Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) Rilis Special Teaser Saat Duka Kehilangan Ibu Berhadapan dengan Teknologi AI
Film Esok Tanpa Ibu tayang mulai 22
Januari 2026 di bioskop Indonesia
Jakarta, 27 November 2025 — Film terbaru persembahan BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery
Media, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) merilis special teaser yang menampilkan karakter
utama Rama, diperankan Ali Fikry saat ia menghadapi duka kehilangan sang Ibu
(Dian Sastrowardoyo).
Special teaser dibuka
dengan kisah yang hangat. Ketika keluarga kecil Rama bersama kedua orangtuanya
menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kedekatan. Rama selalu bisa
menumpahkan segala kegundahannya pada sang Ibu. Namun, situasi berubah saat
Ibunya mengalami koma. Rama pun harus menghadapi dukanya di tengah
kecanggungannya dengan sang Ayah (Ringgo Agus Rahman). Rama berpaling ke
kecerdasan buatan (AI) ciptaan temannya. Membuat Rama bisa merasakan kembali
kasih sayang dan kehangatan Ibunya.
Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Dian
Sastrowardoyo, film Esok Tanpa Ibu disutradarai
oleh sutradara Malaysia Ho Wi-ding. Naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer,
Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Selain Ali Fikry, Ringgo Agus Rahman, dan
Dian Sastrowardoyo, film ini juga dibintangi oleh Aisha Nurra Datau dan Bima
Sena.
Film ini diproduksi oleh BASE Entertainment,
Beacon Film, Refinery Media, dan didukung oleh Singapore Film Commission (SFC)
dan Infocomm Media Development Authority (IMDA).
“Film ini bercerita tentang perasaan kesepian
dari seorang anak, dan dalam proses itu, ada campur tangan teknologi dari
kecerdasan buatan yang membuatnya menjadi lebih kompleks. Kemudian muncul
pertanyaan di antara dua generasi antara orangtua dan anak yang memandang
teknologi dengan cara yang berbeda,” ujar produser dan
pemeran Esok Tanpa Ibu Dian
Sastrowardoyo.
“Sebagai ibu, saya memiliki muatan emosi
sendiri. Film ini seperti surat cinta saya untuk anak-anak saya. Ada banyak hal
yang belum sempat saya sampaikan ke anak-anak, yang bisa disampaikan lewat film
ini,” tambah Dian.
Ali Fikry, yang memerankan Rama menuturkan
bermain di film ini memberinya pengalaman baru. Terutama ketika berinteraksi
dan beradegan dengan dua pemeran senior berpengalaman Ringgo Agus Rahman dan
Dian Sastrowardoyo. Bagi Ali, film ini sangat relevan dengan masa saat ini.
“Ini adalah film yang sangat personal dan
relevan untuk masa sekarang. Di film ini, Rama menjadikan AI sebagai coping
mechanism dari perasaan kesepiannya, meski Ibunya masih ada tapi sedang mengalami
koma. Alih-alih meluangkan waktu dan banyak ngobrol dengan Bapaknya, ia justru
berpaling ke AI. Untuk anak yang ‘kehilangan’ kasih sayang Ibunya, dengan cara
apapun akan dilakukan Rama untuk bisa merasakannya lagi,” ujar Ali Fikry.
Sebelum tayang secara reguler di jaringan
bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026, film Esok Tanpa Ibu juga akan tayang terlebih dahulu di JAFF (Jogja-Netpac Asian Film
Festival) 2025. Tahun ini, JAFF memasuki edisi ke-20, salah satu ajang festival
film internasional bergengsi di Indonesia.
Pada JAFF 20, Esok Tanpa Ibu akan tayang pada Selasa, 3 Desember 2025 pukul 18:30 WIB di Studio 1 Empire XXI dan Rabu, 4 Desember 2025 pukul 14:30 WIB di Studio 1 Empire XXI, Yogyakarta. Seluruh tiket pun kini telah terjual habis (sold out!) Di JAFF 20, Esok Tanpa Ibu juga akan berkompetisi di program Indonesian Screen Awards bersama ke-12 film Indonesia lainnya.
Sebelumnya, Esok Tanpa Ibu telah melakukan world premiere (penayangan perdana) dan berkompetisi di program Vision Asia Busan
International Film Festival (BIFF) 2025.
Ikuti perkembangan terbaru film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melalui akun Instagram @base.id & @filmesoktanpaibu.
***
Sinopsis
Rama (Ali Fikri) yang tak sejalan dengan
Ayahnya (Ringgo Agus Rahman), dan hanya dekat dengan Ibunya (Dian
Sastrowardoyo) harus menghadapi situasi sulit ketika Ibunya jatuh koma. Saat
mulai terpuruk, Rama menemukan bantuan tak terduga dalam i-BU: sebuah AI
ciptaan temannya yang membuat Rama bisa melihat wajah, suara, dan bahkan
menjadikan AI tersebut alat bantu untuk merangsang kerja otak Ibunya. Bisakah
Rama mengobati kesepian dan menyembuhkan Ibunya lewat bantuan AI?
Tentang BASE Entertainment
BASE Entertainment adalah studio produksi
terkemuka di Asia Tenggara dengan kantor di Indonesia dan Singapura, didirikan
oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto.
Spesialis dalam produksi film dan serial berkualitas tinggi untuk penonton
global, studio ini berkolaborasi dengan talenta-talenta kreatif terbaik untuk
menghadirkan cerita dari Asia ke dunia, termasuk Perempuan Tanah Jahanam
(Impetigore) karya Joko Anwar yang tayang perdana di 2020 Sundance Film
Festival dan membawa piala terbanyak di Festival Film Indonesia di tahun yang
sama, Gadis Kretek (Cigarette Girl) serial orisinal Indonesia Netflix pertama
yang masuk ke daftar Top 10 Global Netflix, serial animasi orisinal Netflix
Asia Tenggara pertama Trese, serta Petualangan Sherina 2 (Sherina’s Adventure
2) yang memecahkan rekor box office di Indonesia. Dengan komitmen kuat pada
inovasi cerita, BASE Entertainment terus mengembangkan produksi-produksi
berkualitas yang menjembatani narasi regional dengan daya tarik global.
Tentang BEACON FILM
BEACON FILM adalah rumah produksi yang
berbasis di Jakarta, didirikan oleh Dian Sastrowardoyo, salah satu aktris
Indonesia yang paling dikenal saat ini. Selain karier aktingnya yang gemilang,
termasuk dalam film ikonik Ada Apa Dengan Cinta?, Dian juga mulai merambah
dunia produksi dengan karya seperti Guru-Guru Gokil, yang tayang perdana di
Netflix. Pada tahun 2023, Dian bergabung dengan Rio Pasaribu dan Hizkia Nararya
untuk mendirikan BEACON FILM, membuka babak baru yang menjanjikan bagi
perfilman Indonesia. Mothernet, proyek perdana mereka, akan menampilkan bakat
dan visi mereka untuk membawa film-film berkualitas Indonesia ke dunia
internasional.
Tentang REFINERY MEDIA
Berpusat di Singapura, Refinery Media adalah
salah satu rumah produksi untuk program reality show di Asia. Dengan tim profesional berpengalaman dan talenta kreatif
terbaik, Refinery menggabungkan berbagai disiplin untuk menghadirkan konten
yang relevan dan digemari oleh penyiar maupun penonton.
Selama perjalanannya, Refinery telah meraih
sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya “Best General Entertainment” dan
“Best Adaptation of an Existing Format” untuk Asia’s Next Top
Model di Asian Academy Creative Awards 2018 dan 2019.
Refinery juga memenangkan “Best Non-Scripted Entertainment” untuk musim pertama
The Apprentice: ONE Championship Edition di
2021. Terbaru, Refinery memperoleh penghargaan “Best Editing” dan “Best General
Entertainment Game/Quiz Programme” untuk SupermodelMe
Revolution pada Asian Academy Creative Awards 2022.
Pada 2024, Refinery Media memperluas
kiprahnya dengan meluncurkan X3D Studio — studio virtual production terbesar di
Asia Tenggara sekaligus studio virtual production pertama di dunia yang
mendapatkan akreditasi dari ARRI, berlokasi di Singapura.


Komentar
Posting Komentar