Film Pangku Tayang Mulai 6 November di Bioskop Indonesia Membawa Kisah Perjuangan Ibu yang Tak Punya Pilihan Tribut Reza Rahadian untuk Sang Ibu
Chemistry yang apik dari Claresta Taufan dan Christine Hakim membawa keduanya meraih nominasi Piala Citra FFI 2025
Jakarta, 29 Oktober 2025 — Setelah tayang perdana (world premiere) di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, film debut
penyutradaraan Reza Rahadian dan persembahan pertama rumah produksi Gambar
Gerak, Pangku akan resmi
tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 6 November 2025. Film Pangku menghadirkan kisah tentang perjuangan
seorang ibu dengan penceritaan yang sangat sederhana, namun membumi dan
universal, sehingga sangat relate
dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.
Mengikuti kisah Sartika (Claresta Taufan),
yang tengah hamil besar dan mencari pekerjaan, nasib hidupnya membawa Sartika
ke pasangan tua Maya (Christine Hakim) dan Jaya (Jose Rizal Manua). Sartika
ditampung oleh Maya dan Jaya, dan kelak ia menemukan kehidupan baru untuk
membesarkan anaknya, Bayu (Shakeel Fauzi), dan bertemu dengan cintanya, Hadi
(Fedi Nuril) si sopir truk ikan.
Sebagai debut penyutradaraannya, Reza
Rahadian menampilkan kisah ibu tunggal dengan penuh kasih. Berbekal
pengalamannya, selama 38 tahun sebagai anak dari seorang ibu tunggal dan 20
tahun karier aktingnya. Reza dengan cermat menggali perspektif ibu. Sehingga
penonton bisa menyelami perasaan ibu yang dalam menjalani hidupnya tanpa
pilihan.
“Sumber inspirasi dari cerita di film Pangku berasal dari ibu saya sebagai seorang single mother dan bagaimana saya tumbuh
bersamanya. Itulah awal dari semuanya, dan saya ingin menjadikan film ini
sebagai tribut untuk ibu. Setelah berada di industri film selama lebih dari 20
tahun, saya merasa membutuhkan tantangan dan ruang baru untuk berkembang lagi
sebagai seorang seniman, dan menyutradarai adalah hal yang sudah saya impikan
sejak lama,” ujar penulis dan sutradara film Pangku Reza Rahadian.
Diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara,
dengan produser eksekutif Melyana Tjahjadikarta, film Pangku ditulis Reza Rahadian bersama Felix K.
Nesi. Film ini dibintangi di antaranya oleh Claresta Taufan, fedi Nuril, Christine Hakim, Shakeel Fauzi Aisy, Jose Rizal Manua,
Devano Danendra, Kaan Lativan, Reza Chandika, Lukman Sardi, Nazira C Noer,
Galabby Thahira, Tj Ruth, happy Salma, Nai Djenar
Maesa Ayu, iswadi Pratama, nusa Kalimasada, Heliana Sinaga, Rizky Langit, Dan Demi Medina.
“Film Pangku berbicara tentang ibu dan bagi banyak ibu di luar sana, yang hidupnya
harus bekerja keras berkali lipat. Film ini untuk semua orang yang berjuang
tanpa kemudahan dan pilihan-pilihan. Mau tidak mau hidup harus dijalani, suka
dukanya adalah yang kadang kita harus nikmati, kadang juga kita harus syukuri,”
ujar produser Gita Fara.
Penampilan apik dari Claresta Taufan dan
Christine Hakim juga membuahkan hasil manis. Keduanya mendapatkan nominasi
untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik dan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
untuk Piala Citra FFI (Festival Film Indonesia) 2025. Chemistry yang sangat kuat di antara keduanya
memberikan getaran tentang perjuangan keras seorang ibu, yang terasa seperti
perjalanan yang biasa dalam hidup, tanpa dramatisasi dan memelas diri.
“Bagiku, film Pangku adalah film yang jujur tentang kehidupan di Indonesia, spesifiknya di
kawasan Pantura. Aku yang memerankan Sartika merasa film ini bisa memotret
secara real apa adanya seperti itu kehidupan yang dilalui, tanpa
disedih-sedihkan atau dibagus-baguskan. Dan ini yang membuat penonton akan
merasa relate, bahkan
termasuk penonton internasional yang sudah nonton Pangku di Busan,” terang Claresta Taufan.
“Salah satu tantanganku secara teknis di film
ini adalah ketik adegan aku menarik gerobak. Karena itu diambil dengan one-shot sementara jalanannya berbatu, jadi
agak sulit. Untuk adegan ini bahkan butuh sekitar 11 take,” lanjut Claresta.
Salah satu yang juga menarik, film Pangku juga menggunakan lagu Rayuan Perempuan Gila dari Nadin Amizah. Film
Pangku menjadi satu-satunya yang mendapatkan
izin lisensinya untuk menggunakan lagu tersebut sebagai OST film, meski selama
ini banyak yang meminatinya. Lagu ini juga akan memberikan dimensi yang lebih
dalam tentang karakter Sartika di film ini.
Selain Rayuan Perempuan
Gila, Pangku juga
memiliki OST dari lagu legendaris Iwan Fals, Ibu. Namun, spesial untuk Pangku,
Iwan Fals merekam ulang lagu Ibu.
Film Pangku sebelumnya telah memenangkan 4 penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dalam kompetisi program Vision Asia. Penghargaan itu adalah KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award. Di FFI 2025, Pangku total meraih 7 nominasi Piala Citra: Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Claresta Taufan), Pemeran Utama Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim), Penulis Skenario Asli Terbaik (Reza Rahadian, Felix K. Nesi), Penata Artistik Terbaik (Eros Eflin), Penyunting Gambar Terbaik (Ahmad Fesdi Anggoro), dan Penata Musik Terbaik (Ricky Lionardi).
Film Pangku adalah film yang sudah diakui festival
dunia dan dalam negeri, dengan cerita naratif yang sangat sederhana, yang
menjadikannya terasa sangat hangat, tulus dan real.
Film Pangku tayang mulai 6 November 2025 di bioskop Indonesia. Ikuti terus
informasi terkini film Pangku
melalui akun-akun media sosial resminya.
***
Sinopsis
Sartika (Claresta Taufan), seorang perempuan
muda yang sedang hamil, pindah dari kota asalnya dengan harapan bisa memberikan
masa depan yang lebih baik bagi anaknya. Ia bertemu dengan Maya (Christine
Hakim), pemilik kedai kopi di Pantura. Maya merawat Sartika dan membantu
persalinannya. Setelah Sartika melahirkan, Maya merayunya bekerja menyuguhkan
kopi sambil dipangku, hingga suatu hari Sartika bertemu dan jatuh cinta dengan
sopir truk distributor ikan bernama Hadi (Fedi Nuril). Akankah Sartika
menemukan kebahagiaannya?





Komentar
Posting Komentar