Langsung ke konten utama

Film Qorin 2 Membawa Horor Slasher! Menampilkan  Sisi Lain Fedi Nuril Sebagai Slasher yang Mencari Keadilan Mencekam Sekaligus Relate dengan Isu Sosial!

 Film Qorin 2 tayang mulai 11 Desember 2025 di bioskop Indonesia




Jakarta, 9 Desember — Sukses dengan film pertamanya, Rapi Films bersama SL23 didukung oleh  Sky Media, Legacy Pictures,  IDN Pictures, Nuon Digital Indonesia, dan Magma Entertainment merilis film horor terbaru, Qorin 2. Qorin 2 masih disutradarai oleh Ginanti Rona, dengan naskah ditulis oleh Lele Laila, film ini menampilkan horor slasher yang mencekam, namun sekaligus relate dengan isu sosial saat ini.

 

Film Qorin 2 mengikuti kisah Pak Makmur (Fedi Nuril), pemulung yang anaknya menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah SMAnya. Pak Makmur mencari jalan untuk mendapat keadilan, dan anaknya bisa sekolah dengan aman. Tapi, alih-alih menindaklanjuti peristiwa tersebut, sekolah justru diam dan memilih untuk menjaga nama baik sekolah.

 

Pak Makmur pun mulai mencari jalan lain untuk mencari keadilan. Ia membangkitkan jin qorinnya untuk membalas dendam terhadap semua perilaku yang diterima anaknya. Namun, situasi kampung pun menjadi semakin suram, saat dari balik kegelapan muncul sosok berponco mengincar nyawa orang-orang kampung.





 

Cerita Baru yang Naik Level

 

Film Qorin 2 diproduseri oleh Susanti Dewi dan Sunil Samtani, dibintangi Fedi

Nuril, Ali Fikry, Wavi Zihan, Muzakki Ramdhan, Seroja Hafiedz, Dimas Aditya, Indra Birowo, Epy Kusnandar, Sari Koeswoyo, Fitrie Rachmadhina, Gilang Devialdy, Vincentius Jeremhia, Ben Malaihollo, dan Quentin Stanislavski. 



Sunil Samtani


 

“Untuk penonton yang belum menonton film pertamanya, masih sangat bisa mengikuti film Qorin 2, karena memang secara ceritanya tidak ada kesinambungan. Pada dasarnya, benang merah dari film Qorin dan Qorin 2 adalah bagaimana seseorang memanggil jin qorin, dengan ritual yang ada. Namun, di film Qorin 2, yang menarik adalah isunya sangat relate dengan situasi sekarang, tentang bullying yang terjadi di lingkungan sekolah,” ujar produser Sunil Samtani.



Susanti Dewi

 

“Kami di SL23 ingin menaikkan level di film Qorin 2, dan sejalan dengan visi kami untuk memproduksi film-film yang bisa menggambarkan situasi sosial saat ini,” ujar produser Susanti Dewi.

 

Ginanti Rona, yang sebelumnya juga telah menyutradarai film pertama Qorin, mengungkapkan antusiasmenya terhadap film Qorin 2. Ia bersyukur dipercaya kembali untuk menggarap film ini dengan cerita baru.



Ginanti Rona

 

“Film Qorin 2 jauh lebih intens dibanding yang pertama. Secara pendekatan teknis juga ada peningkatan level baik secara skala produksi hingga artistiknya. Film Qorin 2 juga memiliki cerita yang lebih mendalam, dan semoga film ini bisa menghibur namun sekaligus menjadi cerminan terhadap peristiwa yang terjadi sekarang,” kata sutradara Qorin 2 Ginanti Rona.


 

Sisi Lain Fedi Nuril

 

Fedi Nuril, aktor yang jarang terlibat dalam film horor, menyebutkan Qorin 2 membuatnya tertarik bergabung karena memiliki kedalaman cerita dan memberikan tantangan baru baginya. Di film ini, Fedi memerankan bapak yang mencari keadilan untuk anaknya yang menjadi korban bullying.

 

Namun, di sisi lain Fedi juga melihat dimensi keluarga tentang relasi orangtua dan anak. Di film ini, Fedi menjadi orangtua tunggal yang membesarkan Jaya (Ali Fikry), anak semata wayangnya yang ditinggal meninggal ibunya.



Fedi Nuril
 

 

“Pak Jaya adalah seorang Bapak yang ingin mendapatkan keadilan, ketika anaknya dirundung di sekolah. Namun, ketika melapor ke pihak sekolah agar dapat diselesaikan, justru diabaikan. Makanya dia memilih untuk memanggil jin qorinnya untuk bisa mendapatkan keadilan dengan caranya,” kata Fedi Nuril.

 

“Sebenarnya cerita utamanya adalah tentang keluarga, bagaimana hubungan orangtua dan anak. Sejauh mana cinta orangtua ke anaknya, dan bisa melakukan hal yang dianggap sebagai cara untuk melindungi sang anak. Itu semua terjadi atas dasar rasa keputus asaan yang dialami,” tambah Fedi Nuril.


 

Ali Fikry Mengajak Korban Perundungan untuk Berani Bersuara

 

Di tengah situasi yang dihadapi Pak Makmur dan Jaya di sekolah, hanya ada satu sosok yang peduli, yakni Fitri, guru BP muda dan baru di sekolah tersebut. Fitri, yang diperankan oleh Wavi Zihan, ingin sekali membantu masalah yang dialami Jaya, tapi ia terbentur dengan berbagai faktor. 



Wavi Zihan

 

“Fitri adalah karakter guru yang jauh di dalam dirinya ingin membantu siapapun yang mengalami kesusahan. Tapi ia mengalami banyak tekanan eksternal. Sehingga ia pun tidak bisa berbuat banyak untuk menolong. Di tengah upayanya membantu murid-muridnya, ia justru dihadapkan pada situasi yang semakin parah di kampungnya,” ujar Wavi Zihan.

 

Ali Fikry, yang memerankan Jaya dan banyak menjalin dinamika karakter bersama Fedi Nuril mengungkapkan Fedi adalah sosok aktor hebat. Ia juga banyak berdiskusi dengan Fedi tentang perannya dan relasi keduanya sebagai anak dan orangtua.

 

Ali mengungkapkan, Jaya adalah karakter yang menurutnya cukup berat diperankan. Sebab, Jaya adalah karakter yang menjadi korban perundungan.



Ali Fikry

 

“Kalau kalian menjadi korban perundungan, tolong reach out seseorang. Pasti ada yang mau mendengarkan apa yang menjadi kereshana kalian. Baik keluarga, teman, atau bahkan guru. Para pelaku perundungan itu kerap kali tidak sadar seberapa besar luka yang diberikan atau yang ditinggalkan ke korbannya. Film Qorin 2 adalah cerminan dari situasi sekarang yang terjadi, dan semoga bisa memunculkan keberanian untuk berbicara, melawan, dan minta tolong,” kata Ali Fikry.

 

Tonton film Qorin 2 di bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025. Ikuti perkembangan terbaru melalui media sosial resmi Instagram @rapifilm dan @sl23studio.





 

***


 

Sinopsis

 

Fitri (Wavi Zihan), seorang guru BP muda, sudah beberapa lama mencurigai terjadinya perundungan terhadap muridnya, Jaya (Ali Fikry). Bukan hanya Fitri, bapak Jaya, Makmur (Fedi Nuril), juga sudah pernah meminta pihak sekolah menolong anaknya namun tidak digubris. Hal ini membuat Fitri terdorong mengusut kasus Jaya sendiri, dengan mencari saksi dan bukti dari warga. Namun, pencarian itu malah mengantarkan Fitri pada misteri lain di kampung, di mana orang-orang mulai bertindak bukan seperti diri sendiri, melainkan sebagai jin Qorin mereka. Semakin Fitri menelusuri, kaitan antara dua kasus semakin jelas, dan kejadian-kejadian mencekam pun semakin mengikuti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...