen yang menegaskan kemandirian kreatif sekaligus kualitas dan konsistensi
dalam setiap produksi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Starvision telah melahirkan
sejumlah film box office yang sukses besar dan banyak diperbincangkan, di
antaranya Petaka Gunung Gede, Sekawan
Limo, 172 Days, Komang, Imperfect, Cek Toko Sebelah, dan Dua Garis Biru.
Film-film tersebut menunjukkan kekuatan Starvision dalam menghadirkan hiburan
yang tidak hanya komersial, tetapi juga penuh makna— meneguhkan posisi
Starvision sebagai nama terpercaya bagi penonton, mitra, maupun kolaborator di
industri perfilman Indonesia.
Tentang Karuna Pictures
Karuna Pictures didirikan pada tahun 2008 oleh sutradara
Teddy Soeria Atmadja. Memulai kiprahnya melalui produksi iklan dan video musik,
perusahaan ini kemudian memusatkan fokus pada karya film layar lebar. Sejumlah
judul seperti Ruma Maida, Lovely Man, Something in The Way, dan About A Woman
telah diputar di berbagai festival internasional dan memperoleh penghargaan
bergengsi, termasuk Best Director dan Best Film di Tiburon International Film
Festival serta Best Actor di Asian Film Awards, Hong Kong. Pada 2023, Karuna
Pictures menorehkan pencapaian penting melalui Berbalas Kejam sebuah konten
Original Amazon Prime yang berhasil meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria
Terbaik.


Komentar
Posting Komentar