Langsung ke konten utama

Perjalanan Film Sore: Istri dari Masa Depan Masih Berlanjut di Bioskop Jaringan Nasional Sembari Melaju Menuju Oscar 2026!

 Yandy Laurens, Suryana Paramita, dan Sheila Dara Hadiri Rangkaian Pemutaran Film di Los Angeles dan New York City.




Jakarta, 5 November 2025 — Sejak pertama kali tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 10 Juli 2025, film Sore: Istri dari Masa Depan telah membawa pengalaman sinematik di layar lebar untuk penonton Indonesia. Sampai hari ini, terhitung 118 hari penayangan dan perjalanannya di bioskop jaringan nasional masih terus berlanjut. 

 

Pada hari pertama tayangnya, film Sore: Istri dari Masa Depan memulainya dengan 263 layar serta harus berhadapan dengan dua film dari studio besar Hollywood yang memiliki banyak penggemar. Namun, seiring berjalannya waktu, Sore tampil sebagai film yang begitu dicintai oleh penonton Indonesia. Terhitung sampai tanggal 3 November 2025 film Sore: Istri dari Masa Depan telah ditonton oleh 3.112.639 penonton dan mampu mengungguli judul-judul populer internasional! Capaian yang masih cukup jarang terjadi untuk sebuah film Indonesia bergenre drama romansa fantasi. Film Sore: Istri dari Masa Depan juga menjadi film terlaris penulis dan sutradara Yandy Laurens, serta rumah produksi Cerita Films yang didirikan Yandy bersama produser Suryana Paramita.

 

“Terima kasih yang tak terhingga kepada penonton Indonesia yang sudah percaya dan menerima film Sore: Istri dari Masa Depan. Dukungan yang luar biasa sejak hari pertama tayang hingga hari ini membuat saya merasa bahwa film Sore: Istri dari Masa Depan begitu dicintai dan dirayakan sepenuh hati,” kata produser Suryana Paramita. 

 

“Penuh sekali perasaan ini. Banyak yang memberikan cinta dan kepercayaan yang mengiringi perjalanan untuk dilalui bersama Waktu. Sebuah kebahagiaan bagi kami ketika Sore bisa sampai ke hati teman-teman penonton, terima kasih,” kata penulis dan sutradara Yandy Laurens.

 

Penayangan film Sore: Istri dari Masa Depan di bioskop ternyata juga telah menciptakan berbagai tren di kalangan masyarakat Indonesia. Di antaranya adalah viralnya lagu Terbuang dalam Waktu dari Barasuara yang menjadi OST film ini, reka ulang foto poster di tangga yang melingkar, hingga konten jabat tangan ala Sore dan Jonathan di media sosial. Secara pengakuan kritis, Sore: Istri dari Masa Depan juga berhasil meraih 8 nominasi Piala Citra FFI 2025, termasuk kategori Film Cerita Panjang Terbaik.

 

Film Sore: Istri dari Masa Depan telah memulai perjalanannya keluar Indonesia saat mulai tayang di bioskop jaringan Malaysia, Brunei, dan Singapura mulai 25 September lalu. Dan kini, setelah terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk kategori Best International Film Festival 98th The Academy Awards, film Sore: Istri dari Masa Depan akan melakukan serangkaian pemutaran film di Los Angeles dan New York City, Amerika Serikat. Pemutaran tersebut menjadi bagian dari kampanye For Your Consideration Campaign 98th The Academy Awards. Saat ini, film Sore Istri Dari Masa Depan sudah tayang di Academy Screening Room.

 

Film  Sore: Istri dari Masa Depan dipilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia (The Indonesian Oscar Selection Committee), yang dibentuk setiap tahun oleh PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia) dan telah divalidasi oleh pihak Academy Awards bertugas untuk memilih satu film terbaik yang mewakili Indonesia.

 

Pemutaran film Sore: Istri dari Masa Depan di Amerika Serikat dan Amerika Utara juga akan dihadiri oleh penulis dan sutradara Yandy Laurens, produser Suryana Paramita, dan pemeran utama Sheila Dara. Film Sore: Istri dari Masa Depan akan memulai penayangan perdananya pada minggu pertama November di Los Angeles dan dilanjutkan di New York City. 





 

Selain menjalankan kampanye For Your Consideration, film Sore: Istri dari Masa Depan juga terpilih dalam kompetisi Snow Leopard Awards di Asian World Film Festival (AWFF) ke-11. Ini sekaligus menjadi ajang perdana film Sore diputar di Amerika Utara.

 

“Ini adalah rangkaian dari film Sore: Istri dari Masa Depan untuk memulai kampanye For Your Consideration di Oscar 2026. Menjadi sebuah kesempatan yang luar biasa bagi kami untuk berada di titik ini dan menjadi pengalaman yang sangat berharga,” kata produser Suryana Paramita.

 

“Dalam rangkaian pemutaran film Sore: Istri dari Masa Depan di Amerika, kami juga terpilih untuk ikut berkompetisi di Asian World Film Festival (AWFF). Terima kasih telah memberikan ruang bagi film kami untuk bisa bertemu dengan penonton yang lebih luas lagi di Amerika Utara,” tambah penulis dan sutradara Yandy Laurens.

 

“Semoga tayangnya film Sore di Amerika Serikat dan Amerika Utara juga bisa bertemu dengan penonton barunya dan berharap yang terbaik untuk perjalanan ke depan film ini,” kata Sheila Dara.

 

Film Sore Istri dari Masa Depan diproduksi oleh Cerita Films dan didukung oleh

Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Slingshot Pictures, Imajinari, Miles Films,

Studio Artemis, Jagartha, Trinity Entertainment Network, dan Dwidaya Amadeo Gemintang sebagai jajaran produser eksekutif dan kolaborator. Serta para partner resmi Artotel Wanderlust, SukkhaCitta, dan HMNS.

 

Ikuti perkembangan film Sore: Istri dari Masa Depan melalui akun Instagram resmi @cerita_films. 

 

***


TENTANG CERITA FILMS

CERITA FILMS adalah rumah produksi di Indonesia yang pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui web series berjudul Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode (2018) yang direspon dengan antusiasme tinggi hingga mencapai total 5 juta penonton per episode di platform YouTube. Melanjutkan kesuksesan kolaborasinya untuk video musik berjudul Mercusuar pada 2018, rumah produksi Cerita Films kemudian resmi bernaung di bawah nama PT. Tetapi Imajinasi Tidak pada 2019. 

 

Rumah produksi yang dikelola oleh Suryana Paramita sebagai produser dan Yandy Laurens sebagai penulis dan sutradara ini dikenal dengan karya-karyanya yang memiliki kekuatan narasi. Cerita-cerita yang diangkat begitu dekat dengan keseharian namun dikemas dalam teknik bertutur yang unik dan meninggalkan rasa yang dalam bagi penontonnya. Di antaranya adalah deretan series dan film pendek hasil kolaborasinya dengan brand dan pihak-pihak lain seperti Janji the Series (2019), The Power of Sharing (2020), Sepuluh Meter (2020), Perjalanan Terbaik Sepanjang Masa (2021), dan Yang Hilang Dalam Cinta (2022).

 

Bekerjasama dengan rekan rumah produksi lain, Cerita Films memproduksi film layar lebar pertamanya, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023), yang meraih penghargaan Piala Citra sebagai Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2024. Pada awal 2025, Cerita Films kembali berkolaborasi untuk memproduksi film 1 Kakak 7 Ponakan, yang berhasil mencetak box office dengan meraih 1,2 juta penonton. Sore Istri dari Masa Depan adalah film layar lebar pertama Cerita Films yang diproduksi secara mandiri  telah tayang 10 Juli 2025 di bioskop Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...