Langsung ke konten utama

AKTOR KEMBAR DODIT MULYANTO & ANGGA YUNANDA DIKEJAR ARWAH SELAMA TUJUH HARI, SIAP HADIRKAN TAWA DAN KETEGANGAN DI FILM SEBELUM DIJEMPUT NENEK MULAI 22 JANUARI 2026


 

Jakarta, 16 Januari 2026 — Menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 22 Januari 2026, film horor-komedi Sebelum Dijemput Nenek semakin mencuri perhatian publik. Diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, film ini memadukan teror berbasis mitos lokal dengan komedi karakter yang dekat dengan keseharian, menghadirkan pengalaman menonton yang tegang sekaligus menghibur.

Antusiasme tersebut menguat sejak perilisan trailer resmi yang langsung dibanjiri komentar positif di media sosial. Banyak warganet menyebut film ini terlihat lucu dan seru, bahkan membandingkan vibe horor-komedinya dengan film-film Thailand yang dikenal berhasil meramu teror dan humor secara seimbang. Salah satu sorotan utama adalah kemunculan Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto sebagai saudara kembar Hestu dan Akbar.


Angga Yunanda & Dodit Mulyanto

Isu “kembar Dodit–Angga” menjadi perbincangan hangat. Sejumlah warganet menilai keduanya tampak semakin mirip di layar, bahkan muncul julukan-julukan seperti “Dodit Yunanda” hingga perbandingan Dodit dengan aktor Thailand Mario Maurer versi lokal. Perbedaan latar belakang akting justru melahirkan dinamika yang unik: Hestu yang dingin dan menyimpan amarah berhadapan dengan Akbar yang lugu, polos, dan sangat dekat dengan Nenek.


Angga Yunanda

Angga Yunanda mengungkapkan antusiasmenya menjajal genre horor-komedi untuk pertama kalinya. “Begitu ditawari film ini, aku langsung tertarik karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Di film ini aku bisa serius, bisa tegang, tapi juga harus lucu. Respons beragam yang bilang film ini seru dan lucu bikin aku makin nggak sabar nunggu penonton nonton langsung di bioskop,” ujar Angga.


Dodit Mulyanto

Dodit Mulyanto menimpali, “Yang paling seru dari film ini justru saat karakter kami saling bertabrakan. Hestu serius dan kaku, Akbar santai dan apa adanya. Dari situ komedinya muncul tanpa harus dipaksakan. Aku merasa humornya hidup karena situasinya dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Dodit.

Sementara itu, sutradara Fajar Martha Santosa memaparkan bahwa keseimbangan antara horor dan komedi menjadi pendekatan utama dalam penggarapan film ini. “Sejak awal saya ingin horor dan komedi di film ini berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Ketegangan tetap dibangun, tapi karakter-karakternya memberi ruang untuk tertawa. Dodit dan Angga memberi warna yang sangat kontras, dan kontras itulah yang membuat ceritanya terasa lebih manusiawi dan menghibur,” ungkap Fajar Martha Santosa.




Selain duo pemeran utama, film ini juga diperkuat oleh jajaran karakter pendukung dan cameo yang mencuri perhatian. Kehadiran Oki Rengga, Wavi Zihan, Nopek Novian, serta sejumlah cameo seperti sosok Eri Pras dan Tante Ernie yang ramai dibicarakan menambah warna komedi dan kejutan dalam cerita. Pemilihan cameo dilakukan secara selektif agar tetap menyatu dengan narasi, tanpa sekadar hadir sebagai pemanis.

Sebagai produser, Sunil Samtani menegaskan bahwa Sebelum Dijemput Nenek merupakan kelanjutan komitmen Rapi Films dalam mengembangkan horor-komedi yang berakar pada budaya lokal. “Rapi Films selalu berupaya menghadirkan hiburan dan pengalaman sinematik yang menyenangkan. Film ini memadukan mitos kematian, konflik keluarga, dan komedi karakter dalam satu cerita yang utuh. Selain itu, Sebelum Dijemput Nenek juga menjadi debut penyutradaraan Fajar Martha Santosa, sejalan dengan komitmen kami memberi ruang bagi talenta-talenta baru,” ujar Sunil Samtani.

Ia menambahkan bahwa respons positif sejak trailer dirilis menjadi energi tersendiri bagi tim film. “Komentar penonton di media sosial yang menyebut film ini lucu, seru, dan punya vibe horor-komedi yang kuat menjadi semangat bagi kami. Harapannya, penonton bisa tertawa, tegang, lalu tertawa lagi dan pulang dari bioskop dengan perasaan terhibur,” lanjutnya.

Dengan antusiasme di media sosial yang terus menguat, dinamika kembar Dodit–Angga yang unik, serta kejutan cameo yang disiapkan, Sebelum Dijemput Nenek siap menjadi salah satu tontonan horor-komedi yang paling dinantikan di awal tahun 2026. Jangan lewatkan Sebelum Dijemput Nenek di bioskop mulai 22 Januari 2026.

Ikuti terus informasi terbaru melalui kanal media sosial Rapi Films atau hubungi tim publisis Sebelum Dijemput Nenek


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA

PELUNCURAN FILM PANGGUNG TERLARANG & SLIDE FILM TERBARU BINTANG CAHAYA SINEMA Bintang Cahaya Sinema berkolaborasi dengan Komunitas Bogor Bamora dan Pictlock Cinema Jakarta, 11 April 2026 - Bintang Cahaya Sinema mempertegas langkah strategisnya dalam membangun industri film Indonesia yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan Press Conference film "Panggung Terlarang". Momentum ini tidak hanya menjadi peluncuran karya, tetapi juga pemaparan komprehensif atas arah kreatif, peta proyek, serta strategi ekspansi global perusahaan melalui partisipasi di Marché du Festival de Cannes. Di mana tahun ini adalah tahun ke-3 Bintang Cahaya Sinema membuka booth di Marché du Festival de Cannes. Sebagai rumah produksi yang berorientasi pada pembangunan intellectual property (IP) jangka panjang, Bintang Cahaya Sinema mengembangkan portofolio proyek secara terstruktur mengintegrasikan kekuatan narasi, relevansi sosial, serta potensi komersial lintas platform dalam satu kerang...

“SUAMIKU LUKAKU” RILIS TRAILER, ANGKAT KISAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA YANG KERAP TERSEMBUNYI DI BALIK CITRA KELUARGA HARMONIS

Original Soundtrack oleh Kris Dayanti berjudul “Aku Bangkit” hadir sebagai penguat emosi cerita Jakarta, 1 Mei 2026 – Rumah produksi SinemArt resmi merilis trailer perdana film terbarunya, SUAMIKU LUKAKU , sebuah film drama yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Kisah yang diangkat dalam SUAMIKU LUKAKU pun terinspirasi dari realitas yang dialami oleh 1 dari 4 perempuan di Indonesia, menjadikannya cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat. Melalui trailer ini, penonton diperlihatkan dinamika hubungan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong) yang dipenuhi kekerasan, baik fisik yang meninggalkan luka terlihat maupun kekerasan verbal yang menghadirkan luka batin mendalam. Dalam trailernya, Irfan digambarkan sebagai sosok yang dipandang sebagai pemuka agama di lingkungan sekitarnya, mengikuti jejak ayahnya, sehingga citra yang dibangun di hadapan publik berbanding terbalik dengan realitas...

​"Teror Tak Kasat Mata: 'Asrama Putri' Siap Hantui Bioskop Mulai 19 Februari 2026"

  Industri film horor tanah air kembali memacu adrenalin lewat sebuah karya terbaru yang diangkat dari kisah nyata. Jakarta, 14 Februari 2026 - Berlatar disebuah di sebuah kampus ternama di Bogor, film 'Asrama Putri' siap mengungkap misteri kelam di balik jeritan tengah malam para mahasiswi. Diperankan oleh Samuel Rizal dan Dea Annisa, film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini menjanjikan horor psikologis tanpa mengandalkan jump scare semata. Akankah misteri masa lalu yang melibatkan dendam arwah bernama Sally ini terungkap? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. Bagi kamu pecinta horor yang merindukan ketegangan atmosferik, film 'Asrama Putri' resmi merilis jadwal tayangnya pada 19 Februari 2026 mendatang. Bukan sekadar horor biasa, film produksi Puras Production ini disebut-sebut mengangkat isu sosial dan realitas kampus yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Dea Annisa dan Mawar Butterfly, mari kita bedah sinopsi...