Langsung ke konten utama

Film Sampai Titik Terakhirmu Capai 1 Juta Penonton, Bioskop Indonesia Menyaksikan Kehangatan Cinta Albi dan Shella

 Kisah nyata Albi dan Shella Menginspirasi Kembali Melalui Film Sampai Titik Terakhirmu



Jakarta, 24 November 2025Setelah 11 hari tayang di bioskop, film Sampai Titik Terakhirmu resmi menembus 1.064.347 penonton di seluruh Indonesia. Satu juta orang telah memilih untuk merayakan kisah cinta Albi dan Shella di layar lebar, sebuah pencapaian yang menghangatkan hati sekaligus menegaskan kuatnya ikatan emosional film ini bagi penonton Indonesia.

LYTO Pictures: Sebuah Kehormatan Membawa Kisah Ini ke Layar Lebar

Produser Sampai Titik Terakhirmu, Marcella Daryanani, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Bagi kami di LYTO Pictures, ini adalah sebuah kehormatan. Kesempatan untuk membawa kisah Albi dan Shella ke layar lebar adalah tanggung jawab yang besar, dan kami sangat bersyukur penonton Indonesia menerimanya dengan begitu hangat,” ujar Marcella. “Terima kasih kepada seluruh keluarga besar film ini dan terutama kepada penontonnya, yang membuat perjalanan ini begitu berarti.”




Selama dua minggu terakhir, tim film telah melakukan roadshow keliling Pulau Jawa untuk bertemu langsung dengan para penonton. Antusiasme yang sama juga terasa ketika roadshow berlanjut ke Palembang dan kampung halaman Albi, Medan, di mana penonton menunjukkan cinta yang luar biasa untuk kisah Albi dan Shella.




Albi Dwizky: “Terima kasih sudah merayakan cinta kami”

Sosok asli di balik kisah ini, Albi Dwizky, juga membagikan rasa syukurnya. “Aku benar-benar berterima kasih karena cerita kami bisa menginspirasi banyak orang,” ujar Albi. “Lewat film ini, aku bisa kembali ke kenangan bersama Shella kapan pun aku mau. Rasanya luar biasa melihat begitu banyak orang ikut merayakan cinta kami.”

Dengan capaian 1 juta penonton dan respons emosional yang terus berdatangan dari seluruh Indonesia, Sampai Titik Terakhirmu masih melaju kuat di jaringan bioskop nasional. Film ini mengajak penonton untuk kembali merayakan cinta, keluarga, dan kenangan indah yang hidup selamanya.

 

Film Sampai Titik Terakhirmu membawakan kisah nyata Albi dan Shella, dua pasangan yang harus menghadapi tantangan terberat ketika Shella didiagnosis kanker ovarium. Membawa kisah cinta nyata yang viral melalui media sosial Albi dan Shella, film ini menggambarkan perjuangan  yang luar biasa untuk tetap mencintai hidup ditengah keputusasaan.

Sampai Titik Terakhirmu adalah sebuah undangan tulus untuk merayakan cinta sejati dan kehidupan itu sendiri. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di media sosial resmi @sampaititikterakhirmu dan @lytopictures.


***


TENTANG LYTO PICTURES

LYTO PICTURES adalah perusahaan produksi film asal Indonesia yang bergerak di industri hiburan digital dan kreatif, dan mengkhususkan diri dalam produksi dan distribusi konten film dan seri. 

Sejak berdiri pada tahun 2018, LYTO Pictures telah mendanai dan memproduksi berbagai film, sebagai berikut: DreadOut, Jailangkung: Sandekala, PAMALI, Pamali: Dusun Pocong, Pengantin Iblis, dan Pamali: Tumbal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...