Langsung ke konten utama

Tiket Nonton Duluan di  JAFF Habis, Film Suka Duka Tawa Rilis  Official Trailer & Poster: Menampilkan Rachel Amanda yang Berjalan Bersama Luka dari Masa Lalunya dengan Tawa

 Film Suka Duka Tawa tayang perdana di JAFF 20, tiket penjualan habis dalam satu hari



Jakarta, 27  November 2025 — Menyusul penjualan tiket nonton duluan yang sold out dalam satu hari untuk penayangan penutup di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20, BION Studios dan Spasi Moving Image hari ini merilis official trailer dan poster Suka Duka Tawa, debut film panjang sutradara Aco Tenriyagelli. Ini membuktikan film Suka Duka Tawa begitu diantisipasi oleh penonton, dengan antusiasme tinggi menyambut karya debut Aco bersama BION Studios dan Spasi Moving Image, lewat genre drama komedi keluarga. 

Poster resmi menampilkan jajaran pemain dengan tawa lebar kontras dengan trailer yang justru menggali sisi rapuh seorang komika perempuan yang selama ini menggunakan tawa sebagai tameng hidup.


Official Poster


Kisah Komika Perempuan yang Mengolah Luka Menjadi Tawa

Trailer memperkenalkan Tawa (Rachel Amanda), komika perempuan yang sedang merintis karier berbekal olahan pengalaman pribadi termasuk ditinggal ayahnya sejak kecil sebagai materi lawakan.

Hidup Tawa berubah ketika Keset (Teuku Rifnu Wikana), ayah yang hilang selama 20 tahun, tiba-tiba muncul kembali. Kembalinya Keset bukan hanya mengguncang hubungan Tawa dengan ibunya (Marissa Anita), tapi juga seluruh fondasi hidup yang selama ini ia anggap stabil.

Dari panggung stand-up hingga ruang keluarga, trailer menyorot bagaimana Tawa dipaksa menghadapi pertanyaan paling sulit: bisakah ia memaafkan seseorang yang selama ini membuatnya terluka dan hanya jadi materi lawakan belaka?


Official Trailer

Soundtrack “Bunga Maaf” dari band populer The Lantis mengiringi trailer, memberi warna lembut namun getir pada cerita tentang rekonsiliasi dan keberanian menghadapi masa lalu. Trailer juga menampilkan sekilas Pandji Pragiwaksono, salah satu ikon stand-up Indonesia, serta Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara hingga Enzy Storia, memperkuat dunia komedi yang menjadi latar keseharian Tawa.


Ansambel Lintas Generasi Pelawak dan Aktor

Selain Rachel Amanda, film ini dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Nazira C. Noer, Abdel Achrian, dan Mang Saswi yang menghadirkan pertemuan dua dunia: generasi pelawak televisi dan komika stand-up.

Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli yang telah banyak mendapat pengakuan sebagai sutradara film pendek dan video musik, Suka Duka Tawa diproduseri Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo. 

Produser Tersi Eva Ranti mengatakan “Aco selalu punya cara bercerita yang unik dan penuh kejutan, yang menembus batas kreativitas yang jarang ditemukan di film Indonesia hari ini. Di film Suka Duka Tawa penonton akan banyak melihat perbenturan dari kontras yang ada. Mulai dari generasi pelawak televisi dan Stand-Up Comedian, hingga ke pilihan musik dan sisi teknis, film ini menawarkan pengalaman yang emosional tapi juga segar.”

Sutradara Aco Tenriyagelli menuturkan, “Film Suka Duka Tawa berbicara banyak tentang luka dan menertawakan luka. Harapannya, ketika nanti penonton menyaksikan film ini dan keluar dari bioskop, penonton bisa menjalani hidup dengan penuh harapan, kemudian berani melihat luka atau duka mereka sebagai sesuatu untuk mereka bawa dan pikul untuk bertumbuh bersama dengan Tawa.” 

Sementara itu, Amanda yang memerankan Tawa berefleksi pada karakter dan cerita di film Suka Duka Tawa. Bagi Amanda, film ini memiliki kedekatan dengan banyak orang tentang momen untuk memperbaiki hubungan yang renggang dan hampir usang.

Rachel Amanda menambahkan, “Buat aku, ini drama komedi keluarga yang dekat dengan banyak orang. Gak semua cerita kita sama, tapi pasti ada momen ketika kita ingin memperbaiki hubungan yang renggang dan sering kali caranya aneh, lucu, atau malah bikin bingung. Itu yang bikin cerita ini terasa nyata. Seperti rasa bagaimana misalnya kita kesal dengan seseorang tapi dihadapkan sama hidup kita yang juga penuh dengan komedi”

Bintang Emon yang memerankan Iyas, sahabat Tawa, berkata, “Yang paling kena buat gue justru relasi ayah–anaknya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari karakter Keset. Film ini bikin gue refleksi juga sebagai manusia dan ayah.”

Ikuti perkembangan terbaru dari film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image yang akan tayang segera di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 8 Januari 2026.

 

***


 

TENTANG BION STUDIOS

 

BION Studios merupakan salah satu unit bisnis dari Visinema Group (Visinema) yang berfokus untuk memproduksi konten yang memiliki cerita segar dari sudut pandang baru. Studio ini memiliki misi untuk menangkap ide-ide segar yang tumbuh dari cerita dan tren yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. BION Studios memberikan ruang bagi cerita-cerita yang mungkin belum terdengar namun memiliki potensi besar untuk menggugah hati penonton.

 

BION Studios berkomitmen untuk memproduksi konten yang mengangkat cerita dari masyarakat untuk masyarakat sehingga penonton merasa lebih terhubung dengan apa yang mereka tonton.


 

Catatan Produksi

 

Judul 

            : Suka Duka Tawa

Produksi

            : BION Studios & Spasi Moving Image

Sutradara

            : Aco Tenriyagelli

Penulis:

            : Indriani Agustina

Produser

            : Tersi Eva Ranti, Ajish Dibyo

Genre 

            : Drama, Komedi, Keluarga

Pemain

 

            : Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita,    Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Enzy Storia,

  Myesha Lin, Nazira C. Noer, Mang Saswi, Abdel Achrian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...